• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Daerah

Dari Ancaman Hutan ke Krisis Etika: Hutan Adat Papua Barat Daya di Ambang Kehancuran

redaksi by redaksi
Maret 29, 2026
in Daerah
0
Dari Ancaman Hutan ke Krisis Etika: Hutan Adat Papua Barat Daya di Ambang Kehancuran
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BeritaTerkait

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

4 hari ago
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

4 hari ago
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

5 hari ago
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

5 hari ago

Gi-media.com Dari Ancaman Hutan ke Krisis Etika: Hutan Adat Papua Barat Daya di Ambang Kehancuran

SORONG – Bentang alam Papua Barat Daya kini menghadapi ancaman ganda yang mengkhawatirkan. Di satu sisi, hamparan hutan adat seluas ±98.824,97 hektare di wilayah adat Sorong, Tambrauw, dan Sorong Selatan (Domberai) berada dalam incaran ekspansi industri besar. Di sisi lain, publik justru disuguhkan pada krisis etika dari oknum elit perwakilan yang seharusnya menjadi benteng pelindung hak masyarakat adat.
Ancaman Investasi Rp24 Triliun, Hutan adat di wilayah ini bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan ruang hidup, identitas, dan sumber penghidupan bagi masyarakat asli Papua. Namun, ruang hidup tersebut kini terancam oleh rencana investasi industri berbasis kelapa sawit senilai ±24 triliun rupiah yang berpotensi mengubah lanskap ekologis secara permanen.
Ewil M. Woloin, aktivis lingkungan dari Bentara Papua, menegaskan bahwa situasi ini merupakan ancaman lintas generasi yang menyangkut keberlanjutan ekosistem dan keadilan sosial. Menurutnya, tanpa pengakuan hak ulayat yang kuat, dampak sosial-ekologis dari proyek berskala besar ini akan sulit terelakkan.
Krisis Etika di Ruang Publik, Ironisnya, di tengah kegentingan tersebut, energi dan ruang diskusi publik justru dihabiskan untuk konflik yang tidak produktif. Perdebatan antara oknum dari MRP Papua Barat Daya dan DPD RI (dapil Papua Barat Daya) dinilai telah bergeser ke arah yang tidak substansial, bahkan cenderung bernuansa rasis dan diskriminatif.

“Sangat konyol ketika energi kita dihabiskan untuk konflik identitas, sementara di depan mata ada rencana investasi besar yang mengancam ruang hidup masyarakat adat,” ujar Ewil. Ia menilai pernyataan-pernyataan yang muncul jauh dari etika publik dan tidak mencerminkan tanggung jawab moral sebagai representasi rakyat Papua.
Melemahnya Posisi Tawar Masyarakat Adat, Polemik yang tidak relevan ini dikhawatirkan akan mengaburkan persoalan utama dan memperlemah posisi tawar masyarakat adat dalam menghadapi ekspansi investasi. Ketika elit sibuk bertikai secara tidak etis, isu mendasar seperti perlindungan hutan dan pengakuan hak ulayat justru terpinggirkan.
Kesimpulan adalah Butuh Konsolidasi, Bukan Perpecahan Momentum ini seharusnya menjadi pengingat bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah konsolidasi sikap, bukan fragmentasi. Perbedaan pandangan dalam demokrasi seharusnya dikelola dengan argumentasi yang rasional dan berbasis data demi kepentingan publik bukan dengan retorika yang memperuncing perpecahan.
Jika lembaga-lembaga yang diberi mandat untuk menjaga kepentingan rakyat justru terjebak dalam polemik yang tidak etis, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas institusi, tetapi juga masa depan hutan adat dan kedaulatan masyarakat Papua itu sendiri. MIRIS!

ADVERTISEMENT
Previous Post

Wakapolda PMJ Minta Personel Layani Warga Secara Humanis di Pasar Murah Monas

Next Post

400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., Dalam Keikutsertaan Pameran APKASI 2026, Terus Mendorong Pengembangan Ekonomi daerah Pemkab Minahasa Utara Melalui Sektor Kuliner, UMKM, Pariwisata Dan Investasi
Daerah

Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., Dalam Keikutsertaan Pameran APKASI 2026, Terus Mendorong Pengembangan Ekonomi daerah Pemkab Minahasa Utara Melalui Sektor Kuliner, UMKM, Pariwisata Dan Investasi

by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 29, 2026
0

Tanggerang – Bupati Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si, terus mendorong pengembangan...

Read more
Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Agustus 29, 2026
GEPENTA Dorong Peran Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba dan Aksi Anarkis   

GEPENTA Dorong Peran Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba dan Aksi Anarkis  

Agustus 30, 2026
GEPENTA Dorong Peran Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba dan Aksi Anarkis

GEPENTA Dorong Peran Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba dan Aksi Anarkis

Agustus 29, 2026
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

Agustus 28, 2026
Next Post
400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,448)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,374)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara