• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Daerah

Dari Ancaman Hutan ke Krisis Etika: Hutan Adat Papua Barat Daya di Ambang Kehancuran

redaksi by redaksi
Maret 29, 2026
in Daerah
0
Dari Ancaman Hutan ke Krisis Etika: Hutan Adat Papua Barat Daya di Ambang Kehancuran
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BeritaTerkait

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

1 hari ago
Kapolres Pagar Alam Berikan Arahan kepada Siswa SMAN 1, Tekankan Adab, Disiplin, dan Raih cita-cita

Kapolres Pagar Alam Berikan Arahan kepada Siswa SMAN 1, Tekankan Adab, Disiplin, dan Raih cita-cita

1 hari ago
Hadiri Tali Ka Asih Grab Sukabumi, Kapolres: Jaket Boleh Beda, Semangat Tetap Satu

Hadiri Tali Ka Asih Grab Sukabumi, Kapolres: Jaket Boleh Beda, Semangat Tetap Satu

3 hari ago
Pemukulan Handphone Wartawan Harian SIB Oleh Petugas SPBU Saat Rekam Keluhan Warga Soal Pertalite

Pemukulan Handphone Wartawan Harian SIB Oleh Petugas SPBU Saat Rekam Keluhan Warga Soal Pertalite

6 hari ago

Gi-media.com Dari Ancaman Hutan ke Krisis Etika: Hutan Adat Papua Barat Daya di Ambang Kehancuran

SORONG – Bentang alam Papua Barat Daya kini menghadapi ancaman ganda yang mengkhawatirkan. Di satu sisi, hamparan hutan adat seluas ±98.824,97 hektare di wilayah adat Sorong, Tambrauw, dan Sorong Selatan (Domberai) berada dalam incaran ekspansi industri besar. Di sisi lain, publik justru disuguhkan pada krisis etika dari oknum elit perwakilan yang seharusnya menjadi benteng pelindung hak masyarakat adat.
Ancaman Investasi Rp24 Triliun, Hutan adat di wilayah ini bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan ruang hidup, identitas, dan sumber penghidupan bagi masyarakat asli Papua. Namun, ruang hidup tersebut kini terancam oleh rencana investasi industri berbasis kelapa sawit senilai ±24 triliun rupiah yang berpotensi mengubah lanskap ekologis secara permanen.
Ewil M. Woloin, aktivis lingkungan dari Bentara Papua, menegaskan bahwa situasi ini merupakan ancaman lintas generasi yang menyangkut keberlanjutan ekosistem dan keadilan sosial. Menurutnya, tanpa pengakuan hak ulayat yang kuat, dampak sosial-ekologis dari proyek berskala besar ini akan sulit terelakkan.
Krisis Etika di Ruang Publik, Ironisnya, di tengah kegentingan tersebut, energi dan ruang diskusi publik justru dihabiskan untuk konflik yang tidak produktif. Perdebatan antara oknum dari MRP Papua Barat Daya dan DPD RI (dapil Papua Barat Daya) dinilai telah bergeser ke arah yang tidak substansial, bahkan cenderung bernuansa rasis dan diskriminatif.

“Sangat konyol ketika energi kita dihabiskan untuk konflik identitas, sementara di depan mata ada rencana investasi besar yang mengancam ruang hidup masyarakat adat,” ujar Ewil. Ia menilai pernyataan-pernyataan yang muncul jauh dari etika publik dan tidak mencerminkan tanggung jawab moral sebagai representasi rakyat Papua.
Melemahnya Posisi Tawar Masyarakat Adat, Polemik yang tidak relevan ini dikhawatirkan akan mengaburkan persoalan utama dan memperlemah posisi tawar masyarakat adat dalam menghadapi ekspansi investasi. Ketika elit sibuk bertikai secara tidak etis, isu mendasar seperti perlindungan hutan dan pengakuan hak ulayat justru terpinggirkan.
Kesimpulan adalah Butuh Konsolidasi, Bukan Perpecahan Momentum ini seharusnya menjadi pengingat bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah konsolidasi sikap, bukan fragmentasi. Perbedaan pandangan dalam demokrasi seharusnya dikelola dengan argumentasi yang rasional dan berbasis data demi kepentingan publik bukan dengan retorika yang memperuncing perpecahan.
Jika lembaga-lembaga yang diberi mandat untuk menjaga kepentingan rakyat justru terjebak dalam polemik yang tidak etis, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kredibilitas institusi, tetapi juga masa depan hutan adat dan kedaulatan masyarakat Papua itu sendiri. MIRIS!

ADVERTISEMENT
Previous Post

Wakapolda PMJ Minta Personel Layani Warga Secara Humanis di Pasar Murah Monas

Next Post

400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Transparansi pelayanan Publik
Daerah

Pemko Tebing Tinggi Tegaskan Transparansi pelayanan Publik

by RISS
Oktober 20, 2026
0

Gi-media.com Tebing Tinggi[Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi kembali mengukir prestasi dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan...

Read more
Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

Kapolda Sumsel Kunjungi Kodam II/Sriwijaya, TNI-Polri Perkuat Koordinasi

Oktober 20, 2026
Pangdam II/Sriwijaya Resmi Tutup Dikmaba Infanteri TA 2026: Bintara Remaja Berpangkat Sersan dua (Serda) Siap Mengabdi untuk Bangsa

Pangdam II/Sriwijaya Resmi Tutup Dikmaba Infanteri TA 2026: Bintara Remaja Berpangkat Sersan dua (Serda) Siap Mengabdi untuk Bangsa

Oktober 20, 2026
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Bertemu, Sinergi Keamanan Jadi Fokus

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Bertemu, Sinergi Keamanan Jadi Fokus

Oktober 20, 2026
Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

Oktober 19, 2026
Kapolres Pagar Alam Berikan Arahan kepada Siswa SMAN 1, Tekankan Adab, Disiplin, dan Raih cita-cita

Kapolres Pagar Alam Berikan Arahan kepada Siswa SMAN 1, Tekankan Adab, Disiplin, dan Raih cita-cita

Oktober 19, 2026
Next Post
400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

400 Siswa Terbaik Nasional Ikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Akpol Semarang

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,498)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,733)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (619)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (204)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara