• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Versi BPS: Nyata atau Sekadar Angka di Atas Kertas?

Realita atau fakta angka pertumbuhan ekonomi

redaksi by redaksi
Agustus 6, 2025
in Ekonomi
0
Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Versi BPS: Nyata atau Sekadar Angka di Atas Kertas?
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta Pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut tumbuh 5,12 persen pada triwulan II 2025. Tapi benarkah angka ini mencerminkan kondisi nyata di lapangan? Atau kita sedang dibuai statistik yang tak sejalan dengan kenyataan?

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini jadi sorotan. Tak sedikit pengamat ekonomi dan pelaku industri mempertanyakan validitas data yang diklaim menggambarkan ekonomi nasional tersebut. Salah satunya adalah Andry Satrio Nugroho, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

> “Kalau kita melihat data dari asosiasi dan pelaku industri, justru banyak yang tidak merasa kondisi ekonomi sedang tumbuh kuat,” ungkap Andry dalam diskusi publik, Rabu (6/8).

ADVERTISEMENT

Angka Statistik vs Realita Lapangan

BeritaTerkait

HIPMI Jakarta Selatan Bersama HIPMI MINERS Menggelar Mining Nation Revolution 2026 Di Pondok Indah Golf Jakarta

HIPMI Jakarta Selatan Bersama HIPMI MINERS Menggelar Mining Nation Revolution 2026 Di Pondok Indah Golf Jakarta

2 minggu ago
Libatkan Swasta di Program 3 Juta Rumah, Ara Tegaskan Tak Ada Catatan BPK

Libatkan Swasta di Program 3 Juta Rumah, Ara Tegaskan Tak Ada Catatan BPK

2 minggu ago
BP Batam Wajibkan Pemegang Alokasi Lahan Melapor

BP Batam Wajibkan Pemegang Alokasi Lahan Melapor

2 minggu ago
Barantin Gagalkan Peredaran 75.992 Bibit Sawit Ilegal, Karding: Negara Tak Boleh Kalah

Barantin Gagalkan Peredaran 75.992 Bibit Sawit Ilegal, Karding: Negara Tak Boleh Kalah

2 minggu ago

Mari kita lihat beberapa kejanggalan yang disorot:

Sektor Perdagangan tumbuh 5,37 persen menurut BPS. Namun, asosiasi ritel menyebut permintaan justru melemah. Fenomena “Rojali” alias rombongan jarang beli muncul sebagai tanda daya beli masyarakat masih loyo.

Akomodasi dan Makanan Minuman melonjak pertumbuhannya. Tapi, bukankah pemerintah sedang giat berhemat anggaran perjalanan dinas? Logika sederhananya: jika kunjungan dan rapat-rapat berkurang, bagaimana mungkin permintaan hotel dan katering melonjak?

Industri Pengolahan Nonmigas tumbuh 5,68 persen versi BPS, padahal indeks PMI (Purchasing Managers’ Index) justru menunjukkan kontraksi dua bulan terakhir. Artinya, pelaku industri sedang menahan produksi, bukan ekspansi.

Subsektor Mesin dan Perlengkapan melonjak 18,75 persen. Padahal Indonesia bukan produsen mesin. Data ekspor-impor pun tak menunjukkan lonjakan signifikan. Dari mana datangnya pertumbuhan ini?

Investasi: Antara Harapan dan Data

Komponen investasi (PMTB) disebut tumbuh 6,99 persen, dengan mesin dan perlengkapan tumbuh 25,3 persen. Tapi laporan dari Kementerian Investasi (BKPM) menyebut investasi hanya tumbuh 12 persen—turun dibanding tahun lalu yang mencapai 22 persen.

Ada juga subsektor bahan galian bukan logam (semen) yang katanya tumbuh 10 persen. Tapi data penjualan semen justru menunjukkan penurunan sejak akhir 2024.

Kenapa Ini Penting?

Angka-angka ekonomi bukan sekadar barisan grafik atau rilis pers. Ia menjadi acuan banyak hal: dari perencanaan kebijakan, kepercayaan investor, hingga persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.

Ketika data tak lagi mencerminkan kenyataan, kepercayaan publik jadi taruhannya. Masyarakat akan bertanya-tanya: “Apakah data ini dibuat untuk menyenangkan telinga, atau benar-benar memotret situasi ekonomi kita?”

Andry menegaskan, “Kalau tidak bisa menggambarkan kondisi di lapangan, maka bersiaplah: ketidakpercayaan publik terhadap data pemerintah akan makin tinggi.”

Saatnya Transparan dan Terbuka

Rilis ini bukan untuk menyalahkan, tapi mengajak berpikir. Bahwa dalam mengelola ekonomi, keterbukaan data dan kesesuaian dengan realita menjadi pilar penting. Kita butuh angka yang membumi, bukan sekadar yang menggoda di layar presentasi.

Indonesia pantas tahu yang sebenarnya. Jika ekonomi memang tumbuh, mari rayakan bersama. Tapi jika angka itu hanya fatamorgana statistik, lebih baik kita mulai membenahi dari sekarang.

Tags: #bps#ekonomi#komoditas*pasar#
Previous Post

Mobil Hybrid Masih Mendominasi GIIAS 2025: Solusi Nyata Menuju Mobilitas Ramah Lingkungan

Next Post

FIFGROUP Resmikan Program ILP di Semarang, Dorong Akses Kesehatan yang Inklusif dan Berkelanjutan

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Dorong Efisiensi Kontraktor, APPEKNAS dan PT. VALID DATA SOLUSI Teken MOU Penerapan Ai
Daerah

Dorong Efisiensi Kontraktor, APPEKNAS dan PT. VALID DATA SOLUSI Teken MOU Penerapan Ai

by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 14, 2026
0

JAKARTA, 14 Agustus 2026 – Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Pelaksana Konstruksi Nasional (DPN APPEKNAS) resmi menjalin kerjasama dengan PT....

Read more
Hadiri Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, BP Tapera Dukung Pemenuhan Hunian Berdasarkan Data BPS

Hadiri Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, BP Tapera Dukung Pemenuhan Hunian Berdasarkan Data BPS

Agustus 14, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan melalui REI Kalsel Expo ke-20

BP Tapera Perkuat Sinergi Perumahan melalui REI Kalsel Expo ke-20

Agustus 13, 2026
Perumnas Mulai Bangun Rumah Susun Bersubsidi di Kemayoran

Perumnas Mulai Bangun Rumah Susun Bersubsidi di Kemayoran

Agustus 7, 2026
HIPMI Jakarta Selatan Bersama HIPMI MINERS Menggelar Mining Nation Revolution 2026 Di Pondok Indah Golf Jakarta

HIPMI Jakarta Selatan Bersama HIPMI MINERS Menggelar Mining Nation Revolution 2026 Di Pondok Indah Golf Jakarta

Agustus 6, 2026
Libatkan Swasta di Program 3 Juta Rumah, Ara Tegaskan Tak Ada Catatan BPK

Libatkan Swasta di Program 3 Juta Rumah, Ara Tegaskan Tak Ada Catatan BPK

Agustus 5, 2026
Next Post
FIFGROUP Resmikan Program ILP di Semarang, Dorong Akses Kesehatan yang Inklusif dan Berkelanjutan

FIFGROUP Resmikan Program ILP di Semarang, Dorong Akses Kesehatan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,430)
  • DPD/DPRD/DPR RI (12)
  • Ekonomi (271)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,190)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (174)
  • Nasional (609)
  • Olahraga (48)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (114)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (109)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara