Jakarta – Perum Perumnas memulai pembangunan (groundbreaking) hunian subsidi berbasis rumah susun Samesta Alonia Kemayoran di Jakarta Pusat yang akan menyediakan 609 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan di Jakarta, Jumat, mengatakan proyek Samesta Alonia Kemayoran merupakan proyek strategis Perumnas sebagai upaya memenuhi kebutuhan hunian layak di kawasan perkotaan.
“Hari ini hunian baru telah lahir, yaitu Samesta Alonia. Filosofinya adalah menyediakan tempat tinggal yang nyaman, harmonis, dan penuh harapan bagi masyarakat,” kata Imelda dalam seremoni acara di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, proyek itu dibangun melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perbankan Himbara hingga mitra kontraktor.
Menurut dia, pembangunan Samesta Alonia menggunakan skema kerja sama dengan kontraktor (turnkey), sehingga tidak memanfaatkan penyertaan modal negara (PMN).
Hunian tersebut dibangun di atas lahan di kawasan Kemayoran dengan tiga tipe unit dan ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi syarat rumah subsidi, yakni pembeli rumah pertama dengan batas penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan bagi lajang dan Rp14 juta bagi yang telah berkeluarga.
Imelda mengatakan harga unit berkisar Rp417 juta hingga Rp527 juta sesuai ketentuan terbaru Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Ia menambahkan antusiasme masyarakat terhadap proyek tersebut cukup tinggi. Dari total 609 unit yang akan dibangun, Perumnas telah menerima lebih dari 1.100 nomor urut pemesanan (NUP), sementara sekitar 450 calon pembeli telah lolos proses pemeriksaan awal perbankan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan hasilnya lebih dari 1.100 calon pembeli telah mendaftar,” ujarnya.
Selain unit hunian, Samesta Alonia akan dilengkapi area komersial, ruang kerja bersama (co-working space), taman bermain, ruang terbuka hijau, jogging track, fasilitas ibadah, sistem smart home, jaringan gas, listrik serta area pendukung lainnya.
Proyek tersebut diharapkan dapat menghadirkan hunian layak dengan kualitas setara apartemen komersial, namun tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Jadi dengan model pembangunan ini kami harap masyarakat bisa hidup lebih nyaman, dekat dengan segala macam transportasi publik dan pusat ekonomi,” katanya.
Source : Antara













Discussion about this post