• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

(2) MELAWAN ATAU HANYUT DALAM TEKANAN

redaksi by redaksi
Maret 17, 2026
in Hukum
0
(2) MELAWAN ATAU HANYUT DALAM TEKANAN
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ichsanuddin Noorsy
Ekonom Strukturalis

Jakarta, Gi-media.xom,

Kami meriset dan menulis. Sebab, itulah nadi peradaban yang sesungguhnya. Setahun meriset pemikiran ekopol Soemitro Djojohadikoesoemo, Nusantara Centre menemukan banyak temuan menarik. Kebetulan, subjek riset kali ini adalah ayah kandung Presiden Prabowo Subianto sehingga lebih menarik karena nanti akan ketahuan jalur DNA pemikiran keduanya. Setelah melewati banyak perdebatan, kami minta ekonom Ichsanuddin Noorsy membuat pengantar penajaman dan penalaran. Berikut tulisan terakhir dari dua artikel yang menyertai penerbitan buku kami. Sambil menunggu proses penerbitan di percetakan, pengantar ini kami bagi utuh untuk pembaca.

ADVERTISEMENT

Luruhnya modal sosial di domestik AS, tingginya ketimpangan ekonomi dan ras di negara yang menjadi kiblat kebanyakan ekonom Indonesia, serta runtuhnya moral global disebabkan paksaan militer AS untuk tegaknya perdamaian, sebenarnya mengiringi tekanan AS pada perekonomian internasional untuk berkesinambungan menggunakan dolar AS. Dalam konstruksi itu, yang berlaku adalah multiple suitable standard, kemunafikan struktural, dan paksaan untuk mengikuti yang AS kehendaki. Ini membuktikan, sistem dan pola pikir AS gagal mengangkat harkat martabat manusia. Dunia kehilangan navigasi untuk mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan keadilan global yang memanusiakan manusia.

BeritaTerkait

Wawako Fadly Abdina Sambut KAMMI Tanjungbalai

Wawako Fadly Abdina Sambut KAMMI Tanjungbalai

5 hari ago
JejakTerkini.online Dilaporkan ke Dewan Pers dan Polda Sulsel, Kasus Dugaan Hoaks Diminta Diusut Tuntas

JejakTerkini.online Dilaporkan ke Dewan Pers dan Polda Sulsel, Kasus Dugaan Hoaks Diminta Diusut Tuntas

1 minggu ago
Di Akhir Ramadhan, Polisi Ungkap Sabu 26,7 Kg Jaringan Medan–Jakarta

Di Akhir Ramadhan, Polisi Ungkap Sabu 26,7 Kg Jaringan Medan–Jakarta

2 minggu ago
KINI KITA BERNEGARA TANPA IDEOLOGI

KINI KITA BERNEGARA TANPA IDEOLOGI

2 minggu ago

Kendati begitu riskan menggunakan utang untuk pembangunan, namun Soemitro menyetujui utang luar negeri untuk hal yang produktif. Sementara guna menentukan produktif atau tidak, tergantung pada model perencanaan pembangunan, orientasi dan alokasi anggaran, sikap teknokrat dan birokrat, budaya hukum, dan perilaku politisi. Saat Soemitro menyatakan bahwa anggaran bocor 30 persen, sebenarnya dia menegaskan sejak perencanaan hingga evaluasi pelaksanaan pembangunan, budaya memburu rente kuat mewarnai kultur perekonomian Indonesia.

Ini menggambarkan tidak produktifnya Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak, baik barang maupun jasa. Dan pemburuan rente itu pun dibuktikan lebih lanjut oleh Bank Dunia bahwa pembangunan infrastruktur era Joko Widodo hanya menurunkan menjadi 23,7 persen dari 24 persen. Angka ini mengonfirmasi tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga 6,25 persen. Sekaligus juga menunjukkan rendahnya produktivitas Indonesia. Pada titik ini, pandangan Soemitro mendapatkan bukti empiris.

Jauh sebelum itu terjadi, Soemitro membangun pemahaman pentingnya mengakumulasi potensi diri sebagai teknokrasi, politisi, sekaligus negarawan. Sebagai teknokrat, dia berkeinginan agar keputusan politik mempunyai muatan teknokratik yang porsi akademiknya tidak terganggu oleh kepentingan kelompok politik. Sebagai politisi, dia sadar bagaimana kebijakan dapat dijalankan dengan memperoleh dukungan masyarakat.

Dan sebagai negarawan, Soemitro berdiri di atas semua golongan dengan tujuan mengangkat harkat martabat rakyat Indonesia. Dan semua itu mustahil dengan menggantungkan bangsa dan negara ini secara struktural pada kekuatan asing. Lalu orang sulit mencari jawaban, kenapa pada pemberontakan PRRI/Permesta, Soemitro menjadi tokoh kunci yang mencari dukungan senjata dari AS. Pikiran saya langsung teringat pada pendapat KGPH Jati Kusumo pada saya pribadi saat makan siang bersama sekitar tahun 1988. Raja Solo ini diperintahkan A. Yani untuk membawa Soemitro ke Jakarta. Saat Jati Kusumo tiba di Padang, Soemitro dan keluarga sudah melarikan diri. Muncul isu, pelariannya juga membawa dana dukungan AS juga dana kekayaan keluarganya.

Toh, seperti juga pendapat Moh. Hatta yang menyatakan tidak ada kemerdekaan politik tanpa kemerdekaan ekonomi, Soemitro pun berpendapat kemerdekaan politik tidak otomatis menghasilkan kemandirian ekonomi. Lagi-lagi masalahnya terletak pada paradigma penyelenggaraan negara, sikap perilaku politisi, efektivitas pembangunan yang berpijak pada tekad mencapai kedaulatan ekonomi, dan mental birokrasi. Saat yang sama masalah modal finansial, produktivitas rendah, dan jejaring kekuasaan yang membentuk kekuasaan pasar merupakan bagian utuh persoalan menjalankan visi dan misi konstitusi. Sedangkan ekspor bahan mentah seperti era penjajahan membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga dan menghambat akumulasi modal domestik.

Perspektif ini menyentuh akar masalah, yakni stabilitas harga sebagai hajat hidup orang banyak, kegagalan membentuk surplus anggaran karena tidak tercapainya nilai tambah ekonomi, perilaku rente, dan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Tanpa membangun perencanaan struktural menuju industri bernilai tambah tinggi, negara berkembang atau negara pinggiran akan terus berada dalam lingkaran ketergantungan. Pandangan ini dekat dengan pemikiran Samir Amin dan Immanuel Wallerstein sebagai bukti seorang Soemitro adalah strukturalis.

Alhasil, diakui bahwa pendidikan, tingkat keterampilan, membangun keyakinan untuk membela kepentingan nasional, serta semangat menghasilkan dari segenap lapisan masyarakat menjadi prasyarat melepas jeratan perekonomian warisan kolonial dan tekanan struktural eksternal. Karena itu orientasi berlebihan pada ekspor dan kepercayaan bahwa pasar global itu netral jelas merupakan kebodohan dan perilaku petinggi negeri yang ahistoris. Sejak David Ricardo bicara tentang keunggulan komparatif hingga keadilan distributif pada pendekatan perdagangan internasional menurut Krugman, sampai dengan konsep competitive coexistence, panggung perekonomian global sulit mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan keadilan bersama.

Benar semua pihak mencoba untuk tidak zero sum game. Tapi dalam kasus AS keluar dari berbagai lembaga multilateral dan hengkang dari kesepakatan politik dan dagang menurut ketentuan PBB dan WTO, AS justru menerapkannya dengan prinsip mengutamakan dan menjunjung tinggi kepentingan nasional. Itulah MAGA. Bahkan zero sum game negative, meminjam istilah Joseph E. Stiglitz, diterapkan tanpa peduli. Kasus diluruhkannya kedaulatan Venezuela dan “didikte”-nya sejumlah negara untuk berinvestasi di AS membuktikan hal tersebut. Dalam konteks Agreement on Reciprocal Trade antara AS dan Indonesia, zero sum game itu terlihat jelas: keseimbangan tidak terjadi sebagai wujud tidak adanya kesetaraan dalam negosiasi. Memang ada kerja sama, tapi saat memitigasi risiko dan gesekan mitra dagang, Indonesia wajib mengikuti kebijakan AS. Akibatnya bukan persaingan dalam kebaikan bersama. Dengan muara persoalan itu, konsep Soemitro yang kita gunakan sebagai pisau analisis kebijakan justru menghasilkan pemahaman ketertundukan Indonesia pada tekanan struktural eksternal.

Jika masuk dalam korelasi keuangan, teknologi, dan militer, maka tekanan struktural eksternal itu malah menunjukkan rapuhnya penegakan fondasi internal. Maksudnya, sistem dan pola fondasi internal tersedia, walau tidak sempurna. Namun ketersediaan sistem dan pola fondasi internal tidak ditegakkan, bahkan diabaikan. Maka hasilnya adalah Indonesia merupakan negara rentan kedaulatan ekonomi politik karena mengkhianati fondasi dan visi misi ekonomi konstitusi 1945. Artinya, sejak reformasi hingga saat ini, penyelenggara negara gagal merestrukturisasi public distrust, public disorder, dan public disobedient. Bahkan melanjutkan situasi yang berpotensi menjadi negara yang mengidap krisis kepemimpinan yang negarawan.

Lalu apakah politisi produk UUD 2002 tidak memahami semangat, nilai kejuangan, dan visi misi konstitusi? Bahkan, apakah Partai Gerindra yang Pasal 11 Anggaran Dasarnya ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945, khususnya Pasal 33, gagal memetakan masalah dan kemudian gagal membuat perencanaan serta pelaksanaan pembangunan?

Buku ini sebenarnya mengajak para pembacanya untuk memahami pemikiran strukturalis. Dalam ekonomi pemikiran itu tergantung pada nilai dasar yang menjadi rujukannya. Jika rujukan dasarnya adalah Konstitusi 1945, maka pemikiran strukturalis penyelenggara negara pasti menggenggam komitmen bahwa pemerintahan wajib membebaskan bangsa dan rakyat Indonesia dari ketertindasan dalam segala bentuknya, kebodohan, kemiskinan dengan segala makna dan lingkupnya, ketimpangan, dan kehinaan. Tanpa itu, omong kosong, atau omon-omon saja.

Mudah-mudahan kita memahami bahwa masih ada anak bangsa yang peduli untuk menegakkan kemerdekaan politik bersama dengan kemerdekaan ekonomi, seperti anjuran Moh. Hatta dan Soemitro Djojohadikusumo. Dan, itu berarti melawan dan memenangkan tekanan arus global. Kuat? Ada peluangnya sepanjang tidak hanyut dengan kebodohan yang menyesatkan.(*)

Previous Post

Dr Andi Sofyan Hasdam, Yang Juga Menjabat Sebagai Ketua Komite I DPD RI Akan Menjadi Khatib Sholat Ied di Bontang

Next Post

Kapolri Lepas Mudik Gratis 2026 di Polda Metro Jaya

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

ASICS Dukung Pertumbuhan Komunitas Padel Indonesia dengan SONICSMASHTM FF untuk Tingkatkan Performa di Lapangan
Hukum

ASICS Dukung Pertumbuhan Komunitas Padel Indonesia dengan SONICSMASHTM FF untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

by redaksi
April 1, 2026
0

  Jakarta, Gi-media.com, Seiring berkembangnya komunitas olahraga raket di Indonesia, ASICS Indonesia hari ini meluncurkan SONICSMASH™ FF, sepatu padel berteknologi...

Read more
Tim Advokat Keluarkan Somasi untuk Kasus Pengcemaran Nama Baik

Tim Advokat Keluarkan Somasi untuk Kasus Pengcemaran Nama Baik

Maret 31, 2026
Irawati Puteri Diserbu Tuduhan Serius, Benarkah Langgar Aturan LPDP?

Irawati Puteri Diserbu Tuduhan Serius, Benarkah Langgar Aturan LPDP?

Maret 30, 2026
500 Publik Labuan Bajo Akan Turun ke Jalan Demo Selamatkan Tanah Negara

500 Publik Labuan Bajo Akan Turun ke Jalan Demo Selamatkan Tanah Negara

Maret 28, 2026
Wawako Fadly Abdina Sambut KAMMI Tanjungbalai

Wawako Fadly Abdina Sambut KAMMI Tanjungbalai

Maret 27, 2026
JejakTerkini.online Dilaporkan ke Dewan Pers dan Polda Sulsel, Kasus Dugaan Hoaks Diminta Diusut Tuntas

JejakTerkini.online Dilaporkan ke Dewan Pers dan Polda Sulsel, Kasus Dugaan Hoaks Diminta Diusut Tuntas

Maret 24, 2026
Next Post
Kapolri Lepas Mudik Gratis 2026 di Polda Metro Jaya

Kapolri Lepas Mudik Gratis 2026 di Polda Metro Jaya

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
ASICS Dukung Pertumbuhan Komunitas Padel Indonesia dengan SONICSMASHTM FF untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

ASICS Dukung Pertumbuhan Komunitas Padel Indonesia dengan SONICSMASHTM FF untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

April 1, 2026
Tim Advokat Keluarkan Somasi untuk Kasus Pengcemaran Nama Baik

Tim Advokat Keluarkan Somasi untuk Kasus Pengcemaran Nama Baik

Maret 31, 2026
Dukung PP tunas, betadine dorong orang tua dampingi anak tumbuh berani dan aktif lewat eksplorasi nyata

Dukung PP tunas, betadine dorong orang tua dampingi anak tumbuh berani dan aktif lewat eksplorasi nyata

Maret 31, 2026
Komisi III DPR RI beri penghargaan ke kapolres metro Bekasi

Komisi III DPR RI beri penghargaan ke kapolres metro Bekasi

Maret 31, 2026

Recent News

ASICS Dukung Pertumbuhan Komunitas Padel Indonesia dengan SONICSMASHTM FF untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

ASICS Dukung Pertumbuhan Komunitas Padel Indonesia dengan SONICSMASHTM FF untuk Tingkatkan Performa di Lapangan

April 1, 2026
Tim Advokat Keluarkan Somasi untuk Kasus Pengcemaran Nama Baik

Tim Advokat Keluarkan Somasi untuk Kasus Pengcemaran Nama Baik

Maret 31, 2026
Dukung PP tunas, betadine dorong orang tua dampingi anak tumbuh berani dan aktif lewat eksplorasi nyata

Dukung PP tunas, betadine dorong orang tua dampingi anak tumbuh berani dan aktif lewat eksplorasi nyata

Maret 31, 2026
Komisi III DPR RI beri penghargaan ke kapolres metro Bekasi

Komisi III DPR RI beri penghargaan ke kapolres metro Bekasi

Maret 31, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,352)
  • DPD/DPRD/DPR RI (9)
  • Ekonomi (235)
  • Fashion (19)
  • Hiburan (46)
  • Hukum (1,081)
  • Internasional (85)
  • Kesehatan (87)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (166)
  • Nasional (586)
  • Olahraga (43)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (92)
  • Politik (104)
  • REDAKSI (304)
  • Sumut (1,061)
  • TNI/POLRI (39)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara