Gi-media.com Penemuan Walabi (kanguru Hutan) Tersesat di Hutan Knasaimos, Karena Ilegal Logging Menggila di Sorong Selatan
Sorong Selatan, Papua Barat Daya – Di Hutan adat Knasaimos memberikan kesaksian pahit tentang laju kerusakan. Seekor anak kanguru hutan, atau yang akrab disebut Walabi Papua, ditemukan dalam kondisi kritis lemas, dan bingun, karena terpisah dari induknya di tepi Sungai Kali Nanis,
Kampung Mlaswat. Insiden ini terjadi pada Senin, 24 November 2025, dan diselamatkan oleh Ewil M. Woloin, pemuda adat Knasaimos sekaligus aktivis lingkungan setempat.
Bagi Ewil, peristiwa ini adalah tanda bahaya yang tidak terbantahkan atas lajunya eksploitasi (Ilegal login) di wilayah Distrik Saifi, kabupaten Sorong Selatan.
Ewil M. Woloin menceritakan momen penemuan kanguru hutan yang terjadi sekitar pukul 11:20 WIB.
Niat awal Ewil adalah “ronda di dalam hutan mencari O2” (udara segar) karena panas menyengat di kampung.
Namun, perjalanannya berubah menjadi misi penyelamatan.
“Saya dengar bunyi kayu jatuh karena ada penebangan oleh operator (senso kayu). Saya kaget.
Dua kanguru, yang satu besar kemungkinan induknya dan yang satu kecil, berlarian dari arah jatuhnya kayu.
Yang kecil turun ke dalam air, yang besar lari ke darat. terpisah,” kata Ewil.
Kanguru kecil itu, yang terlihat lemas dan tidak berdaya di air. Saat Ewil mendekat, hewan tersebut tidak melarikan diri, seolah – olah terlihat meminta pertolongan.
“Saya bersyukur bahwa kanguru ini menemukan saya, maka hidupnya selamat jika menemukan pemburu liar habislah riwayat dia.
Awalnya saya datangi kanguru tersebut dia tidak lari dan saya kawal dan bantu urur kakinya dan akhirnya dia berlari ke darat dan bingung mau lari ke arah mana karena sudah pisah sama yang besar tadi atau induknya,
kenang Ewil M. Woloin, ini menjelaskan kondisi satwa yang kehilangan arah karena rumah atau tempat merek hidup dirusak oleh ilegal login.
Lokasi penemuan, di Kepala Air Nanis dan di Panta Air Nanis, bukan sembarang tempat. Sungai yang melintasi kampung tapi itu adalah sumber hidup utama bagi masyarakat Kampung Mlaswat, yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga mereka Yaitu memasak makanan dan minum, dan juga mereka mencuci di situ.
Aktivitas penebangan liar ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga Mengancam sumber air bersih masyarakat.
Ewil M. Woloin menegaskan bahwa nasib Walabi kecil ini adalah indikator nyata kerusakan yang sedang berlangsung, menyampaikannya sebagai kritik keras:
“Satwa yang ada di dalam hutan tersesat begini, apalagi kita manusia? Kalau hewan yang ada di hutan tersesat seperti kanguru hutan ini, itu berarti tanda eksploitasi ilegal logging sudah meningkat drastis!”
Penyelamatan Walabi ini menjadi seruan keras kepada pemerintah dan penegak hukum di Papua Barat Daya.
Nyawa satwa endemik dan kelangsungan hidup sumber daya alam masyarakat adat di Knasaimos akan terus berada di ujung tanduk.
























Discussion about this post