• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Women’s March Jakarta 2025: Tubuh, Harapan, dan Jalan Baru untuk Keadilan

redaksi by redaksi
September 27, 2025
in Hukum
0
Luka Poso, Suara Perempuan: Membaca Ulang Konflik dan Agenda UN Women untuk Perdamaian Inklusif
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Jakarta, 26 September 2025 – Derap langkah ribuan massa terdengar bergema di pusat ibu kota. Sepanjang jalan, spanduk dan poster warna-warni menampilkan satu pesan utama: “Tubuh Bukan Milik Negara.” Suara itu bukan sekadar seruan protes, melainkan penanda keresahan kolektif sekaligus harapan baru.

Women’s March Jakarta (WMJ) 2025 hadir sebagai ruang perlawanan dan solidaritas. Namun berbeda dari sekadar aksi jalanan, WMJ menekankan pentingnya solusi: bagaimana tubuh perempuan, tubuh rakyat, dan tubuh bumi dapat dihormati, dilindungi, dan diberdayakan.

Tubuh yang Direbut

ADVERTISEMENT

Di pedalaman Kalimantan, perempuan adat kehilangan tanah dan air bersih akibat tambang. Di Nusa Tenggara Timur, komunitas lokal dipaksa meninggalkan ladang mereka demi proyek infrastruktur. Di perkotaan, pekerja rumah tangga (PRT) yang sebagian besar perempuan masih menunggu pengesahan RUU Perlindungan PRT setelah lebih dari 20 tahun diperjuangkan.

BeritaTerkait

Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

2 hari ago
APPSI Jak-Bar Blusukan di Pasar Kalideres dan Sidak Minyak Goreng Bersubsidi

APPSI Jak-Bar Blusukan di Pasar Kalideres dan Sidak Minyak Goreng Bersubsidi

3 hari ago
Komnas Perlindungan Anak Desak Audit Total Daycare Usai Dugaan Kekerasan di Yogyakarta

Komnas Perlindungan Anak Desak Audit Total Daycare Usai Dugaan Kekerasan di Yogyakarta

3 hari ago
SMKN 3 Soppeng terus berkembang raih prestasi buka jurusan baru dan gratiskan biaya pendidikan.

SMKN 3 Soppeng terus berkembang raih prestasi buka jurusan baru dan gratiskan biaya pendidikan.

3 hari ago

Sementara itu, di bandara, buruh migran perempuan kerap menghadapi prosedur wajib pemasangan alat kontrasepsi sebelum bekerja di luar negeri. Praktik ini merampas hak dasar atas tubuh dan kesehatan.

“Tubuh perempuan bukan milik negara, bukan milik pasar. Tapi faktanya, negara masih membiarkan praktik-praktik yang mengontrol dan mengeksploitasi tubuh rakyatnya,” tegas Riska Carolina, Co-Koordinator WMJ 2025.

Angka yang Mengguncang

Data memperlihatkan kenyataan yang pahit. Sepanjang 2024, Jakarta Feminist mencatat 209 kasus femisida—pembunuhan terhadap perempuan karena identitas gender mereka. Hampir setengahnya bermula dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Setiap dua hari ada satu perempuan dibunuh. Itu bukan sekadar statistik, tapi tragedi kemanusiaan yang bisa dicegah,” kata Anindya Restuviani, Direktur Jakarta Feminist.

Komnas Perempuan juga melaporkan lebih dari 330 ribu kasus kekerasan berbasis gender pada tahun yang sama. Namun angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar, karena banyak korban yang memilih diam akibat stigma dan ancaman reviktimisasi.

Luka Struktural

Masalah ini tidak bisa dilepaskan dari akar struktural. Pendidikan seksual komprehensif masih tabu. Kebijakan hukum lebih sering berpihak pada kepentingan modal ketimbang rakyat. Layanan kesehatan reproduksi masih sulit diakses, apalagi bagi kelompok rentan.

Bagi penyandang disabilitas, tantangannya lebih berat. Nissi, aktivis Themis, menuturkan:
“Segala hal didesain dari sudut pandang orang non-disabilitas. Informasi publik minim bahasa isyarat. Lapangan kerja hampir tertutup. Bahkan alat bantu dan obat-obatan tidak terjangkau. Diskriminasi ini membuat hidup semakin berat.”

Ketika negara abai, diskriminasi melekat dalam sistem dan memperdalam luka sosial.

Dari Kritik Menuju Solusi

WMJ 2025 menolak berhenti di kritik. Mereka mengajukan Sebelas Dalil Keadilan Feminis, sebuah peta jalan menuju perubahan yang lebih manusiawi.

1. Kesehatan Universal dan Inklusif
Akses layanan kesehatan, termasuk aborsi aman dan HIV/AIDS, harus bebas stigma dan diskriminasi. BPJS wajib menanggung kebutuhan korban kekerasan dan penyandang disabilitas.

2. Pendidikan Membebaskan
Kurikulum seksualitas komprehensif untuk pencegahan kekerasan. Pendidikan ramah gender, adat, dan inklusif bagi disabilitas.

3. Ekonomi yang Setara
Segera sahkan RUU PPRT. Akui kerja perawatan sebagai kerja penting. Hapus praktik magang eksploitatif.

4. Hukum Berpihak pada Korban
Cabut regulasi diskriminatif. Revisi UU yang bias gender. Akui femisida sebagai krisis nasional.

5. Ruang Aman Publik dan Digital
Hentikan pelecehan berbasis teknologi seperti deepfake dan doxing. Lindungi kebebasan berekspresi tanpa kriminalisasi.

Peran Setiap Pihak

Perubahan tidak bisa hanya menunggu negara. Ada peran kolektif yang bisa dimainkan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Individu bisa berhenti menyalahkan korban, mendukung penyintas, dan aktif melaporkan kasus kekerasan.

Komunitas dapat membuka ruang aman, menghidupkan solidaritas, dan mendukung UMKM perempuan.

Negara wajib melahirkan kebijakan inklusif dan memastikan perlindungan bagi yang paling rentan.

“Tanpa kerja-kerja perawatan, negara ini tidak akan berjalan. Tapi sampai sekarang, kerja PRT tidak diakui dan upahnya minim. Itu harus segera berubah,” kata Jumisih dari Jala PRT.

Luka yang Disembunyikan

WMJ juga menyoroti upaya negara menghapus sejarah kelam. Dalam draft penulisan ulang sejarah nasional, tidak ada informasi tentang pelanggaran HAM berat, termasuk penderitaan perempuan pada 1965, Aceh, Timor Leste, hingga Mei 1998.

“Pemutihan sejarah itu sama saja menambah luka. Tubuh perempuan pernah dijadikan alat represi negara, tapi hingga kini tidak ada pertanggungjawaban,” ujar Desta dari KontraS.

Harapan di Jalanan

Di tengah situasi darurat demokrasi dan HAM, WMJ 2025 menjadi simbol harapan. Meski aksi long march hanya sehari, pesan yang mereka bawa adalah pesan jangka panjang: tubuh harus dihormati, hak harus dijamin, dan rakyat harus dilindungi.

“Ruang ini bukan sekadar untuk melawan, tapi juga membayangkan masa depan yang lebih adil,” ujar Riska Carolina.

Harapan itu sederhana tapi besar: anak perempuan bisa tumbuh tanpa takut dilecehkan, perempuan adat bisa hidup tenang di tanah leluhurnya, dan buruh migran bisa bekerja tanpa dipaksa mengorbankan tubuh mereka.

Menyulam Masa Depan

Women’s March Jakarta 2025 adalah panggilan untuk berani berubah. Ia menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya soal hak memilih lima tahun sekali, tapi juga hak untuk hidup dengan bermartabat setiap hari.

“Tubuh adalah milik kita sendiri. Bukan milik negara, bukan milik pasar, apalagi patriarki,” kata Prilly, pengacara publik LBH APIK Jakarta.

Dengan Sebelas Dalil Keadilan Feminis, WMJ memberi peta jalan. Kini pertanyaannya: apakah negara, masyarakat, dan kita semua berani melangkah bersama menuju masa depan yang adil dan setara?

Tentang Women’s March Jakarta 2025
Women’s March Jakarta adalah aksi tahunan yang dimulai pada 2017. Tahun 2025, WMJ kembali hadir mengusung tema “Tubuh Bukan Milik Negara”, melibatkan komunitas feminis, queer, adat, buruh, mahasiswa, disabilitas, hingga masyarakat marjinal, untuk bersama menyuarakan keadilan gender, HAM, dan demokrasi.

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/13/pemkot-kupang-gandeng-pemuda-katolik-komcab-kota-kupang-dalam-diskusi-publik-bijak-kelola-sampah/
Via: Gi-media.com
Tags: DemokrasiHukumperempuan
Previous Post

Merajut Impian Bersama FIFGROUP: 36 Tahun Menjadi Teman Perjalanan Finansial Masyarakat

Next Post

Jalan Panjang Mewujudkan Mimpi Bersama Astra

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare
Hukum

DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

by redaksi
Mei 1, 2026
0

Aceh — Dugaan penganiayaan terhadap balita terjadi di Babypreneur Daycare Khalifah Aceh dan mencuat ke publik setelah beredar di media...

Read more
Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

April 30, 2026
Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

April 30, 2026
Menyongsong Hari Buruh: Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Menyongsong Hari Buruh: Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

April 29, 2026
Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

Wali Kota Munjirin Resmikan Bank Sampah Induk “Makasar Ceria”, Dorong Pengelolaan dari Sumber

April 29, 2026
APPSI Jak-Bar Blusukan di Pasar Kalideres dan Sidak Minyak Goreng Bersubsidi

APPSI Jak-Bar Blusukan di Pasar Kalideres dan Sidak Minyak Goreng Bersubsidi

April 28, 2026
Next Post
Jalan Panjang Mewujudkan Mimpi Bersama Astra

Jalan Panjang Mewujudkan Mimpi Bersama Astra

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Puput Carolina Guncang Pekanbaru Lewat Hyper Best Collective di Andrew’s Party Mart

Puput Carolina: Multi-Talenta Indonesia yang Menembus Panggung Internasional

Mei 1, 2026
DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

Mei 1, 2026
Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

April 30, 2026
Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

April 30, 2026

Recent News

Puput Carolina Guncang Pekanbaru Lewat Hyper Best Collective di Andrew’s Party Mart

Puput Carolina: Multi-Talenta Indonesia yang Menembus Panggung Internasional

Mei 1, 2026
DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

DIBALIK PINTU DAYCARE: Ada Darurat Kekerasan di Aceh, Komnas Perlindungan Anak Desak Pembenahan Total Daycare

Mei 1, 2026
Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

Ascott Hadirkan Promo Staycation “Plesiran di Jakarta” Sambut HUT ke-499 Ibu Kota

April 30, 2026
Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

Viral! Jurnalis  ‘Diusir’ dari Acara Resmi Perusahaan Tbk—Ada Apa di Balik Public Expose Ini?

April 30, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,381)
  • DPD/DPRD/DPR RI (10)
  • Ekonomi (250)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (49)
  • Hukum (1,117)
  • Internasional (92)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (591)
  • Olahraga (46)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (98)
  • Politik (108)
  • REDAKSI (306)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (52)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara