• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Menyelaraskan Pemerintah dan Industri di DTI-CX 2026: DEN Gaungkan GovTech, AI, dan Keamanan Holistik untuk Ekonomi Digital yang Kompetitif

Muhammad Dimas Aditya by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 7, 2026
in Hukum
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA, Gi-media.com, – Gelaran Digital Transformation Indonesia (DTI-CX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 5-6 Agustus 2026, menjadi panggung diskursus strategis bagi ekosistem digital nasional. Dengan mengangkat tema besar “Aligning Government and Industry for a Competitive Digital Economy”, forum ini menyoroti sebuah keniscayaan: percepatan ekonomi digital Indonesia tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri antara sektor publik dan swasta, melainkan harus dilebur dalam satu fondasi tata kelola yang terintegrasi, adaptif, dan aman.

Di hadapan para pemangku kebijakan dan pelaku industri, Febriyantoro Martadikrama, Tenaga Ahli Utama Bidang Percepatan Sinkronisasi Kebijakan Prioritas Ekonomi Dewan Ekonomi Nasional (DEN), memaparkan secara mendalam peta jalan transformasi digital yang tengah digarap pemerintah. Berikut adalah butir-butir pemaparannya yang menjadi sorotan utama.

ADVERTISEMENT

1. DEN dan DEAL 2026: Menjembatani Kebijakan dengan Kebutuhan Industri

BeritaTerkait

Dari Puncak Tampomas Kami Bersuara: Gunung Itu Bukan Lahan, Gunung Itu Leluhur

1 hari ago

Afroshop Makeba: Ein Stück Heimatliebe aus dem Netz

1 hari ago

Kakanwil Ditjenpas Sumut Tinjau Program Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura

1 hari ago

Pansus 21 DPRD Kota Bandung Dalami Revisi Perda Pengelolaan BMD, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah

2 hari ago

Febriyantoro mengawali pemaparannya dengan menegaskan bahwa Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memiliki mandat strategis sebagai penyokong kebijakan ekonomi Presiden, bukan sekadar lembaga konsultatif pasif. Dalam peta jalan percepatan ekonomi digital, ia menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan industri adalah sebuah keniscayaan mutlak, bukan pilihan.

“Kehadiran gerakan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Digital adalah jawaban nyata atas kebutuhan kolaborasi lintas sektor itu. DEN memastikan perannya tidak sekadar menjadi ‘penonton’ kebijakan, tetapi aktif sebagai think tank yang memberikan arah implementasi Komite GovTech,” ujar Febriyantoro.

Ia menjelaskan bahwa Komite GovTech berfungsi menyinkronkan dan merekomendasikan percepatan transformasi digital nasional secara langsung kepada Presiden melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan. Menurutnya, transformasi digital jangan lagi dibangun melalui sistem terpisah-pisah (silo). DEN justru mendorong optimalisasi platform yang sudah ada seperti SINSW, SIMBARA, e-Catalog, dan OSS untuk menciptakan interoperabilitas dan pertukaran data antar-instansi. “Pendekatan ini tidak hanya mengurangi duplikasi investasi teknologi, tetapi juga memberikan kepastian regulasi bagi dunia usaha. Pemerintah harus hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar regulator,” tegasnya.

2. GovTech dan AI: Efisiensi Birokrasi yang Berdampak Nyata pada Masyarakat

Lebih jauh, Febriyantoro memaparkan laporan penting DEN kepada Presiden terkait kemajuan infrastruktur digital. Saat ini, 80 persen sistem Government Technology (GovTech) telah terintegrasi antar kementerian dan lembaga. Terobosan terbaru mencatat sejarah: untuk pertama kalinya, data dari delapan kementerian dan lembaga utama berhasil diintegrasikan dalam satu sistem yang ditenagai kecerdasan buatan (AI).

Menjawab keraguan bahwa AI dan GovTech hanya berorientasi pada efisiensi internal, Febriyantoro memberikan bukti konkret di lapangan. “Contoh nyatanya terlihat pada digitalisasi layanan bansos melalui platform Perlinsos. Sebelum adanya ekosistem digital terintegrasi, proses penetapan penerima bansos memakan waktu 75 hingga 200 hari. Setelah digitalisasi dan adopsi AI, waktu itu drastis terpangkas menjadi hanya 1 menit hingga 6 jam,” paparnya. Ini membuktikan bahwa efisiensi birokrasi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat akar rumput.

Meski begitu, ia memberikan catatan penting terkait akses data. “Transformasi data bukan berarti membuka keran data seluas-luasnya kepada swasta. DEN mendorong mekanisme pertukaran data yang aman dan terstandarisasi. Data publik bisa diakses, tetapi harus melalui standar interoperabilitas yang jelas, dengan tetap menjaga keamanan siber, perlindungan data pribadi, dan kepentingan nasional yang menjadi nyawa kedaulatan digital kita,” ujarnya dengan penuh penekanan.

3. Keamanan Holistik: Memadukan Pertahanan Siber dan Fisik

Di tengah gempuran efisiensi digital, Febriyantoro mengingatkan bahwa membangun Digital Public Infrastructure (DPI) wajib berlandaskan pada keamanan yang holistik. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut pemanfaatan AI sebagai kunci utama pertumbuhan ekonomi.

“Ancaman terhadap ekosistem digital nasional tidak lagi datang hanya dari dunia maya. Celah keamanan fisik—seperti pengendalian akses kendaraan ke pusat data nasional yang tidak terkelola—dapat menjadi pintu masuk utama bagi gangguan terintegrasi,” jelasnya. Oleh karena itu, keamanan siber dan keamanan fisik adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Saat ini, Pemerintah bersama BSSN tengah menyusun Undang-Undang Keamanan Siber sebagai payung hukum yang kuat.

Yang menarik, AI tidak hanya digunakan sebagai alat pemangkas birokrasi, tetapi juga dirancang menjadi tools pertahanan digital. “Teknologi AI dapat mendeteksi anomali, mengidentifikasi potensi serangan secara dini, hingga mempercepat respons pemulihan dari insiden siber. Ini krusial untuk membangun tingkat kepercayaan publik (public trust) yang tinggi, baik dari masyarakat sipil maupun pelaku industri, sebagai fondasi utama ekonomi digital yang berkelanjutan,” pungkas Febriyantoro.

Penutup: Menuju Ekonomi Digital Berdaulat

Di penghujung sesi DTI-CX 2026, Febriyantoro Martadikrama menegaskan komitmen Indonesia untuk mengikuti perkembangan teknologi global dan mengadopsi standar keamanan internasional, namun tetap menyesuaikannya dengan kapasitas dan karakteristik nasional. “Dengan fondasi GovTech yang terintegrasi, pemanfaatan AI yang tepat guna, serta pertahanan siber dan fisik yang tak tertembus, Indonesia tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi tengah membangun fondasi ekonomi digital yang kompetitif, inklusif, dan berdaulat di kancah global,” tutupnya dengan optimisme yang membara.

Previous Post

Kapolda Jawa Barat Tinjau Lahan Penanaman Bibit Bawang Putih di Ciater, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Next Post

Pemkot Jakpus Gandeng TNI, Polri, dan Ormas Berantas Tramadol Ilegal di Tanah Abang

Muhammad Dimas Aditya

Muhammad Dimas Aditya

TerkaitBerita

Hukum

Langkah Verta Mega Arlinsa di The Miss Globe 2026: Saatnya Beri Apresiasi Nyata

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 30, 2026
0

  Jakarta, Gi-media.com, Panggung kontes kecantikan dunia kini menuntut lebih dari sekadar pesona visual, kecerdasan, ketahanan mental, dan gagasan sosial...

Read more

Menghidupkan Sumpah Pemuda: PMKRI, Salib Merah, dan Perjuangan Keadilan

Oktober 30, 2026

Pansus 21 DPRD Kota Bandung Dalami Revisi Perda Pengelolaan BMD, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah

Oktober 30, 2026

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Oktober 29, 2026

Dari Puncak Tampomas Kami Bersuara: Gunung Itu Bukan Lahan, Gunung Itu Leluhur

Oktober 29, 2026

Afroshop Makeba: Ein Stück Heimatliebe aus dem Netz

Oktober 29, 2026
Next Post

Pemkot Jakpus Gandeng TNI, Polri, dan Ormas Berantas Tramadol Ilegal di Tanah Abang

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,505)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,807)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (180)
  • Nasional (620)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,073)
  • TNI/POLRI (212)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara