Gi-media.com Jakarta, 21 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa rencana keterlibatan pasukan dalam misi stabilisasi internasional di Gaza telah dipahami oleh otoritas Palestina.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam keterangan resminya terkait perkembangan diplomasi Indonesia di forum internasional.
Menurut Sugiono,
komunikasi terbuka telah dilakukan dalam berbagai pertemuan multilateral, termasuk dengan perwakilan Palestina.
Pemerintah memastikan bahwa partisipasi Indonesia sepenuhnya berlandaskan mandat kemanusiaan dan perlindungan sipil, bukan keterlibatan dalam operasi tempur.
Indonesia direncanakan akan berkontribusi dalam kerangka International Stabilization Force (ISF), sebuah misi gabungan lintas negara yang difokuskan pada stabilisasi situasi pascakonflik. Dalam konteks ini,
Indonesia menegaskan adanya batasan mandat (national caveat) yang jelas, sehingga personel yang ditugaskan tidak akan terlibat dalam operasi ofensif maupun pelucutan senjata.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi signifikan dalam upaya perdamaian global.
Kesiapan tersebut dinilai sebagai bentuk konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sekaligus wujud nyata solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Kementerian Luar Negeri juga menekankan bahwa pengalaman Tentara Nasional Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian PBB menjadi modal penting dalam menjalankan tugas stabilisasi dan perlindungan masyarakat sipil di wilayah konflik.
Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu menciptakan ruang aman bagi warga sipil di Gaza, serta mendukung proses diplomasi menuju perdamaian yang berkelanjutan. Indonesia menegaskan bahwa setiap kontribusi yang diberikan tetap mengedepankan prinsip kedaulatan, hukum internasional, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.























Discussion about this post