• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Prof. Dwi Andreas Santosa: Swasembada Pangan Harus Terasa di Harga dan Kesejahteraan Rakyat

redaksi by redaksi
Januari 21, 2026
in Ekonomi
0
Prof. Dwi Andreas Santosa: Swasembada Pangan Harus Terasa di Harga dan Kesejahteraan Rakyat
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Swasembada pangan tidak cukup dimaknai sebatas peningkatan produksi.

Lebih dari itu, keberhasilan swasembada harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui harga beras dan kebutuhan pokok yang stabil dan cenderung menurun, inflasi yang terkendali, serta kemandirian produksi pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dwi Andreas Santosa, Research Associate CORE Indonesia sekaligus Guru Besar IPB University, dalam diskusi CORE Outlook Sektoral 2026:
Ketahanan Pangan Indonesia, Dari Bencana ke Strategi, Selasa (20/1).

ADVERTISEMENT

Menurut Prof. Dwi Andreas, tujuan akhir swasembada pangan adalah kesejahteraan publik, bukan sekadar pencapaian angka produksi. “Produksi pangan yang meningkat harus sejalan dengan stabilitas harga.

BeritaTerkait

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

3 minggu ago
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

3 minggu ago
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

4 minggu ago
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

4 minggu ago

Jika produksi tinggi tetapi harga beras tetap mahal dan inflasi pangan tidak terkendali, maka masyarakat belum merasakan manfaat nyata dari swasembada,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa kemandirian pangan berbasis domestik menjadi kunci ketahanan ekonomi dan sosial. Vietnam, misalnya, mampu menjaga stabilitas pangan nasional dengan memperkuat produksi dalam negeri, efisiensi rantai pasok, serta keberpihakan kebijakan pada petani.

Sementara itu, Korea Utara—meskipun dengan konteks berbeda—menunjukkan ketergantungan penuh pada pangan domestik sebagai strategi bertahan dari tekanan eksternal.

“Indonesia memiliki sumber daya alam, lahan, dan tenaga kerja yang memadai.

Tantangannya bukan pada potensi, tetapi pada konsistensi kebijakan, tata kelola produksi, dan distribusi pangan yang adil serta efisien,” kata Prof. Dwi Andreas.

Dari perspektif akademik, Prof. Dwi Andreas menekankan pentingnya kebijakan pangan berbasis riset dan data. Studi-studi menunjukkan bahwa fluktuasi harga beras dan pangan strategis di Indonesia kerap dipicu oleh masalah struktural, mulai dari ketergantungan impor, biaya logistik tinggi, hingga lemahnya integrasi hulu–hilir.

Tanpa perbaikan menyeluruh, swasembada berisiko menjadi slogan tanpa dampak nyata.
Ia juga menyoroti urgensi dukungan kuat terhadap produk pangan nasional, baik melalui kebijakan pengadaan pemerintah, insentif bagi petani, maupun edukasi publik untuk meningkatkan kepercayaan terhadap pangan lokal.

“Keberpihakan pada produk pangan nasional harus nyata, bukan sekadar wacana. Ini menyangkut keberlanjutan produksi dan kedaulatan pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Dwi Andreas menilai bahwa stabilitas inflasi pangan merupakan indikator penting keberhasilan swasembada. Inflasi yang terkendali akan menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor—antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan lembaga riset—menjadi krusial.

“Ketahanan pangan adalah isu multidimensi. Ia menyangkut ekonomi, sosial, bahkan stabilitas nasional. Karena itu, pendekatan kebijakan harus komprehensif, berbasis kajian akademik, dan berorientasi jangka panjang,” pungkasnya.

Diskusi CORE Outlook Sektoral 2026 ini menegaskan bahwa swasembada pangan Indonesia harus melampaui target produksi, menuju sistem pangan nasional yang mandiri, adil, stabil, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

Tags: Pangan
Previous Post

Ketua Pemuda Katolik Bengkulu Instruksikan Kader Tanam 50.000 Pohon di Seluruh Bengkulu

Next Post

Kapolres Gowa Hadiri Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Sulsel

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Jaga Pangan dan Lindungi Petani, Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Komoditas Pangan
Ekonomi

Jaga Pangan dan Lindungi Petani, Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Komoditas Pangan

by Muhammad Dimas Aditya
September 16, 2026
0

  JAKARTA — Pengungkapan dugaan impor ilegal kacang tanah oleh Polda Metro Jaya tidak hanya berkaitan dengan aspek penegakan hukum....

Read more
BP Tapera bersama Bank Jakarta Lakukan Sosialisasi FLPP Kepada PJLP Petugas TPU Tanah Kusir

BP Tapera bersama Bank Jakarta Lakukan Sosialisasi FLPP Kepada PJLP Petugas TPU Tanah Kusir

September 16, 2026
Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

Agustus 29, 2026
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

Agustus 28, 2026
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Agustus 28, 2026
Next Post
Kapolres Gowa Hadiri Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Sulsel

Kapolres Gowa Hadiri Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Sulsel

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,459)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (285)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,517)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (613)
  • Olahraga (50)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (105)
  • Politik (118)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,068)
  • TNI/POLRI (155)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara