• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Inflasi Terkendali, Kredit Melambat Tantangan Baru Bank Indonesia di 2025

Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga di tengah dinamika global

redaksi by redaksi
Agustus 21, 2025
in Ekonomi
0
Inflasi Terkendali, Kredit Melambat Tantangan Baru Bank Indonesia di 2025
0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Jakarta, 20 Agustus 2025 Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga di tengah dinamika global. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2025 tetap rendah di level 2,37 persen (yoy). Inflasi inti menurun menjadi 2,32 persen (yoy), inflasi volatile food terkendali di 3,82 persen (yoy), sementara inflasi administered prices justru turun ke 1,32 persen (yoy).

“Terjaganya inflasi ini didukung konsistensi kebijakan moneter, kecukupan pasokan pangan domestik, harga pangan global yang relatif rendah, serta sinergi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID),” jelas Perry.

Investigasi: Kredit Perbankan Melambat di Tengah Likuiditas Longgar

ADVERTISEMENT

Meski inflasi terjaga, pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2025 hanya tumbuh 7,03 persen (yoy), melambat dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 7,77 persen (yoy).

BeritaTerkait

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

3 minggu ago
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

3 minggu ago
Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

4 minggu ago
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

4 minggu ago

Dari sisi penawaran, bank masih berhati-hati meski suku bunga turun dan likuiditas longgar. Banyak bank menempatkan kelebihan likuiditas pada instrumen surat berharga ketimbang menyalurkan kredit baru.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7 persen (yoy), memperluas ruang likuiditas, tetapi belum mendorong akselerasi kredit.

Dari sisi permintaan, kredit masih ditopang sektor pertambangan, perkebunan, transportasi, industri, hingga jasa sosial. Namun, pelaku usaha secara umum masih mengandalkan pembiayaan internal.

Kredit konsumsi hanya naik 8,11 persen (yoy), kredit modal kerja 3,08 persen (yoy), sementara kredit investasi justru mencatat kenaikan signifikan 12,42 persen (yoy).

Adapun pembiayaan syariah tumbuh 8,31 persen (yoy), namun kredit UMKM hanya menyentuh 1,82 persen (yoy) – angka yang relatif rendah mengingat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Analisis Jurnalistik: Apa Tantangan Utama?

1. Penyaluran Kredit Ketat
Bank lebih memilih instrumen aman dibanding ekspansi kredit, menunjukkan sikap konservatif di tengah ketidakpastian global.

2. Permintaan Lemah
Dunia usaha belum sepenuhnya pulih, banyak perusahaan masih mengandalkan modal internal.

3. UMKM Tertinggal
Padahal UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, tetapi akses pembiayaan masih terbatas.

4. Risiko Global
Fluktuasi harga komoditas dunia dan dinamika geopolitik menambah faktor kehati-hatian perbankan.

Kebijakan ke Depan: Arah BI dan Sinergi KSSK

Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan dengan:

Kebijakan makroprudensial yang longgar

Percepatan sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)

Dorongan pembiayaan inklusif, khususnya untuk UMKM

Kesimpulan

Investigasi GI-Media menunjukkan bahwa meski inflasi rendah dan stabil, pertumbuhan kredit perbankan melambat. Tantangan ke depan adalah memastikan likuiditas yang longgar bisa benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM. Sinergi kebijakan BI bersama KSSK, TPIP, dan TPID akan menentukan arah ekonomi Indonesia di sisa 2025.

Tags: Bank IndonesiaBundaran HI (pusat ekonomi) Inflasicara dapat modal usahacara meningkatkan penjualan UMKMIstana Bogor (rapat koordinasi)Kredit PerbankanKSSKPembiayaan SyariahPerry WarjiyoPertumbuhan Ekonomi Tips mengelola inflasiTPID  JakartaTPIPumkm
Previous Post

Laut Identitas Kita, Cerita dan Budaya Kita

Next Post

Kementerian PANRB Dorong Kementerian dan Lembaga Integrasikan Data Pelayanan Publik Melalui SIPPN

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah
Ekonomi

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 20, 2026
0

  Jakarta, 20 Oktober 2026 — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan...

Read more
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Oktober 6, 2026
KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

September 30, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

September 29, 2026
Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

September 28, 2026
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

September 28, 2026
Next Post
Kementerian PANRB Dorong Kementerian dan Lembaga Integrasikan Data Pelayanan Publik Melalui SIPPN

Kementerian PANRB Dorong Kementerian dan Lembaga Integrasikan Data Pelayanan Publik Melalui SIPPN

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,499)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,745)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (619)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (209)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara