
Simalungun,GI-Media.com – Puluhan Warga Kampung Simponi Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Badar,Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatmera Utara,melakukan aksi unjukrasa menutup tangkahan pasir yang beroprasi di sungai Bahbolon.

Massa menuntut agar tangkahan pasir yang beroperasi di bantaran Sungai Bahbolon segera ditutup,pada aksinya massa memblokir jalan dan memaksa agar alat berat yang beroprasi dihentikan,mobil-mobil pengangkut pasir disuruh meninggalkan lokasi.
Menurut massa tangkahan pasir yang tidak memiliki izin oprasional galian C dari dinas terkait harus ditutup,massa menuding dampak lingkungan akibat adanya tangkahan ilegal,debu yang timbul akibat pasir yang tercecer membuat warga sekitar terganggu,jalan kelurahan menjadi rusak walau di benahi namun tidak maksimal,pengerukan pasir yang dinilai amburadul dikawatirkan akan terjadi erosi di sungai Bahbolon.
Suherman,salah seorang dari pengunjuk rasa menyampaikan tiga poin tuntutannya,”kami meminta agar debu pasir dapat terselesaikan, pengusaha galian C menunjukan surat izin usaha pertambangan nya (SIUP),perbaikan jalan harus maksimal,jangan cuman ditutup tanah dan pasir saja,ucap herman.
Sementara Ramlan Manalu salah satu Humas Abd Rahman mengatakan bahwa tangkahan pasir di Sungai Bahbolon Kelurahan Perdagangan I Kecamatan Bandar,Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara,suda memilik Ijin Usah Mikro Kecil,kode KBLI 08104,nama KBLI Penggalian Pasir,diterbitkan pada tanggal 9 Juli 2020,oleh Bupati Simalungun.
“Untuk lingkungan sekitar,kami ada menyisihkan Rp 3000 Rupiah per motornya,pembagianya Seribu Rupiah untuk tempat Ibadah,dan dua Ribu Rupiah untuk masyarakat sekitar,dana itu dikelolah masyakat setempat.
Kami selalu memperbaiki jalan yang rusak,mengenai abu yang berserakan,sejak lama kami suda gunakan mobil tangki,untuk menyiram jalan dari mulai kampung simponi sampai kota Perdagangan dan sekitarnya.
“Ya nanti kita kordinasikan kembali
pada warga yang demo tadi,apa saja harapan mereka,bila kita masi mampu nanti kita penuhi,jelasnya.(**)























Discussion about this post