• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Vape Mengandung Narkoba Marak, Capt. Hakeng: Pelaut Bisa Jadi Korban Tak Sadar dan Terancam Pidana serta Karir Kandas

redaksi by redaksi
Februari 21, 2026
in Hukum
0
Vape Mengandung Narkoba Marak, Capt. Hakeng: Pelaut Bisa Jadi Korban Tak Sadar dan Terancam Pidana serta Karir Kandas
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA, Gi-media.com,

21 Februari 2026 – Dunia maritim Indonesia kini menghadapi ancaman keselamatan baru yang tidak terlihat, namun sangat mematikan bagi karir pelaut dan keselamatan aset nasional. Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.H., M.Mar, menyuarakan peringatan keras terhadap tren penggunaan rokok elektrik atau vape di lingkungan pelayaran.

ADVERTISEMENT

Bukan tanpa alasan, desakan ini muncul setelah adanya temuan mencengangkan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengungkap bahwa 24% dari sampel liquid vape yang beredar bebas di masyarakat mengandung narkotika. Capt. Hakeng menegaskan bahwa fakta ini menempatkan pelaut pada posisi yang sangat rentan. Banyak pelaut menggunakan vape sebagai gaya hidup tanpa menyadari bahwa setiap hirupan asap tersebut berpotensi mengandung zat terlarang yang dapat menghancurkan hidup mereka.

BeritaTerkait

RDP di DPRD Jadi Bukti, Rukun Wargi Sumedang dan Masyarakat Adat Kompak Tolak PLTP Tampomas

10 jam ago

Bull Casino im Praxistest: Glanz, Grenzen und ein teurer Fehler

22 jam ago

NetWrix Auditor Standalone FileCR

22 jam ago

Kawal UU PPRT, Mahasiswa Hukum UNDIP Temui Kemnaker, Kemenkum dan BPHN Bawa 8 Rekomendasi

23 jam ago

*Perlindungan Pelaut: Korban yang Tidak Disadari*
Capt. Hakeng menekankan bahwa fokus utama dari desakan larangan ini adalah untuk melindungi pelaut itu sendiri. “Kita harus melihat pelaut sebagai aset bangsa yang harus dilindungi. Banyak dari rekan-rekan pelaut yang tidak sadar bahwa liquid vape yang mereka beli secara bebas mungkin mengandung narkotika seperti MDMA atau Etomidate. Tanpa sadar, mereka menghisap racun yang merusak fungsi kognitif. Dampaknya fatal: mereka bisa terjerat hukum positif, kehilangan sertifikat kompetensi (CoC) selamanya, hingga menyebabkan kecelakaan kapal akibat penurunan kesadaran secara tiba-tiba,” ujar Capt. Hakeng dengan nada prihatin.

Ia mendesak para pemilik perusahaan pelayaran untuk proaktif menerapkan kebijakan zero-vape. “Jangan biarkan pelaut kita terjebak dalam masalah hukum dan kehilangan masa depan hanya karena ketidaktahuan mereka terhadap kandungan liquid vape yang kian tidak terkendali di pasaran.”

*Sinergi Hubla dan Pemilik Kapal: Mitigasi Sebelum Tragedi*
Capt. Hakeng secara khusus menaruh harapan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) selaku regulator untuk segera menerbitkan payung hukum yang tegas.

“Segera terbitkan Surat Edaran atau Peraturan Dirjen yang melarang penggunaan vape di atas kapal. Di sisi lain, para pemilik kapal harus menjadi garda terdepan pelopor larangan ini melalui integrasi ke dalam Safety Management System (SMS). Ini bukan soal mengekang gaya hidup, tapi soal proteksi terhadap nyawa, karir pelaut, dan investasi besar kapal-kapal kita,” tegasnya.

*Asap Vape dan Bom Waktu “Human Error”*
Selama ini, human error sering menjadi kambing hitam kecelakaan laut. Dengan temuan narkoba dalam vape, risiko ini berlipat ganda. Paparan zat adiktif dalam aliran darah kru kapal dapat memicu hilangnya fokus dan daya nilai dalam navigasi.

“Laut bukan tempat untuk bermain-main dengan kesadaran. Sekali saja kru kapal kehilangan fokus akibat paparan zat terlarang yang tidak mereka sadari ada dalam vape, nyawa seluruh orang di atas kapal dan keselamatan navigasi menjadi taruhannya. Ini adalah bentuk ‘sabotase terselubung’ terhadap kelaiklautan kapal,” jelasnya.

*Pilar Hukum dan Konsekuensi Fatal*
Dalam kacamata hukum, Capt. Hakeng mengingatkan bahwa berdasarkan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 117, kelaiklautan kapal mencakup kecakapan awak kapal. Awak kapal yang terpapar narkoba membuat status kapal menjadi unseaworthy (tidak laik laut).

Secara internasional, Indonesia terikat pada STCW 1978 Amandemen Manila 2010 dan panduan IMO (MSC/Circ.1010) yang menuntut kebijakan Zero Tolerance terhadap narkoba. Kelalaian dalam hal ini dapat mengakibatkan kapal terkena “cap merah” oleh Port State Control (PSC) di luar negeri, merusak reputasi maritim Indonesia, hingga menghanguskan klaim asuransi (P&I Club) jika terjadi insiden.

*Jalan Keluar: Mitigasi Terukur yang bisa dilakukan*
Sebagai praktisi maritim, Capt. Hakeng menawarkan solusi konkret untuk memutus rantai risiko ini. Pertama, regulasi nasional harus segera melarang vape di seluruh area operasional kapal. Kedua, harus ada pemeriksaan narkoba mendadak (Mandatory Random Drug Test) yang dilakukan secara konsisten dilakukan diatas kapal. Ketiga, larangan ini harus termaktub dalam audit tahunan Safety Management System (SMS) perusahaan.

“Laut tidak pernah memaafkan kesalahan. Membiarkan vape di atas kapal sama saja dengan membiarkan rekan pelaut kita berjalan menuju jurang hukum dan kecelakaan tanpa mereka sadari. Kita butuh aksi nyata sebelum tragedi besar terjadi,” pungkas Capt. Hakeng.

Previous Post

Mayjend (Purn) Rudolf Meninggal di Usia 79 Tahun dan Dimakamkan di TMP Kalibata 

Next Post

Upacara Sasi di Losa & Piliana, Simbol Perlawanan Rakyat Seram Terhadap “Mafia Karbon’

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Hukum

DPD PGR Sukabumi Gelar Rapat Konsolidasi, Matangkan Kebutuhan Sekretariat Legos

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 25, 2026
0

SUKABUMI, Gi-media.com, - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat (PGR) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat konsolidasi internal pada Sabtu (24/10/2026)...

Read more

Fakta RDPU 21 Oktober: Bupati Tak Hadir, 22.514 Hektare Gunung Tampomas Sudah Diajukan Geothermal Tanpa Kajian

Oktober 25, 2026

007: First Light Deluxe Edition Crack Fixed GOG Release

Oktober 24, 2026

DI MANA TAKDIR NEGERI NUSANTARA

Oktober 24, 2026

RDP di DPRD Jadi Bukti, Rukun Wargi Sumedang dan Masyarakat Adat Kompak Tolak PLTP Tampomas

Oktober 24, 2026

Bull Casino im Praxistest: Glanz, Grenzen und ein teurer Fehler

Oktober 24, 2026
Next Post
Upacara Sasi di Losa & Piliana, Simbol Perlawanan Rakyat Seram Terhadap “Mafia Karbon’

Upacara Sasi di Losa & Piliana, Simbol Perlawanan Rakyat Seram Terhadap “Mafia Karbon'

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,502)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,784)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (619)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (209)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara