• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Hilirisasi Berbasis Sumber Daya Alam: Strategi, Realisasi, dan Dampaknya bagi Ekonomi Negeri

Hilirisasi Berbasis Sumber Daya Alam: Strategi, Realisasi, dan Dampaknya bagi Ekonomi Negeri

redaksi by redaksi
September 11, 2025
in Ekonomi
0
0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Indonesia telah lama dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam (SDA): mineral, logam, batu bara, bauksit, nikel, emas, dan lain-lain. Namun sejak dekade terakhir, ada upaya sistemik agar kekayaan SDA tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diproses di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah — yang dikenal sebagai hilirisasi.

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, adalah salah satu aktor utama dalam agenda nasional ini. Selaku induk dari sejumlah perusahaan tambang dan mineral seperti ANTAM, INALUM, PT Vale Indonesia, PT Timah, dan PTBA, MIND ID mendapatkan mandat kuat dari pemerintah untuk memperkuat rantai hulu-hilir, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan devisa, dan memperkuat industri manufaktur nasional.

bagaimana realisasi hilirisasi berbasis SDA oleh MIND ID sejauh ini, data produksinya terbaru, tantangan yang dihadapi, potensi ekonomi yang muncul, serta rekomendasi agar agenda ini makin efektif.

ADVERTISEMENT

Kerangka Kebijakan dan Strategi Hilirisasi di Indonesia

BeritaTerkait

Munjirin Dampingi Pramono Anung Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati

Munjirin Dampingi Pramono Anung Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati

1 bulan ago
Petinggi Danantara Dinilai “Makan Gaji Buta”, Logis 08: Kinerjanya Belum Terlihat untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Petinggi Danantara Dinilai “Makan Gaji Buta”, Logis 08: Kinerjanya Belum Terlihat untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

1 bulan ago
Transaksi Digital Kian Meningkat, Literasi dan Kesadaran Keamanan Jadi Sorotan

Transaksi Digital Kian Meningkat, Literasi dan Kesadaran Keamanan Jadi Sorotan

1 bulan ago
FORRA Laundry Detergent Sheets, Cara Baru Mencuci yang Lebih Praktis dan Bernilai untuk Gaya Hidup Modern

FORRA Laundry Detergent Sheets, Cara Baru Mencuci yang Lebih Praktis dan Bernilai untuk Gaya Hidup Modern

1 bulan ago

Pemerintah Indonesia sejak beberapa tahun terakhir menetapkan kebijakan dan regulasi untuk memperkuat hilirisasi mineral dan batu bara. Kebijakan “industri pertambangan hilir” termasuk dalam dokumen seperti Grand Strategy Mineral dan Batubara.

Hilirisasi Berbasis Sumber Daya Alam: Strategi, Realisasi, dan Dampaknya bagi Ekonomi Negeri

Strategi lainnya termasuk: sinergi antar anggota holding (contoh: ANTAM, INALUM, Freeport), pembangunan fasilitas smelter, refinery, pemurnian emas, alumina, serta dukungan pengembangan proyek hilir baru seperti SGAR (Smelter Grade Alumina Refinery) dan fasilitas pemurnian logam mulia.

Data Realisasi Produksi & Penjualan: Hilirisasi dalam Angka

Berikut beberapa data terkini yang mencerminkan aktivitas hilirisasi MIND ID dan anak usahanya:

Komoditas / Produk Produksi / Target & Realisasi terbaru Keterangan penting

Bijih Nikel Semester I 2025: Produksi ~ 9,10 juta wet metric ton (WMT) bijih nikel; Penjualan mencapai ~ 8,20 juta WMT. Mempertahankan posisi sebagai salah satu produsen utama global dalam bijih nikel mentah.
Feronikel Penjualan ~ 5.763 ton nikel dalam produk feronikel, semester I 2025. Produk hilir dari nikel; menunjukkan kemampuan konversi nilai tambah.
Emas (ANTAM dan kerjasama dengan Freeport) Penjualan emas ANTAM semester I 2025: 29.305 kg — rekor tertinggi sepanjang sejarah. Juga ada kerjasama dengan Freeport untuk memproduksi emas murni 99,99 % melalui fasilitas PMR dan smelter.
Bauksit dan Alumina Bauksit: ~1,03 juta WMT pada semester I 2025. Chemical Grade Alumina: ~91.109 ton. SGAR Mempawah sudah mulai produksi (fase 1) dan akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menekan impor alumina.
Batu Bara PTBA produksi ~21,73 juta ton batu bara semester I 2025; penjualan ~21,62 juta ton. Meskipun bukan mineral logam, hilirisasi juga diarahkan pada pemanfaatan panas dan energi serta konversi ke produk bernilai tambah seperti DME (Dimethyl Ether).

Contoh Implementasi Hilirisasi: Proyek & Kolaborasi Strategis

1. SGAR Mempawah (Smelter Grade Alumina Refinery)

Fase 1 sudah mulai beroperasi akhir 2024.

Kapasitas operasional fase penuh ditargetkan menyerap jutaan ton bijih bauksit per tahun dan menghasilkan ratusan ribu ton alumina.

Ini akan mengurangi impor alumina dan aluminium oksida sebagai bahan baku industri aluminium, kosmetik, industri metalurgi.

 

2. Kerja Sama ANTAM – Freeport Indonesia

Freeport membangun fasilitas Pemurnian Logam Mulia (Precious Metal Refinery / PMR), menghasilkan emas murni, perak, logam platinum group. ANTAM kemudian membeli emas dari PMR ini untuk diproses di dalam negeri.

Tujuan: mengurangi impor bahan baku emas (ingot), meningkatkan kemandirian pasokan, dan memperkuat value chain domestik.

 

3. Diversifikasi Produk Batu Bara

PTBA telah mengembangkan proyek hilirisasi menjadi produk selain bahan bakar langsung: contohnya DME (Dimethyl Ether) dan pengembangan grafit sintetis.

Dampak Ekonomi & Manfaat Nasional

1. Penghematan Devisa

Dengan semakin banyak produk hilir yang sebelumnya diimpor (almumina, bahan baku emas, bahan setengah jadi logam), devisa dapat tetap berada di dalam negeri. Kolaborasi Freeport–ANTAM, misalnya, diperkirakan akan menghemat ratusan triliun rupiah dari impor bahan baku emas.

 

2. Nilai Tambah dan Peningkatan Industri Manufaktur

Produk yang diproses di dalam negeri mempunyai nilai jual lebih tinggi daripada ekspor bahan mentah. Dengan ketersediaan produk hilir (smelter, refinery, alumina, feronikel, emas murni), muncul peluang industri downstream: logam, elektronik, perhiasan, otomotif, bahan kimia, kosmetika, dan lain-lain.

 

3. Lapangan Kerja dan Perputaran Ekonomi Lokal

Pembangunan fasilitas hilir menciptakan lapangan kerja baik langsung di fasilitas produksi maupun tidak langsung: transportasi, logistik, penyediaan energi, konstruksi, penyedia bahan baku pendukung, layanan lokal.

UMKM di daerah pertambangan bisa mendapatkan peluang besar: jasa penginapan, makanan, tenaga kerja lokal, penyedia material, dan infrastruktur.

 

4. Ketahanan Pasokan Domestik

Kebutuhan bahan baku (emas, alumina, nikel, feronikel) untuk industri nasional semakin terjamin. Risiko fluktuasi global, hambatan impor, dan ketidakpastian perdagangan akan sedikit berkurang.

 

5. Penguatan Posisi Indonesia dalam Rantai Nilai Global

Dengan produk-produk hilir seperti alumina, logam mulia, feronikel, Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar global bukan hanya sebagai vendor bahan mentah tetapi juga sebagai produsen barang jadi atau setengah jadi berkualitas tinggi.

Ini juga meningkatkan bargaining power di pasar internasional dan daya tarik investasi asing yang menginginkan rantai nilai terintegrasi.

 

Tantangan & Hambatan

Walau realisasi sudah signifikan, banyak tantangan yang masih harus diatasi agar hilirisasi SDA oleh MIND ID dan Indonesia berjalan optimal:

1. Keterbatasan Infrastruktur dan Logistik

Lokasi tambang/mineral sering di daerah terpencil, akses transportasi, pelabuhan, listrik, air, dan sarana pendukung sering kurang memadai.

Biaya logistik tinggi dapat mereduksi kompetitivitas produk hilir bila dibandingkan produk impor yang mungkin diproduksi di lokasi dengan biaya lebih rendah.

 

2. Permodalan (Financing) dan Investasi Besar

Pembangunan smelter, refinery, dan fasilitas hilir lainnya membutuhkan modal besar dan jangka panjang. Investor butuh kepastian regulasi, stabilitas politik dan fiskal.

Risiko teknis dan harga komoditas global juga mempengaruhi bankabilitas proyek.

 

3. Regulasi & Kepastian Kebijakan

Peraturan terkait mineral, perizinan, lingkungan, pajak, dan bea keluar/masuk harus konsisten. Ketidakpastian bisa menghambat investor.

Perlu regulasi yang mendukung pengolahan dalam negeri dan memberi insentif hilirisasi, misalnya tarif preferensial, kemudahan izin, dukungan fiskal.

 

4. Kualitas dan Teknologi Pengolahan

Fasilitas pengolahan & pemurnian harus memenuhi standar internasional. Teknologi rendah efisiensi bisa menyebabkan limbah, polusi, dan produk berkualitas rendah.

Kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga penting: perlu tenaga teknik, ahli manufaktur, pemeliharaan mesin, dan manajemen rantai nilai.

 

5. Ketersediaan Sumber Daya & Cadangan

Untuk mempertahankan kesinambungan produksi hilir, diperlukan cadangan mineral yang cukup dan eksplorasi yang aktif. Konsep reserve replacement ratio harus dijaga.

Sering ada isu lingkungan dan sosial: dampak penambangan, reklamasi, tata guna lahan, hak masyarakat adat, dan sebagainya.

 

6. Permintaan Global & Harga Komoditas

Fluktuasi harga pasar dunia sangat mempengaruhi profitabilitas produk hilir. Bila harga bahan mentah turun drastis, proyek hilir bisa tertekan.

Permintaan dari luar negeri juga bisa berubah; penting bagi hilirisasi domestik agar juga melihat pasar dalam negeri dan diversifikasi produk.

Rekomendasi Agar Hilirisasi Makin Optimal

Berikut beberapa rekomendasi agar strategi hilirisasi berbasis SDA oleh MIND ID dan pemerintah bisa semakin efektif, berkelanjutan, dan berdampak positif:

1. Perkuat Integrasi Rantai Nilai di Semua Lapisan

Dari hulu (eksplorasi mineral) → pengangkutan/logistik → pengolahan primer (smelter/refinery) → produk hilir/manufaktur.

Pastikan koordinasi antar perusahaan di holding, antara pemerintah pusat & daerah, serta swasta agar tidak terjadi redundansi atau kesenjangan.

 

2. Insentif Kebijakan & Fasilitasi Regulasi

Pengurangan bea masuk/keluar, tarif pajak, dan insentif fiskal untuk fasilitas hilir.

Penyederhanaan perizinan dan dukungan regulasi yang stabil agar investasi jangka panjang aman.

 

3. Pengembangan SDM dan Teknologi

Investasi besar dalam pelatihan tenaga kerja teknik, operator, manajemen industri.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan perusahaan teknologi agar fasilitas hilir menggunakan teknologi efisien dan ramah lingkungan.

 

4. Pembangunan Infrastruktur Pendukung

Perkuat akses transportasi (jalan, rel, pelabuhan), jaringan listrik yang stabil, air bersih, dan fasilitas logistik yang memadai.

Infrastruktur tidak hanya di sekitar tambang, tapi juga wilayah industri hilir dan pusat manufaktur.

 

5. Eksplorasi dan Keberlanjutan Cadangan

Memastikan eksplorasi terus dilakukan agar cadangan mineral selalu digantikan.

Penerapan prinsip pertambangan yang berkelanjutan (environmentally sustainable mining), reklamasi area tambang, dan pelibatan masyarakat setempat.

 

6. Pengelolaan Lingkungan dan Sosial

Standar AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), pengelolaan limbah, emisi, efek sosial terhadap masyarakat adat dan komunitas lokal.

Program CSR yang nyata: pengembangan ekonomi desa, kesehatan, pendidikan.

 

7. Diversifikasi Produk & Pasar

Tidak hanya fokus pada satu atau dua produk hilir. Misalnya, selain alumina dan emas, juga kembangkan produk berbasis nikel untuk baterai, logam-logam paduan, bahan kimia.

Manfaatkan pasar dalam negeri agar ketergantungan ekspor tidak menjadi kelemahan ketika ada hambatan akses pasar global.

Studi Kasus: Hilirisasi Emas dan Alumina

Untuk memperjelas secara konkret, berikut dua studi kasus:

Studi Kasus 1 – Emas: Freeport & ANTAM

Freeport Indonesia membangun fasilitas Pemurnian Logam Mulia (PMR), yang menghasilkan emas murni, perak, dan logam mulia lainnya.

ANTAM membeli emas dari PMR ini dan memprosesnya menjadi produk logam mulia di dalam negeri. Sebelumnya, ANTAM banyak mengimpor bahan baku emas (ingot) dari luar negeri; kini sebagian besar kebutuhannya bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Produksi emas ANTAM pada semester I 2025: 29.305 kg, rekor tertinggi.

Manfaatnya antara lain penghematan devisa, peningkatan kemandirian pasokan logam mulia, pembukaan lapangan kerja di fasilitas pemurnian, peningkatan kemampuan teknis & kepakaran lokal.

Studi Kasus 2 – Alumina: SGAR Mempawah

SGAR Fase I telah mulai commissioning. Kapasitasnya ditujukan untuk memproduksi alumina berkualitas Smelter Grade untuk memenuhi kebutuhan industri aluminum di dalam negeri.

Indonesia sebelumnya impor alumina dalam jumlah besar. Dengan SGAR, impor dapat ditekan, dan pelbagai industri downstream yang memerlukan alumina — seperti aluminium, industri kimia — akan lebih terjamin supply-nya.

Proyek ini juga melibatkan ANTAM dan INALUM dalam joint venture (PT Borneo Alumina Indonesia).

Tantangan Spesifik Berdasarkan Komoditas

Komoditas berbeda menghadapi tantangan berbeda dalam Hilirisasi:

Nikel: Walau produksi bijih dan feronikel sudah tinggi, pengolahan lebih lanjut seperti matte, katoda, atau bahan baterai masih memerlukan investasi teknologi tinggi dan kemitraan internasional.

Bauksit / Alumina: Masalahnya adalah kualitas bijih, kebutuhan energy besar proses Bayer, air, dan dampak lingkungan: limbah red mud, pengelolaan tailing.

Emas & Logam Mulia: Kualitas produk murni, pemurnian, sertifikasi internasional, dan memenuhi standar pasar global penting agar mampu diekspor atau digunakan dalam industri nasional.

Batu Bara & Energi: Transisi ke energi bersih menjadi tantangan: permintaan batu bara mungkin dipertanyakan di masa depan, regulasi emisi, dan kebutuhan untuk diversifikasi energi.

Perspektif Ke Depan & Inovasi Potensial

1. Pengembangan Ekosistem Baterai dan Mobilitas Listrik

Nikel sebagai bahan katoda baterai (untuk mobil listrik), dan logam-pendukung lainnya menjadi sangat strategis. MIND ID menunjukkan tren memperkuat ekosistem kendaraan listrik bekerjasama dengan Indonesia Battery Corporation dan mitra asing.

Jika hilirisasi baterai bisa sukses, Indonesia bisa menjadi pusat pengolahan baterai, bukan hanya bahan baku nikel.

 

2. Produk Hilir Berbasis Teknologi & Nilai Tambah Tinggi

Misalnya logam paduan khusus, logam untuk elektronik, kosmetika dari emas/perak, semua butuh kontrol kualitas tinggi.

PEMR & refinery emas, aluminium billet, bahan kimia dari alumina atau nikel bisa semakin dieksplorasi.

 

3. Green Mining & Keberlanjutan

Lingkungan & sosial (ESG) bukan lagi pilihan — menjadi keharusan. Proyek hilirisasi yang ramah lingkungan dan inklusif akan makin dihargai pasar global dan investor.

Pengurangan emisi (dari transportasi, pembangkit listrik, proses pengolahan), pengelolaan limbah, reklamasi tuntutan lingkungan harus diatur kuat.

 

4. Perluasan Kemitraan dan Investasi Luar Negeri

Untuk teknologi tinggi, investor asing, riset, dan bahkan pasar ekspor, kerja sama internasional akan membantu dalam transfer teknologi dan modal.

Kesimpulan

Hilirisasi berbasis SDA yang dijalankan oleh MIND ID selama ini sudah menunjukkan kemajuan konkret dan menjanjikan. Data produksi dan penjualan dari bijih nikel, feronikel, emas, alumina, bauksit, dan batu bara menunjukkan bahwa agenda ini bukan sekadar retorika, tetapi sudah membuahkan hasil nyata. Sinergi antar-entitas, pembangunan fasilitas pengolahan, dan kolaborasi strategis seperti antara Freeport & ANTAM atau SGAR Mempawah adalah contoh nyata.

Namun demikian, agar manfaatnya maksimal—baik dari sisi ekonomi nasional, ketahanan industri, dan keberlanjutan lingkungan—masih dibutuhkan langkah-langkah strategis agar tantangan disingkapi.

Rekomendasi Kebijakan & Tindak Lanjut

Untuk memastikan bahwa agenda hilirisasi akan terus berkembang dan manfaatnya dirasakan luas, disarankan:

1. Pemerintah dan MIND ID menyusun roadmap jangka panjang yang jelas, termasuk target produksi & hilirisasi per komoditas hingga 2030-2045, dengan indikator terukur (volume, nilai tambah, impor yang dikurangi, lapangan kerja, deviasi cadangan dll).

2. Penambahan dukungan fiskal dan regulasi (insentif) agar proyek hilir lebih menarik bagi investor swasta domestik dan asing.

3. Pengembangan teknologi dalam negeri melalui riset & pengembangan untuk pengolahan mineral, pemurnian, teknologi bersih, efisiensi energi.

4. Penguatan SDM lokal lewat pendidikan teknis dan vokasi — agar tenaga kerja lokal mampu mengoperasi fasilitas hilir yang kompleks.

5. Pengelolaan lingkungan dan sosial yang transparan, termasuk libatkan masyarakat setempat, pemulihan lingkungan pasca tambang, dan standar keberlanjutan.

6. Monitoring dan evaluasi rutin secara publik: publikasi laporan realisasi, audit kinerja hilirisasi, dampak ekonomi & lingkungan agar akuntabilitas meningkat.

Penutup

Hilirisasi SDA adalah kunci bagi masa depan ekonomi Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. MIND ID sebagai pemegang mandat strategis memiliki potensi besar jika langkah-agenda yang telah diawali dipelihara dan diperkuat. Dampak positifnya sudah mulai tampak: devisa yang tersimpan, industri dalam negeri yang tumbuh, nilai tambah yang lebih besar.

Ketika dunia bergerak menuju ekonomi berbasis teknologi, mobilitas listrik, dan industri ramah lingkungan, Indonesia yang mampu melakukan hilirisasi dengan efektif akan berdiri di garis depan. Bukan hanya sebagai negara penghasil SDA, tetapi sebagai negara pengolah, negara penentu standar kualitas, dan negara inovator.

Dengan komitmen kuat, regulasi yang mendukung, investasi yang tepat, dan partisipasi publik serta lingkungan yang berkelanjutan — maka visi hilirisasi berbasis SDA bukan hanya sebuah harapan. Ini bisa menjadi kenyataan yang memberi manfaat nyata bagi rakyat, negara, dan generasi mendatang.

Source: mind.id
Via: mind.id
Tags: #hilirisasi energi sda# #mindMIND-ID
Previous Post

GI-Media Hadirkan Analisis Jernih, Edukatif, dan Solusi untuk Pembaca

Next Post

Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke Sektor Riil: Harapan Baru, Risiko, dan Solusi untuk Ekonomi Indonesia

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Antisipasi Pencurian Hewan Ternak Menjelang Iduladha, Polres Pasbar Ajak Warga Aktifkan Ronda Malam
Agama

Antisipasi Pencurian Hewan Ternak Menjelang Iduladha, Polres Pasbar Ajak Warga Aktifkan Ronda Malam

by Ajo Uban
Mei 25, 2026
0

PASAMAN BARAT, Gi-Media.com – Meningkatnya risiko tindak kriminalitas berupa pencurian hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi perhatian serius Kepolisian Resor...

Read more
BRI BO Radio Dalam Kolaborasi Gerai Camilan Singapura, OLd Chang Kee Berikan Nasabah Prono Spesial

BRI BO Radio Dalam Kolaborasi Gerai Camilan Singapura, OLd Chang Kee Berikan Nasabah Prono Spesial

Mei 12, 2026
BRI BO Radio Dalam Hadirkan Promo Cashback QRIS BRImo di Gerai Kopi ‘Dibawah Tangga’

BRI BO Radio Dalam Hadirkan Promo Cashback QRIS BRImo di Gerai Kopi ‘Dibawah Tangga’

Mei 12, 2026
Apudsi Dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Mengajak Mahasiswa Jadi Motor Penggerak Pariwisata

Apudsi Dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Mengajak Mahasiswa Jadi Motor Penggerak Pariwisata

Mei 12, 2026
Munjirin Dampingi Pramono Anung Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati

Munjirin Dampingi Pramono Anung Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Pupuk Organik di Kramat Jati

Mei 11, 2026
Petinggi Danantara Dinilai “Makan Gaji Buta”, Logis 08: Kinerjanya Belum Terlihat untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Petinggi Danantara Dinilai “Makan Gaji Buta”, Logis 08: Kinerjanya Belum Terlihat untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Mei 11, 2026
Next Post
Rupiah Anjlok, Inflasi Naik: Ancaman atau Momentum Ekonomi Indonesia?

Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke Sektor Riil: Harapan Baru, Risiko, dan Solusi untuk Ekonomi Indonesia

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0

Kabar BBM ( Bahan Bakar Minyak) Naik Adalah Hoax

0
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Juni 12, 2026
Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Juni 11, 2026
Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

Juni 11, 2026

Recent News

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Juni 12, 2026
Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Juni 11, 2026
Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

Juni 11, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,405)
  • DPD/DPRD/DPR RI (11)
  • Ekonomi (262)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,138)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (89)
  • Korupsi (49)
  • Kriminal (172)
  • Nasional (600)
  • Olahraga (47)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (110)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (57)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara