JAKARTA – Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) meluncurkan Gerakan Nasional Penanaman 1.000.000 Tanaman Pekarangan di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Gerakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Dari Pekarangan untuk Kedaulatan Pangan Indonesia”, kegiatan tersebut berlangsung di Waduk Kelurahan Dukuh II, Jalan Al Bashor, Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Peluncuran gerakan nasional ini menjadi momentum penting untuk mendorong kesadaran masyarakat mengenai besarnya potensi lahan pekarangan sebagai sumber pangan yang dapat dikelola secara mandiri.
Melalui gerakan penanaman satu juta tanaman pekarangan, PISPI mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam membangun kemandirian pangan, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.

Pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah.
Selain peluncuran gerakan nasional tersebut, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) PISPI serta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) periode 2026–2031.
Acara ini di hadiri oleh Aster Kasal Laksamana Muda TNI Bram Rusman Namin mewakili KSAL,Aster Kasau Marsekal Muda Bambang Gunarto mewakili KSAU, Aster Kasdam Jaya Kolonel Horas Sitinjakmewakili KSAD,Sesko Jaktim Eko Darmawan mewakili Gubernur DKI serta Wakajati DKI Neva Sari Susanti mewakili Kajati DKi
Ketua Umum BPP PISPI, Ahmad Tjahja Nugraha, mengatakan pergantian kepengurusan tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat kontribusi insinyur dan sarjana pertanian menghadapi berbagai tantangan pembangunan sektor pertanian Indonesia.
Menurut Ahmad, PISPI memiliki tanggung jawab strategis untuk terus mendorong inovasi, pengembangan teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas sektor pangan nasional.
“PISPI sebagai organisasi profesi yang menaungi insinyur dan sarjana pertanian diharapkan terus mengambil peran aktif dalam mendorong inovasi, pengembangan teknologi pertanian, serta peningkatan produktivitas sektor pangan nasional,” ujar Ahmad Tjahja Nugraha di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Ia menegaskan, gerakan penanaman satu juta tanaman pekarangan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, gerakan tersebut harus dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, pemerintah, kalangan akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan pangan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan secara langsung oleh masyarakat untuk mendukung ketersediaan pangan.
Dengan mengoptimalkan lahan pekarangan, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berperan dalam memperkuat fondasi kedaulatan pangan Indonesia.
Gerakan Nasional Penanaman 1.000.000 Tanaman Pekarangan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PISPI dalam mendukung pembangunan pertanian nasional, memperkuat kemandirian pangan, serta mendorong terciptanya sistem pangan yang berkelanjutan.
Melalui gerakan tersebut, PISPI berharap pemanfaatan pekarangan dapat menjadi budaya produktif di tengah masyarakat, sehingga upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari rumah dan berkembang menjadi gerakan bersama untuk Indonesia.














Discussion about this post