• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Internasional

Luka Poso, Suara Perempuan: Membaca Ulang Konflik dan Agenda UN Women untuk Perdamaian Inklusif

Tubuh perempuan menjadi arena kekerasan, suara mereka dipinggirkan dalam proses rekonsiliasi

redaksi by redaksi
September 20, 2025
in Internasional
0
Luka Poso, Suara Perempuan: Membaca Ulang Konflik dan Agenda UN Women untuk Perdamaian Inklusif
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com September 2025 — Dua puluh tahun lebih setelah konflik Poso yang mencabik Sulawesi Tengah, jejak luka itu masih hidup dalam ingatan korban. Pertikaian yang berlangsung sejak 1998 hingga 2001 bukan sekadar catatan bentrokan antaragama. Ia adalah tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan orang, terutama perempuan.

Tubuh perempuan menjadi arena kekerasan, suara mereka dipinggirkan dalam proses rekonsiliasi, sementara beban sosial, ekonomi, dan psikologis terus mereka tanggung hingga kini.

Di tengah ingatan itu, agenda UN Women PBB tentang Women, Peace and Security (WPS) memberikan lensa baru: bagaimana memastikan perempuan tidak hanya dilihat sebagai korban, melainkan agen perdamaian.

ADVERTISEMENT

Perempuan dalam Pusaran Konflik

BeritaTerkait

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

2 bulan ago
Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

2 bulan ago
NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia

NCB Interpol Polri Tangkap Buronan Narkotika “The Doctor” di Malaysia, Segera Dipulangkan ke Indonesia

2 bulan ago

Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali

3 bulan ago

Konflik Poso bermula dari gesekan sosial-politik yang membesar menjadi pertikaian bernuansa agama. Lebih dari seribu orang tewas, ribuan rumah hancur, dan ratusan ribu mengungsi. Namun, di balik angka itu, ada kisah-kisah perempuan yang jarang dituturkan.

Kekerasan seksual menjadi senjata tak terlihat. Banyak perempuan melaporkan pelecehan, perkosaan, hingga perkawinan paksa yang terjadi di tengah chaos.

Trauma berlapis muncul: kehilangan suami, anak, sekaligus stigma sosial karena dianggap “korban yang memalukan.”

Beban domestik meningkat: perempuan harus mengurus anak-anak di pengungsian dengan fasilitas minim, sementara akses pada pangan, air, dan layanan kesehatan terbatas.

“Perempuan di Poso waktu itu dipaksa kuat. Kami menangis, tapi juga harus berdiri. Kami kehilangan keluarga, tapi juga harus jadi tulang punggung,” kenang Rosdiana L, penyintas yang kini memimpin komunitas perempuan lintas iman.

Mengapa Perempuan Penting dalam Perdamaian?

Pengalaman global membuktikan: perdamaian lebih berkelanjutan ketika perempuan dilibatkan. Riset UN Women menunjukkan bahwa perjanjian damai yang melibatkan perempuan berpeluang 35% lebih besar bertahan lama.

Namun, di Poso, peran perempuan sering terpinggirkan. Rekonsiliasi formal melalui Perjanjian Malino (2001) nyaris seluruhnya didominasi elite laki-laki. Perempuan hadir, tetapi hanya sebagai pendengar, bukan pengambil keputusan.

Padahal di akar rumput, perempuanlah yang menjaga harmoni. Mereka menjadi penghubung antarwarga, membuka jalur dialog, bahkan menginisiasi kegiatan bersama lintas iman untuk meredakan ketegangan.

“Waktu orang takut ke pasar karena berbeda agama, perempuan-perempuanlah yang pertama kali berjualan bersama, menukar sayur dan ikan, lalu obrolan itu menyambung kembali persaudaraan,” ujar Maria Tondang, pegiat rekonsiliasi di Poso.

Feminisme Interseksional: Membaca Luka yang Berlapis

Konflik tidak menimpa semua orang secara sama. Perempuan miskin, difabel, atau dari komunitas minoritas agama menanggung beban lebih berat. Inilah yang disebut feminisme interseksional: pengalaman perempuan ditentukan oleh banyak identitas yang berlapis.

Perempuan Muslim miskin di kamp pengungsian menghadapi diskriminasi dalam akses bantuan.

Perempuan Kristen minoritas kehilangan rumah ibadah, tanah, dan identitas kolektif sekaligus.

Perempuan difabel terabaikan dalam evakuasi dan layanan dasar.

Pendekatan interseksional ini sejalan dengan agenda UN Women: tidak ada perdamaian sejati tanpa mendengar suara kelompok paling rentan.

Agenda UN Women dan Resolusi DK PBB 1325

UN Women lahir dengan mandat untuk memastikan kesetaraan gender di seluruh dunia, termasuk dalam situasi konflik. Salah satu tonggak utamanya adalah Resolusi Dewan Keamanan PBB 1325 (2000) tentang Women, Peace and Security (WPS). Resolusi ini menegaskan empat pilar utama:

1. Partisipasi — Perempuan harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang perdamaian.

2. Perlindungan — Perempuan harus dilindungi dari kekerasan berbasis gender dalam konflik.

3. Pencegahan — Kekerasan berbasis gender harus dicegah melalui sistem hukum dan sosial yang kuat.

4. Pemulihan dan Rekonstruksi — Kebutuhan perempuan harus menjadi prioritas dalam program pascakonflik.

 

Konflik Poso, bila dibaca dengan lensa ini, jelas menunjukkan betapa absennya pilar-pilar tersebut di masa lalu. Tetapi ia juga memberi pelajaran: mengapa kita harus menata ulang rekonsiliasi dengan memastikan perempuan sebagai aktor utama.

Suara dari Akar Rumput

Di Poso, lahir inisiatif-inisiatif perdamaian yang digerakkan perempuan. Mereka bukan menunggu, melainkan bergerak sendiri.

Komunitas Perempuan Lintas Iman mendirikan koperasi simpan pinjam, sehingga perempuan bisa bangkit secara ekonomi.

Forum Dialog Ibu Desa membuka ruang percakapan rutin lintas agama, dimulai dari urusan sehari-hari seperti harga bahan pokok hingga kepercayaan antarwarga.

Pendidikan perdamaian berbasis sekolah perempuan melatih anak-anak gadis agar paham hak-hak mereka, sekaligus menjadi agen anti-kekerasan.

“Kalau menunggu elite, kita tidak tahu kapan damai benar-benar hadir. Jadi kami yang mulai sendiri. Damai itu dimulai dari dapur, dari pasar, dari hati perempuan,” kata Nurhayati Bahri, aktivis lokal.

Tantangan Hari Ini

Meski konflik bersenjata telah lama usai, jejak luka masih ada:

Trauma antar-generasi: Anak-anak yang lahir setelah konflik masih mewarisi cerita kebencian.

Kesenjangan ekonomi: Perempuan penyintas sulit mengakses pekerjaan layak karena stigma dan minim pendidikan.

Minim dokumentasi: Kekerasan seksual di masa konflik banyak yang tak pernah tercatat, apalagi mendapat keadilan hukum.

UN Women menekankan pentingnya rekonsiliasi yang berperspektif gender, bukan hanya “berhenti bertikai.” Itu berarti membuka ruang pengakuan, keadilan, dan pemulihan bagi korban perempuan.

Jurnalisme Inklusif untuk Ingatan Kolektif

Kami percaya, media punya peran vital dalam memastikan suara perempuan tidak hilang dari sejarah. Jurnalisme inklusif berarti:

Merekam narasi perempuan korban sebagai subjek utama, bukan sekadar pelengkap.

Menyoroti inisiatif pemulihan yang dipimpin perempuan.

Menghubungkan pengalaman lokal dengan mandat global seperti UN Women.

Tanpa jurnalisme inklusif, Poso hanya akan dikenang sebagai konflik agama. Padahal, di balik itu, ada cerita perempuan yang berjuang menjaga kehidupan.

Jalan ke Depan: Solidaritas Global, Aksi Lokal

Konflik Poso mengingatkan bahwa perdamaian sejati bukan sekadar menghentikan peluru, melainkan menyembuhkan luka. Dan penyembuhan itu tidak mungkin tercapai tanpa perempuan.

Agenda UN Women mengajarkan:

Libatkan perempuan dalam setiap forum rekonsiliasi.

Akui kekerasan berbasis gender sebagai kejahatan serius.

Pastikan pemulihan ekonomi memberi ruang setara bagi perempuan.

Dukung jurnalisme inklusif yang mengangkat suara korban.

“Perempuan bukan lagi sekadar korban. Kami adalah penenun masa depan,” pungkas Rahmawati Djafar, aktivis perdamaian di Sulawesi Tengah.

Source: https://gi-media.com/?s=Un+woman
Via: https://gi-media.com/?s=Un+woman
Tags: PBBposoUn woman
Previous Post

Stimulus 8+4+5: Harapan Baru atau Sekadar Janji untuk Ekonomi Indonesia?

Next Post

Turnamen Voli Putri Warnai HUT ke-36 PT Asahimas Chemical di Anyar

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

The European Union in Southeast Asia: Research that Connects, Collaboration that Empowers
Internasional

The European Union in Southeast Asia: Research that Connects, Collaboration that Empowers

by redaksi
Mei 6, 2026
0

  When people talk about the European Union, they often picture a major political and economic force in the West....

Read more
PP KAMMI Turut Berbelasungkawa dan Nyatakan Dukungan Terhadap Iran

PP KAMMI Turut Berbelasungkawa dan Nyatakan Dukungan Terhadap Iran

April 22, 2026
AS Diduga Incar Kapal Dagang Iran di Selat Malaka, Ini Fakta di Baliknya

AS Diduga Incar Kapal Dagang Iran di Selat Malaka, Ini Fakta di Baliknya

April 21, 2026
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan Global Memanas dan Pasokan Energi Terancam

April 20, 2026
Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

Ketegangan Global Memanas: Kapal Tanker China Putar Balik di Selat Hormuz, Alarm Baru bagi Stabilitas Energi Dunia

April 16, 2026
Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

Klaim Spanyol Keluar dari NATO Tidak Berdasar, Ini Faktanya

April 11, 2026
Next Post
Turnamen Voli Putri Warnai HUT ke-36 PT Asahimas Chemical di Anyar

Turnamen Voli Putri Warnai HUT ke-36 PT Asahimas Chemical di Anyar

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0

Kabar BBM ( Bahan Bakar Minyak) Naik Adalah Hoax

0
Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Juni 12, 2026
Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Juni 11, 2026

Recent News

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Mahasiswa Gelar Demo di Dua Lokasi Berbeda, Masyarakat Diimbau Hindari Titik Unjuk Rasa

Juni 12, 2026
Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Diduga Praktik Mandiri Tanpa Izin, Perawat di Sergai Disorot

Juni 11, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,405)
  • DPD/DPRD/DPR RI (11)
  • Ekonomi (262)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,139)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (89)
  • Korupsi (49)
  • Kriminal (172)
  • Nasional (600)
  • Olahraga (47)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (110)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (57)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara