• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Daerah

Upacara Sasi di Losa & Piliana, Simbol Perlawanan Rakyat Seram Terhadap “Mafia Karbon’

redaksi by redaksi
Februari 21, 2026
in Daerah
0
Upacara Sasi di Losa & Piliana, Simbol Perlawanan Rakyat Seram Terhadap “Mafia Karbon’
0
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com MALUKU, SERAM – 09 Februari 2026 Suasana di pedalaman hutan Dusun Losa dan Negeri Piliana, Pulau Seram, mendadak berubah mencekam sekaligus khidmat.

Puluhan masyarakat adat dengan ikat kepala merah (Kain Berkat) dan senjata tradisional parang di pinggang, turun ke hutan bukan untuk berburu, melainkan untuk menjaga nafas anak cucu mereka dari ancaman komersialisasi hutan yang dilakukan secara diam-diam.

Puncaknya terjadi pada 4 Februari 2026, di mana masyarakat adat di bawah komando Raja Negeri Piliana resmi melaksanakan Upacara Sasi Adat.

ADVERTISEMENT

Langkah ekstrem ini diambil sebagai respon atas dugaan pengkhianatan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku yang dituding telah menjual kedaulatan hutan ulayat melalui skema perdagangan karbon (Carbon Trading) kepada pihak asing..

BeritaTerkait

Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

5 hari ago
Pangdam II/Sriwijaya Resmi Tutup Dikmaba Infanteri TA 2026: Bintara Remaja Berpangkat Sersan dua (Serda) Siap Mengabdi untuk Bangsa

Pangdam II/Sriwijaya Resmi Tutup Dikmaba Infanteri TA 2026: Bintara Remaja Berpangkat Sersan dua (Serda) Siap Mengabdi untuk Bangsa

5 hari ago
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Bertemu, Sinergi Keamanan Jadi Fokus

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Bertemu, Sinergi Keamanan Jadi Fokus

5 hari ago
Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

6 hari ago

Patok “Hutan Lindung”: Perlindungan atau Penjualan?

Penelusuran di lapangan menunjukkan maraknya pemasangan patok bertuliskan “Hutan Lindung” di wilayah mencari masyarakat. Namun, warga mencium aroma konspirasi.

“Ini bukan tanda perlindungan negara, ini adalah cara mereka mengunci akses kami agar mereka bisa menjual kredit karbon ke perusahaan luar tanpa gangguan,” ujar salah satu warga saat prosesi sasi.

Skema yang diduga dijalankan oleh oknum di Dinas Kehutanan Maluku bersama perusahaan pendamping seperti PT Berlian Berdikari Mandiri ini mencakup:

* Privatisasi Udara: Menguangkan oksigen dari pohon di tanah adat melalui sertifikat karbon internasional.

* Eksklusi Masyarakat: Melarang warga masuk ke hutan dengan dalih konservasi, padahal nilai finansial karbonnya dikelola secara gelap oleh oknum.

* Ketiadaan Transparansi: Tidak ada sosialisasi maupun bagi hasil yang adil bagi masyarakat adat sebagai pemilik ulayat.

Perlawanan di Losa dan Piliana
Dalam foto-foto yang berhasil dihimpun, terlihat para pejuang adat berdiri kokoh di tengah rimbunnya hutan bambu dan pakis haji Pulau Seram. Upacara Sasi yang dilakukan bukan sekadar ritual, melainkan hukum adat tertinggi yang melarang siapapun, termasuk pemerintah, menyentuh wilayah tersebut sebelum masalah hukum dan hak ulayat diselesaikan..

“Kami tidak butuh label ‘Hutan Lindung’ jika itu artinya kami menjadi asing di tanah sendiri. Nenek moyang kami sudah melindungi hutan ini jauh sebelum dinas-dinas itu ada,” tegas pimpinan adat setempat.

Desakan kepada Gubernur Hendrik Lewerissa
Aksi massa dan sasi adat ini mengirimkan pesan kuat kepada Gubernur Maluku yang baru, Hendrik Lewerissa. Rakyat menuntut langkah nyata:

* Audit Total: Periksa semua kontrak karbon yang telah ditandatangani oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dalam dua tahun terakhir.

* Bekukan Izin: Cabut keterlibatan perusahaan perantara yang beroperasi tanpa persetujuan masyarakat adat.
* Pembersihan Internal: Pecat oknum yang terbukti menjadi “makelar karbon” di tubuh pemerintahan.

Analisis Jurnalisme: Kedaulatan di Ujung Tanduk
Jika praktik perampokan berkedok konservasi ini dibiarkan, Pulau Seram akan menjadi contoh nyata “Kolonialisme Hijau” (Green Colonialism). Di mana rakyat dilarang menebang satu pohon pun untuk bertahan hidup, sementara oknum di kota besar meraup jutaan dolar dari hasil menjual hak emisi karbon ke perusahaan pencemar di luar negeri.

Upacara Sasi di Losa dan Piliana adalah peringatan terakhir. Rakyat Seram telah bersatu. Sekarang bola panas ada di tangan Gubernur: Berpihak pada rakyat, atau membiarkan mafia terus menguras oksigen Maluku demi kepentingan kantong pribadi.

Tags: maluku
Previous Post

Vape Mengandung Narkoba Marak, Capt. Hakeng: Pelaut Bisa Jadi Korban Tak Sadar dan Terancam Pidana serta Karir Kandas

Next Post

Yonif TP 806/SI Laksanakan Acara Pelepasan Prajurit Ke Kesatuan Baru

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu
Daerah

Serahkan Bantuan Wali Kota Tebing Tinggi Ajak ASN DAN MASYARAKAT Tingkatkan Empati Kepada Warga Kurang Mampu

by RISS
Oktober 24, 2026
0

Gi-Media.Com Tebing Tinggi [Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran aparatur pemerintah untuk...

Read more
Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

Buka Festival Seni Qasidah XIX, Sekda Tebing Tinggi Tekankan Penguatan Karakter Dan Pelestarian Budaya

Oktober 22, 2026
Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah    

Pimpin Entry Briefing, Pangdam IV/ Diponegoro Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Sinergi Dukung Program Pemerintah   

Oktober 21, 2026
Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Transparansi pelayanan Publik

Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Transparansi pelayanan Publik

Oktober 20, 2026
Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

Oktober 20, 2026
Pangdam II/Sriwijaya Resmi Tutup Dikmaba Infanteri TA 2026: Bintara Remaja Berpangkat Sersan dua (Serda) Siap Mengabdi untuk Bangsa

Pangdam II/Sriwijaya Resmi Tutup Dikmaba Infanteri TA 2026: Bintara Remaja Berpangkat Sersan dua (Serda) Siap Mengabdi untuk Bangsa

Oktober 20, 2026
Next Post
Yonif TP 806/SI Laksanakan Acara Pelepasan Prajurit Ke Kesatuan Baru

Yonif TP 806/SI Laksanakan Acara Pelepasan Prajurit Ke Kesatuan Baru

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,502)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,783)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (619)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (209)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara