• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Respons Pengusaha atas Penolakan Tax Amnesty oleh Menkeu Purbaya: Antara Kredibilitas dan Kepercayaan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan menolak dilaksanakan tax amnesty jilid III.

redaksi by redaksi
September 23, 2025
in Ekonomi
0
Respons Pengusaha atas Penolakan Tax Amnesty oleh Menkeu Purbaya: Antara Kredibilitas dan Kepercayaan
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Respons Pengusaha atas Penolakan Tax Amnesty oleh Menkeu Purbaya: Antara Kredibilitas dan Kepercayaan

Jakarta, September 2025 — Pemerintah baru-baru ini menimbulkan perdebatan setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan menolak dilaksanakan tax amnesty jilid III. Keputusan ini mendapat tanggapan dari pelaku usaha, yang menyambut penolakan tersebut sebagai langkah positif guna menjaga kredibilitas sistem perpajakan dan memperkuat kepatuhan wajib pajak.

Latar Belakang: Apa Itu Tax Amnesty dan Keputusan Purbaya

ADVERTISEMENT

Tax amnesty adalah kebijakan pengampunan pajak di mana wajib pajak memperoleh kesempatan untuk melaporkan dan membetulkan kewajiban pajak yang belum disetorkan, sering kali dengan persyaratan denda yang relatif ringan atau tanpa sanksi tertentu. Tujuannya adalah mengumpulkan pajak terutang dan memperluas basis pajak.

BeritaTerkait

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

2 minggu ago
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

2 minggu ago
Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

2 minggu ago
BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

2 minggu ago

Purbaya menolak ide mengadakan tax amnesty jilid III dengan alasan bahwa kebijakan tersebut potensi merusak kredibilitas pemerintah dalam penegakan pajak. Ia menyebutkan bahwa jika tax amnesty dilakukan lagi dan lagi—seperti setiap beberapa tahun—pesan yang dikirim ke masyarakat adalah bahwa pelanggaran pajak diperbolehkan karena suatu saat akan ada amnesty baru.

Sudut Pandang Pengusaha: Dukungan Terhadap Penolakan

Beberapa tokoh pengusaha mengapresiasi sikap Menkeu.

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mengatakan bahwa tax amnesty selama ini belum efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Ia menyebut bahwa inovasi dalam sistem pelayanan pajak — khususnya melalui layanan digital seperti CoreTax — yang semakin mudah diakses, mampu menjadi daya tarik agar wajib pajak bersedia memenuhi kewajiban pajaknya.

Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menekankan pentingnya membangun sistem perpajakan yang positif dan menghargai wajib pajak. Menurutnya, wajib pajak harus merasa diakui, diberi kepercayaan, bukan merasa “diincar” atau “dipersalahkan.”

Masalah-masalah yang Diangkat

1. Isu kredibilitas dan moral hazard
Dengan tax amnesty berulang kali, menurut Purbaya, muncul risiko moral hazard: orang merasa bahwa pelanggaran pajak bisa ditoleransi karena akan ada kesempatan serupa di masa depan. Ini berpotensi melemahkan kepatuhan sukarela (voluntary compliance) dalam jangka panjang.

2. Efektivitas yang diragukan
Para pengusaha berpendapat bahwa tax amnesty belum terbukti efektif sebagai alat jangka panjang untuk meningkatkan kepatuhan pajak. Efeknya bisa sementara saja, karena setelah amnesty selesai, kepatuhan bisa kembali menurun.

3. Pelayanan dan kepercayaan
Ditekankan bahwa pelayanan pajak yang mudah, ramah, transparan, dan berbasis digital akan lebih memotivasi wajib pajak daripada insentif tax amnesty semata. Kepercayaan menjadi kata kunci: wajib pajak harus merasa bahwa mereka mendapat layanan yang menghargai, bukan hanya dipaksa atau diintimidasi.

Rekomendasi Alternatif: Apa yang Bisa Dilakukan Sebagai Pengganti Tax Amnesty

Pengusaha dan pelaku negeri menyarankan beberapa strategi yang dianggap lebih sustainable:

Pengembangan sistem digital perpajakan
Peningkatan akses ke sistem seperti CoreTax, yang memudahkan pelaporan, pelacakan, dan pembayaran pajak, dianggap sangat penting. Meminimalisir hambatan administratif akan membantu kepatuhan secara sukarela.

Sosialisasi dan edukasi berkala
Keterbukaan informasi mengenai hak dan kewajiban wajib pajak, serta manfaat dari pajak yang dibayar (misalnya pembangunan, pelayanan publik), bisa meningkatkan rasa memiliki dan kesadaran kepatuhan.

Penciptaan lingkungan yang menghargai wajib pajak
Wajib pajak perlu merasa “dihargai”—tidak hanya sebagai sumber penerimaan negara, tetapi sebagai partner yang memiliki hak mendapat layanan yang baik. Kejelasan prosedur, keadilan dalam penegakan hukum, serta insentif yang realistis bagi yang taat (misalnya pengurangan administratif, penghargaan publik) perlu diperkuat.

Implikasi Kebijakan: Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan

1. Stabilitas penerimaan negara
Pajak adalah komponen utama dari APBN. Jika kepatuhan pajak meningkat karena sistem yang baik, digitalisasi yang efisien, dan kepercayaan publik, penerimaan negara akan lebih stabil dan bisa direncanakan dengan lebih baik tanpa harus mengandalkan kebijakan luar biasa seperti amnesty.

2. Keadilan dan persepsi publik
Apabila masyarakat melihat bahwa perlakuan terhadap wajib pajak konsisten dan adil, akan muncul persepsi bahwa sistem perpajakan itu kredibel dan tidak memihak. Sebaliknya, amnesty yang terkesan “pelampiasan” bisa menimbulkan kritik bahwa pemerintah memberi toleransi terhadap pelanggaran.

3. Kepatuhan jangka panjang vs solusi darurat
Tax amnesty seringkali dianggap solusi jangka pendek untuk menambah penerimaan. Namun, tanpa dukungan sistem jangka panjang yang kuat — pendidikan pajak, pelayanan memadai, enforcement yang konsisten — efek positifnya mungkin hanya sementara.

Kesimpulan

Penolakan terhadap tax amnesty jilid III oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha. Alih-alih mengulang kebijakan pengampunan pajak, banyak pihak menyarankan bahwa strategi yang lebih efektif adalah memperkuat sistem perpajakan melalui digitalisasi, pelayanan yang baik, serta membangun kepercayaan antara pemerintah dan wajib pajak.

Kebijakan ini menjadi ujian bagi Pemerintah: apakah mampu mewujudkan sistem yang mendorong kepatuhan pajak sukarela, profesional, dan berkelanjutan. Ke depan, fokus pada transparansi, keadilan, dan integritas dalam penegakan pajak akan menjadi kunci penentu suksesnya reformasi perpajakan Indonesia.

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/20/https-gi-media-com-2025-09-19-https-gi-media-com-2025-09-18-https-www-instagram-com-prabowo/
Via: : tax amnesty, Purbaya Yudhi Sadewa, kepatuhan pajak, digitalisasi pajak, CoreTax, kredibilitas pemerintah, wajib pajak Indonesia.
Tags: : tax amnestyCoreTaxdigitalisasi pajakkepatuhan pajakkredibilitas pemerintahPurbaya Yudhi Sadewawajib pajak Indonesia.
Previous Post

Tabungan Emas Pegadaian: Jalan Inklusif untuk Pekerja Informal dan Generasi Muda

Next Post

Prabowo Ajukan Opsi Pengakuan Israel Syarat Palestina Merdeka — Saat Dunia Menekan Israel & Amerika atas Tindakan Genosida

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen
Daerah

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 29, 2026
0

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menemui masyarakat yang sebelumnya tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen di hunian baru...

Read more
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

Agustus 28, 2026
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Agustus 28, 2026
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Agustus 27, 2026
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Agustus 27, 2026
Next Post
Krisis Gaza: Perempuan dan Anak Perempuan Menanggung Dampak Terberat Konflik

Prabowo Ajukan Opsi Pengakuan Israel Syarat Palestina Merdeka — Saat Dunia Menekan Israel & Amerika atas Tindakan Genosida

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,449)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,440)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara