Gi-Media.com, Tanjungbalai . Seorang pria petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Alteri Kota Tanjungbalai, memukul handphone milik koresponden Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), Pahala Sinaga, Rabu (14/10/2026) malam sekira Pukul 19.05 WIB.

Insiden tersebut terjadi ketika Pahala Sinaga, koresponden harian SIB merekam keluhan warga yang mengaku tidak dapat mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, sementara pengisian menggunakan jerigen berlangsung berulang kali di SPBU tersebut.
Pahala menuturkan, awalnya dirinya tidak berniat melakukan peliputan di SPBU tersebut. Ia datang sebagaimana warga lainnya untuk mengisi Pertalite. Namun, situasi di lokasi menarik perhatiannya setelah dirinya bersama sejumlah warga yang telah mengantre mengaku kecewa karena tidak dapat mengisi BBM, sedangkan pengisian menggunakan jerigen justru terlihat berlangsung.
“Saya terkejut ketika seorang pria petugas SPBU tersebut memukul handphone saya saat sedang merekam di lokasi. Dua kali handphone saya dipukul, dan yang kedua kalinya handphone saya terjatuh dan beruntung bisa langsung saya amankan. Saya merekam karena saya bersama warga mengeluh dan kecewa tidak bisa mengisi Pertalite padahal sudah mengantre, sementara jerigen berulang kali diisi,” ungkap Pahala.
Pahala kembali mengatakan bahwa, dirinya juga telah ikut mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU tersebut, namun tidak mendapatkan Pertalite. Sehingga, katanya, kekecewaan dirinya bersama warga yang berada di lokasi itulah yang kemudian mendorongnya untuk mendokumentasikan situasi tersebut sebagai bagian dari fungsi jurnalistik.
“Saya sudah ikut mengantre. Banyak warga yang juga mengantre dan kecewa karena tidak bisa mengisi BBM, tetapi pengisian menggunakan jerigen justru bisa dilakukan,” ujarnya dengan kecewa.
Pahala menyayangkan tindakan petugas yang memukul handphone miliknya ketika aktivitas perekaman berlangsung. Ia menilai, tindakan tersebut tidak semestinya dilakukan terhadap seseorang yang sedang mendokumentasikan situasi di ruang pelayanan publik, terlebih ketika terdapat keluhan masyarakat yang perlu mendapatkan penjelasan.
“Ketika handphone saya dipukul, saya langsung mengamankannya. Saya kemudian mengatakan bahwa kejadian ini akan saya laporkan, tetapi saya justru mendapat tantangan dari petugas tersebut agar melapor ke kepolisian,” kata Pahala dengan geram sembari mengatakan akan berkordinasi dengan pimpinan nya untuk membuat laporan polisi atas kejadian yang dialaminya.
Sementara itu, Ilham Fauzi, pihak pengelola SPBU yang berlokasi di Jalan Alteri Tanjungbalai, ketika dihubungi Jurnalis harianSIB.com via telepon seluler nya mengatakan bahwa belum mengetahui kejadian tersebut.
“Wadoo. Siap bg. Sudah ku telfon mandor nya hadapi itu. Pak Kumpul. Mohon maaf sebelum nya bg,” jawab Ilham menjawab pesan singkat yang dikirimkan.
Dilansir dari regen Silaban
MJP/RED













Discussion about this post