• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

ANCAMAN BOP PADA EKOPOL NASIONAL

redaksi by redaksi
Februari 26, 2026
in Hukum
0
ANCAMAN BOP PADA EKOPOL NASIONAL
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Yudhie Haryono (Presidium Forum Negarawan)
Agus Rizal (Ekonom Univ MH Thamrin)

Jakarta, Gi-media.com,

ADVERTISEMENT

Pada mulanya BOP (Board of Peace). Tetapi, isinya perang dagang. Hilirnya, ekonomi yang mendikte. Inilah lukisan terbaru hubungan antar negara di dunia yang paling mutakhir. Padahal, garis politik bebas aktif yang dirumuskan oleh Mohammad Hatta (1945) lahir untuk menjaga jarak Indonesia dari dominasi kekuatan besar.

BeritaTerkait

Isu Perpecahan Terbantahkan, Wartawan Makassar–Gowa Kritik Pemberitaan Jejak Terkini

Isu Perpecahan Terbantahkan, Wartawan Makassar–Gowa Kritik Pemberitaan Jejak Terkini

4 hari ago
Purnomo Yusgiantoro Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketum IKAL Lemhannas

Purnomo Yusgiantoro Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketum IKAL Lemhannas

5 hari ago
Gerak Cepat Polsek Kinali Respon Laporan 110 Terkait Dugaan Penganiayaan di Tampunik

Gerak Cepat Polsek Kinali Respon Laporan 110 Terkait Dugaan Penganiayaan di Tampunik

6 hari ago
AMI Desak Klarifikasi Aboe Bakar Politisi Partai PKS : Jangan Sudutkan Ulama dan Pesantren Madura Tanpa Data!

AMI Desak Klarifikasi Aboe Bakar Politisi Partai PKS : Jangan Sudutkan Ulama dan Pesantren Madura Tanpa Data!

6 hari ago

Kita tahu, bebas berarti tidak tunduk. Aktif berarti mengambil peran. Namun dalam praktik ekonomi kontemporer, tafsir itu sering bergeser. Investasi asing atas aset strategis kerap diperlakukan sebagai pilihan teknokratis biasa, padahal ia bisa menjadi pintu awal memasuki wilayah paling sensitif: kedaulatan negara. Hal yang kita rebut dengan darah dan air mata, nyawa dan jasmani sampai memproklamasikan kemerdekaan negeri.

Padahal, aset strategis bukan sekadar komoditas. Energi, pelabuhan, tambang mineral kritis, infrastruktur digital, air, dan pangan adalah urat nadi kehidupan nasional. Siapa yang mengendalikan simpul-simpul ini, pastinmengendalikan ritme ekonomi dan stabilitas sosial. Ketika kepemilikan atau kontrol efektifnya berpindah ke tangan asing yang melalui konsesi panjang, skema build-operate-transfer (BOT) yang timpang, atau perjanjian yang mengikat kebijakan maka ruang gerak negara ikut menyempit, bahkan habis.

Masuknya modal asing memang sah dalam ekonomi terbuka. Tidak ada negara modern yang sepenuhnya tertutup. Namun, masalahnya bukan pada keberadaan modal, melainkan pada objek dan syaratnya. Jika yang dilepas adalah sektor biasa, risikonya terbatas. Tetapi, jika yang dilepas adalah sektor penentu hajat hidup warga negara, maka konsekuensinya melampaui neraca keuangan. Ia menyentuh politik, keamanan, bahkan posisi tawar diplomatik.

Dalam perspektif ekonomi politik, investasi di aset strategis menciptakan ketergantungan struktural. Negara penerima tidak hanya bergantung pada arus modal, tetapi juga pada teknologi, manajemen, dan jaringan global investor tersebut. Ketika terjadi konflik kepentingan maka soal tarif, pajak, atau kebijakan lingkungan—negara sering terjebak pada dilema: mempertahankan kedaulatan atau menjaga stabilitas investasi; memperkaya investor atau memiskinkan warga-negara.

Karena itu, narasi bahwa “tanpa investasi asing kita stagnan” terlalu sesat dan menyesatkan. Pertanyaannya bukan menerima atau menolak, melainkan mengatur dan membatasi. Transfer teknologi harus nyata. Kepemilikan mayoritas dan kendali kebijakan harus tetap nasional. Hilirisasi harus terjadi di dalam negeri. Jika syarat-syarat itu tidak tegas, investasi berubah menjadi instrumen penetrasi ekonomi: infiltrasi, instabilisasi, dan invasi.

Sejarah global menunjukkan, banyak negara kehilangan kontrol atas sumber daya vital bukan lewat invasi militer, tetapi melalui kontrak ekonomi jangka panjang. Pengaruh masuk secara halus—melalui klausul arbitrase internasional, jaminan keuntungan, atau proteksi berlebihan terhadap investor. Di titik itu, keputusan publik tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh kepentingan nasional, melainkan oleh komitmen kontraktual lintas batas.

Pada titik ini kita perlu curiga, “apa agenda pembiyayaan keuntungan” yang menyertainya. Atas motif apa jika itu lebih penting dari reindustrialisasi nasional. Tentu saja sambil terus bertanya, “siapa paling diuntungkan dalam jangka pendek, menengah dan panjang.”

Kini, Indonesia juga menempatkan diri dalam berbagai forum global dan inisiatif perdamaian dunia. Kita ingin dikenal sebagai bagian dari “board of peace”, barisan negara yang berkontribusi pada stabilitas dan tata dunia yang adil. Itu posisi terhormat. Tetapi jangan sampai dalam praktik ekonomi, kita justru berubah menjadi “board of please” — negara yang terlalu ingin menyenangkan investor dan mencari pengakuan dari Barat dengan mengorbankan kontrol atas aset strategis.

Kita harus segera sadar bahwa diplomasi yang bermartabat harus ditopang fondasi ekonomi yang kokoh, bukan ketergantungan yang membuat kita mudah ditekan. Bukan dikerjakan oleh warga-negara yang mabuk lima hal: (1)Pujian asing; (2)Index dan rangking asing; (3)Keanggotaan asing; (4)Pengakuan dan validasi asing; (5)Ras asing. Lima mentalitas inlander yang manifes dalam sikap minder dan tindakan inferiority complex.

Singkatnya, politik bebas aktif tidak pernah dimaksudkan sebagai pembukaan tanpa pagar. Ia menuntut kemandirian dalam memilih mitra dan ketegasan dalam menjaga batas. Bebas bukan berarti menyerahkan pengaruh. Aktif bukan berarti membuka semua pintu tanpa seleksi.

Pada akhirnya, pertaruhan bukan pada angka pertumbuhan jangka pendek, melainkan pada siapa yang memegang kendali atas masa depan ekonomi nasional. Kedaulatan tidak hilang dalam satu malam. Ia terkikis perlahan—dimulai dari keputusan yang tampak teknis, tetapi sesungguhnya politis. Tanpa kesadaran structural, fungsional dan menzaman itu, kita mengalami “the lost opportunity,” sebagai kisah kita. Ini kisah dan kritik indonesianis Anne Booth (1988) saat melihat betapa orang-orang indonesia lebih memilih malas dari rajin; pilih lambat dari cepat; pilih santai dari bekerja.

Sungguh ini kutukan SDM (human resource curse). Akhirnya di Indonesia, kita seperti tinggal di rumah yang selalu terasa seperti menunggu agensi yang tak akan serius serta fokus menjadi negarawan sejati.(*)

Previous Post

BP Tapera Dukung Penguatan Sinergi Pusat-Daerah dalam Percepatan Program Perumahan Nasional

Next Post

Bobibos: Karya Anak Bangsa, Inovasi Pertama yang Tembus Pasar Internasional

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan
TNI/POLRI

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

by Ajo Uban
April 15, 2026
0

PASAMAN BARAT, Gi-Media.com – Pada Rabu (15/4/2026), halaman Mapolres Pasaman Barat tampak dipenuhi barisan 120 personel yang bersiap menjalani latihan pengendalian massa (Dalmas)....

Read more
Teuku Z. Arifin, Ketum KIU (Kajian Integritas Usaha): Revisi UU P2SK Jangan Jadikan OJK Rentan Intervensi Politik

Teuku Z. Arifin, Ketum KIU (Kajian Integritas Usaha): Revisi UU P2SK Jangan Jadikan OJK Rentan Intervensi Politik

April 14, 2026
Memori Kasasi Diajukan: Pemohon Soroti Ketidakcermatan Hakim dalam Menilai Fakta dan Hukum

Memori Kasasi Diajukan: Pemohon Soroti Ketidakcermatan Hakim dalam Menilai Fakta dan Hukum

April 14, 2026
Sinkronkan Fakta Lapangan, Polres Pasaman Barat Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pensiunan ASN di Mapolres

Sinkronkan Fakta Lapangan, Polres Pasaman Barat Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pensiunan ASN di Mapolres

April 14, 2026
Isu Perpecahan Terbantahkan, Wartawan Makassar–Gowa Kritik Pemberitaan Jejak Terkini

Isu Perpecahan Terbantahkan, Wartawan Makassar–Gowa Kritik Pemberitaan Jejak Terkini

April 13, 2026
Purnomo Yusgiantoro Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketum IKAL Lemhannas

Purnomo Yusgiantoro Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketum IKAL Lemhannas

April 12, 2026
Next Post

Bobibos: Karya Anak Bangsa, Inovasi Pertama yang Tembus Pasar Internasional

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

April 16, 2026
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

April 15, 2026
Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

April 15, 2026

Recent News

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

Panitia Pembangunan Mushola Al-Muttaqin Mengharapkan Bantuan Para Donatur

April 16, 2026
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

April 15, 2026
Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

Polres Pasbar Gelar Latihan Dalmas, Pastikan Tindakan Profesional di Lapangan

April 15, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,365)
  • DPD/DPRD/DPR RI (9)
  • Ekonomi (243)
  • Fashion (23)
  • Hiburan (48)
  • Hukum (1,101)
  • Internasional (89)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (589)
  • Olahraga (45)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (92)
  • Politik (106)
  • REDAKSI (304)
  • Sumut (1,062)
  • TNI/POLRI (49)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara