• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Rupiah Anjlok ke Rp16.634 per Dolar AS, Dampak Besar untuk Ekonomi dan Masyarakat

Rupiah Anjlok ke Rp16.634 per Dolar AS, Dampak Besar untuk Ekonomi

redaksi by redaksi
September 24, 2025
in Ekonomi
0
Rupiah Anjlok, Inflasi Naik: Ancaman atau Momentum Ekonomi Indonesia?
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Rupiah Anjlok ke Rp16.634 per Dolar AS, Dampak Besar untuk Ekonomi dan Masyarakat

Nilai tukar rupiah kembali melemah tajam. Pada Senin, 22 September 2025, rupiah dibuka di posisi Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah sekitar 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.601. Angka ini menandai tekanan serius bagi perekonomian Indonesia, baik dari faktor global maupun domestik.

Tekanan dari Dalam Negeri

ADVERTISEMENT

Beberapa faktor internal dinilai menjadi penyebab pelemahan rupiah. Pemerintah dalam beberapa bulan terakhir menggelontorkan likuiditas Rp200 triliun ke bank BUMN, meluncurkan paket stimulus 8+4+5 senilai Rp16,23 triliun, dan menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BeritaTerkait

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

1 bulan ago
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

1 bulan ago
Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

1 bulan ago
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

1 bulan ago

Kebijakan ini memang bertujuan menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Namun, pasar menilai langkah ekspansif ini berisiko memperbesar defisit APBN. Dalam RAPBN 2026, defisit diproyeksikan melebar menjadi Rp689,1 triliun atau 2,68 persen PDB, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya Rp638,8 triliun (2,48 persen PDB).

Investor memandang pelebaran defisit sebagai sinyal risiko fiskal, sehingga memilih lebih berhati-hati menempatkan dana di aset rupiah. Akibatnya, tekanan terhadap kurs kian terasa.

Suku Bunga BI dan Daya Tarik Rupiah

Kebijakan moneter juga memengaruhi nilai tukar. Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2025 menurunkan BI-Rate 25 basis poin menjadi 5,00 persen, dengan suku bunga deposit facility ke 4,25 persen dan lending facility 5,75 persen.

Tujuannya jelas: mendorong kredit dan investasi. Tetapi, langkah ini membuat imbal hasil rupiah kurang menarik dibandingkan dolar AS. Investor global pun cenderung memilih aset berdenominasi dolar yang dianggap lebih aman, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat, sementara rupiah melemah.

Faktor Global yang Berat

Tekanan eksternal tak kalah besar. Dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, dipicu kebijakan moneter ketat Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tinggi. Investor global berbondong-bondong mencari safe haven seperti dolar AS, obligasi AS, dan emas.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan fluktuasi harga komoditas dunia membuat pasar keuangan semakin waspada. Bagi Indonesia, pelemahan rupiah langsung menaikkan biaya impor, mulai dari bahan baku industri, energi, obat-obatan, hingga produk teknologi.

Dampak ke Masyarakat

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah berarti harga barang impor akan naik. Obat-obatan, elektronik, hingga kebutuhan industri yang berbasis impor bisa lebih mahal. Jika beban biaya ini berlanjut, daya beli masyarakat berisiko turun.

Namun, sisi positifnya, sektor ekspor Indonesia bisa lebih kompetitif. Produk dalam negeri yang dibayar dengan dolar menjadi relatif lebih murah, sehingga berpeluang mendorong ekspor. Sayangnya, keuntungan ekspor ini tidak selalu cukup untuk mengimbangi kerugian akibat biaya impor yang lebih tinggi.

Perlu Jalan Tengah

Para ekonom menekankan pentingnya keseimbangan. Pemerintah perlu berhati-hati menjaga fiskal agar tidak terlalu ekspansif sehingga menimbulkan inflasi. Di sisi lain, BI juga harus cermat dalam mengelola suku bunga dan intervensi pasar valas.

Stabilitas rupiah bukan hanya soal angka di pasar keuangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan investor, daya beli masyarakat, dan ketahanan ekonomi nasional.

Edukasi Finansial untuk Publik

Masyarakat juga perlu mengambil langkah adaptif menghadapi pelemahan rupiah. Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain:

1. Diversifikasi aset – menyimpan sebagian dana di emas, dolar, atau instrumen keuangan lain.

2. Mengurangi konsumsi impor – lebih memilih produk lokal untuk menekan permintaan dolar.

3. Memanfaatkan peluang ekspor – UMKM bisa memaksimalkan peluang pasar global karena harga produk lokal lebih kompetitif.

 

Harapan ke Depan

Pelemahan rupiah hingga menembus Rp16.634 per dolar AS adalah peringatan penting. Namun, kondisi ini bisa dikelola dengan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat.

Koordinasi yang baik akan membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membuka peluang bagi peningkatan daya saing. Pada akhirnya, literasi keuangan publik adalah kunci agar masyarakat tidak hanya melihat pelemahan rupiah sebagai ancaman, melainkan juga sebagai momentum memperkuat ketahanan ekonomi domestik.

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/13/ekonomiinvestasibankindonesia/
Via: https://www.bi.go.id/id/default.aspx
Tags: Bank Indonesiadefisit APBNdolar ASekspor Indonesia.harga imporkurs rupiah hari inikurs rupiah Rp16.634nilai tukar rupiahpelemahan rupiah dampakrupiah melemah
Previous Post

Persiapan Pelantikan, DPC HIMAPSI Audiensi ke Mapolres Kota Tebingtinggi 

Next Post

Booth FIFGROUP di IMOS 2025 Resmi Dibuka,

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Mukernas PISPI 2026–2031, Perkuat Peran Insinyur dan Sarjana Pertanian dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional
Daerah

Mukernas PISPI 2026–2031, Perkuat Peran Insinyur dan Sarjana Pertanian dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional

by Muhammad Dimas Aditya
November 4, 2026
0

  JAKARTA – Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Periode 2026–2031 sebagai momentum strategis...

Read more
80 Persen Inovasi Kosmetik Masih Dipasok dari Luar Negeri, Inventor Lokal Dinanti Industri

80 Persen Inovasi Kosmetik Masih Dipasok dari Luar Negeri, Inventor Lokal Dinanti Industri

November 4, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

Oktober 20, 2026
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Oktober 6, 2026
KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

September 30, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

September 29, 2026
Next Post
Booth FIFGROUP di IMOS 2025 Resmi Dibuka,

Booth FIFGROUP di IMOS 2025 Resmi Dibuka,

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,507)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (296)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,813)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (180)
  • Nasional (625)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,073)
  • TNI/POLRI (215)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara