• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Rupiah “Terseret” Dolar AS: Mengapa Terjadi dan Apa Solusinya?

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (

redaksi by redaksi
September 27, 2025
in Ekonomi
0
Rupiah “Terseret” Dolar AS: Mengapa Terjadi dan Apa Solusinya?
0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media. com Jakarta — Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada sesi perdagangan Kamis (25/9), dolar AS berhasil menguat, hampir menyentuh level Rp 16.800 per dolar.

Pakar ekonomi mengamati, tekanan terhadap rupiah bersumber dari kombinasi faktor — dari dinamika global hingga kebijakan domestik — yang saling memperburuk satu sama lain. Agar ke depan rupiah lebih tangguh, penting untuk memahami akar persoalan dan arah kebijakan yang bisa diperbaiki.

Akar Tekanan: Faktor-Faktor yang Mendorong Pelemahan Rupiah

ADVERTISEMENT

1. Kondisi Global dan Risiko Geopolitik

BeritaTerkait

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

1 bulan ago
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

1 bulan ago
Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

1 bulan ago
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

1 bulan ago

Penguatan dolar AS tak lepas dari kondisi eksternal, khususnya ketegangan geopolitik di Eropa. Retorika kebijakan minyak dan sanksi terhadap Rusia turut memicu kekhawatiran pasar global, sehingga investor kembali mencari “safe haven” seperti dolar.

2. Pernyataan Kebijakan yang Menimbulkan Ketidakpastian

Beberapa pernyataan pejabat keuangan domestik dianggap kurang meyakinkan pasar, seperti keputusan melepas wacana tax amnesty. Menurut pengamat, pasar sempat berharap adanya langkah amnesti pajak yang bisa mendongkrak aliran modal masuk.

3. Intervensi yang Terbatas dan Terbebani Cadangan Devisa

Bank Indonesia (BI) memang aktif melakukan intervensi dalam pasar valuta (termasuk pasar NDF/DNDF), namun intensitasnya diklaim tidak bisa terlalu agresif demi menjaga cadangan devisa tetap sehat.

4. Penurunan Suku Bunga dan Kekhawatiran Kebijakan Fiskal

Penurunan suku bunga BI beberapa kali mengejutkan investor. Sementara itu, rencana revisi undang-undang tentang keleluasaan fiskal (UU P2SK) memunculkan kekhawatiran bahwa mandat BI di masa depan tidak hanya akan berorientasi inflasi dan nilai tukar, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi secara langsung — suatu potensi kompromi independensi bank sentral.

Proyeksi: Apakah Rupiah Bisa Tembus Rp 17.000?

Menurut pengamat Ibrahim Assuaibi, peluang dolar AS menembus Rp 17.000 sangat mungkin jika rupiah melemah melewati Rp 16.800.

Namun, seberapa jauh rupiah tergelincir akan sangat tergantung pada keputusan-keputusan kebijakan dalam waktu dekat — apakah BI dan pemerintah sanggup menjaga kepercayaan pasar dan cadangan devisa sekaligus ― tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi makro.

Rekomendasi Kebijakan: Jalan Menuju Rupiah Lebih Tangguh

Berikut saran-saran yang bisa dipertimbangkan agar tekanan terhadap rupiah bisa dikelola lebih baik:

Aspek Langkah yang Direkomendasikan

Kebijakan Fiskal & Pajak Membuka dialog ulang wacana tax amnesty atau insentif pajak yang sehat agar menarik aliran modal asing tanpa memicu persepsi “kongkalikong.”
Independensi BI Menjaga agar BI tetap fokus pada mandat menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tanpa beban tambahan yang melemahkan kredibilitasnya.
Intervensi Nilai Tukar Meningkatkan koordinasi antara BI dan pemerintah dalam menggunakan intervensi pasar — tetap aktif, tetapi cermat agar cadangan devisa tetap aman.
Komunikasi Kebijakan Menyampaikan kebijakan moneter dan fiskal secara transparan dan konsisten agar pasar tidak mudah resah.
Diversifikasi Ekonomi Memperkuat ekspor non-migas, mengurangi ketergantungan impor bahan baku, dan membangun sektor strategis agar tekanan eksternal bisa diredam dari sumber domestik.

Ujian rupiah terhadap dolar AS kali ini mengingatkan bahwa nilai tukar bukan sekadar soal angka di layar — melainkan refleksi kepercayaan pasar dan efektivitas kebijakan. Dengan langkah-langkah terukur dan komunikasi yang baik, tekanan jangka pendek bisa dikendalikan, dan di masa mendatang rupiah bisa lebih resilien terhadap guncangan eksternal.

 

Source: https://gi-media.com/2025/09/13/ekonomiinvestasibankindonesia/
Via: https://gi-media.com/2025/09/13/ekonomiinvestasibankindonesia/
Tags: #Rupiah# dollar#ekonomi# gi-media.com#
Previous Post

Pengurus Korwil Priangan Timur dilantik, Sekum Minta Tingkatkan Kepedulian

Next Post

Merajut Impian Bersama FIFGROUP: 36 Tahun Menjadi Teman Perjalanan Finansial Masyarakat

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah
Ekonomi

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Bappenas dan Kementerian PKP untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 20, 2026
0

  Jakarta, 20 Oktober 2026 — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan...

Read more
BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Oktober 6, 2026
KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

September 30, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

September 29, 2026
Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

September 28, 2026
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

September 28, 2026
Next Post
Merajut Impian Bersama FIFGROUP: 36 Tahun Menjadi Teman Perjalanan Finansial Masyarakat

Merajut Impian Bersama FIFGROUP: 36 Tahun Menjadi Teman Perjalanan Finansial Masyarakat

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,505)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,808)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (180)
  • Nasional (621)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,073)
  • TNI/POLRI (212)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara