• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

PP KAMMI: Bappenas Nilai MBG Mendesak Ketimbang Lapangan Pekerjaan, Gagalnya Arah Pembangunan!

redaksi by redaksi
Januari 30, 2026
in Hukum
0
PP KAMMI: Bappenas Nilai MBG Mendesak Ketimbang Lapangan Pekerjaan, Gagalnya Arah Pembangunan!
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

 

 

ADVERTISEMENT

 

BeritaTerkait

KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, MenImipas Hormati Proses Hukum

KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, MenImipas Hormati Proses Hukum

3 minggu ago
Tak Punya Lahan Parkir , PT.Kinra Dan Pemerintahan Kecamatan Bandar Kompak Gusur Para Pedagang UMKM

Tak Punya Lahan Parkir , PT.Kinra Dan Pemerintahan Kecamatan Bandar Kompak Gusur Para Pedagang UMKM

3 minggu ago
Peredaran Sabu Beserrak,Warga Desak Kapoldasu Tangkap Jaringan Jon Tato Cs Di Bandar Masilam

Peredaran Sabu Beserrak,Warga Desak Kapoldasu Tangkap Jaringan Jon Tato Cs Di Bandar Masilam

3 minggu ago
Tiga Mantan Petinggi BGN, di Tahan  Kajagung, Tersangka Korupsi Titik SPPG

Tiga Mantan Petinggi BGN, di Tahan Kajagung, Tersangka Korupsi Titik SPPG

3 minggu ago

Jakarta, Gi-media.com,

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menaggapi pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibanding penciptaan lapangan kerja. PP KAMMI menilai pernyataan tersebut mencerminkan kegagalan negara dalam membaca persoalan serius orientasi pembangunan nasional.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Arsandi, menegaskan bahwa Bappenas seharusnya menjadi penjaga arah pembangunan jangka panjang Indonesia serta memastikan setiap kebijakan nasional berorientasi pada keberlanjutan, bukan ketergantungan.

“Pernyataan tersebut justru mencerminkan bergesernya orientasi pembangunan dari agenda transformasi struktural menuju kebijakan populis jangka pendek. Prioritas program MBG tidak dapat menggantikan tanggung jawab utama negara dalam membuka lapangan pekerjaan yang luas, layak, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arsandi menilai pernyataan tersebut tidak sensitif dan sangat melukai rasa keadilan sosial di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Persoalan paling mendesak bukan hanya soal makan hari ini, tetapi kepastian hidup esok hari. Negara seharusnya hadir dengan solusi menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persoalan ketenagakerjaan nasional masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Pada Agustus 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai 7,46 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,85 persen.

Laporan BPS pada Mei 2025 juga menunjukkan bahwa generasi Z dan sebagian generasi milenial menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Dari total 7,28 juta pengangguran pada Februari 2025, sekitar 3,55 juta merupakan Gen Z usia 15–24 tahun, atau hampir setengah dari total pengangguran nasional.

Kondisi ini juga diperparah dengan gelombang pemutusan hubungan kerja. Sepanjang Januari–Desember 2025, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 88.519 pekerja mengalami PHK di seluruh Indonesia. Sementara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat jumlah PHK hampir menyentuh angka 100 ribu orang sepanjang 2025.

Arsandi menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk memprioritaskan penciptaan lapangan kerja sebagai fondasi utama pembangunan nasional, khususnya dalam menyambut bonus demografi.

Ia mengingatkan bahwa Bappenas sendiri memproyeksikan Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada periode 2030–2040, ketika penduduk usia produktif berusia 15–64 tahun mencapai sekitar 64–68 persen dari total populasi. Momentum ini merupakan jendela kesempatan yang sangat krusial bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan syarat SDM berkualitas dan lapangan kerja cukup.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan PP KAMMI, Muhammad Alfiansyah, menilai membenturkan urgensi pemenuhan gizi dengan penciptaan lapangan kerja adalah logika kebijakan yang keliru dan berbahaya.

​“Kita sepakat bahwa gizi adalah investasi jangka panjang. Namun, memberikan makan gratis tanpa dibarengi dengan kepastian lapangan kerja bagi usia produktif adalah kebijakan yang tidak berkelanjutan _(unsustainable)_,” katanya.

Menurutnya kesehatan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari aspek kesejahteraan ekonomi. Jika negara hanya fokus pada bagi-bagi makanan sementara angka PHK terus melonjak, maka negara sebenarnya sedang menciptakan siklus ketergantungan.

“Kita tidak ingin masyarakat sehat secara fisik tapi depresi secara ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan. Program MBG ini seharusnya tidak dikelola secara populis semata, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi riil dengan menyerap tenaga kerja lokal di setiap daerah,” pungkas Alfiansyah.

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengungkapkan urgensi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai MBG merupakan program yang lebih mendesak, bahkan dibandingkan penciptaan lapangan pekerjaan.

“Pada waktu saya ditanya mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting sekali? Apakah MBG lebih penting daripada memberi lapangan kerja? Saya mengatakan, MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” kata Rachmat saat menghadiri agenda Prasasti Economic Forum 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menaggapi pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibanding penciptaan lapangan kerja. PP KAMMI menilai pernyataan tersebut mencerminkan kegagalan negara dalam membaca persoalan serius orientasi pembangunan nasional.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Arsandi, menegaskan bahwa Bappenas seharusnya menjadi penjaga arah pembangunan jangka panjang Indonesia serta memastikan setiap kebijakan nasional berorientasi pada keberlanjutan, bukan ketergantungan.

“Pernyataan tersebut justru mencerminkan bergesernya orientasi pembangunan dari agenda transformasi struktural menuju kebijakan populis jangka pendek. Prioritas program MBG tidak dapat menggantikan tanggung jawab utama negara dalam membuka lapangan pekerjaan yang luas, layak, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arsandi menilai pernyataan tersebut tidak sensitif dan sangat melukai rasa keadilan sosial di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

“Persoalan paling mendesak bukan hanya soal makan hari ini, tetapi kepastian hidup esok hari. Negara seharusnya hadir dengan solusi menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persoalan ketenagakerjaan nasional masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Pada Agustus 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai 7,46 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,85 persen.

Laporan BPS pada Mei 2025 juga menunjukkan bahwa generasi Z dan sebagian generasi milenial menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. Dari total 7,28 juta pengangguran pada Februari 2025, sekitar 3,55 juta merupakan Gen Z usia 15–24 tahun, atau hampir setengah dari total pengangguran nasional.

Kondisi ini juga diperparah dengan gelombang pemutusan hubungan kerja. Sepanjang Januari–Desember 2025, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 88.519 pekerja mengalami PHK di seluruh Indonesia. Sementara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat jumlah PHK hampir menyentuh angka 100 ribu orang sepanjang 2025.

Arsandi menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk memprioritaskan penciptaan lapangan kerja sebagai fondasi utama pembangunan nasional, khususnya dalam menyambut bonus demografi.

Ia mengingatkan bahwa Bappenas sendiri memproyeksikan Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada periode 2030–2040, ketika penduduk usia produktif berusia 15–64 tahun mencapai sekitar 64–68 persen dari total populasi. Momentum ini merupakan jendela kesempatan yang sangat krusial bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, dengan syarat SDM berkualitas dan lapangan kerja cukup.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan PP KAMMI, Muhammad Alfiansyah, menilai membenturkan urgensi pemenuhan gizi dengan penciptaan lapangan kerja adalah logika kebijakan yang keliru dan berbahaya.

​“Kita sepakat bahwa gizi adalah investasi jangka panjang. Namun, memberikan makan gratis tanpa dibarengi dengan kepastian lapangan kerja bagi usia produktif adalah kebijakan yang tidak berkelanjutan _(unsustainable)_,” katanya.

Menurutnya kesehatan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari aspek kesejahteraan ekonomi. Jika negara hanya fokus pada bagi-bagi makanan sementara angka PHK terus melonjak, maka negara sebenarnya sedang menciptakan siklus ketergantungan.

“Kita tidak ingin masyarakat sehat secara fisik tapi depresi secara ekonomi karena tidak memiliki pekerjaan. Program MBG ini seharusnya tidak dikelola secara populis semata, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi riil dengan menyerap tenaga kerja lokal di setiap daerah,” pungkas Alfiansyah.

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengungkapkan urgensi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai MBG merupakan program yang lebih mendesak, bahkan dibandingkan penciptaan lapangan pekerjaan.

“Pada waktu saya ditanya mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting sekali? Apakah MBG lebih penting daripada memberi lapangan kerja? Saya mengatakan, MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” kata Rachmat saat menghadiri agenda Prasasti Economic Forum 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

Previous Post

Ramadhan Penuh Hikmah dan Cinta Temani Pemirsa Setia di Bulan Suci 

Next Post

Dr. Fahri Bachmid : Tanpa Kemandirian Anggaran, Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Cuma Slogan

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara
Hukum

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

by redaksi
Juni 23, 2026
0

Gi-media.com -- Batu Bara – Seorang warga berinisial BDH (57) melaporkan pemilik samurai antik berinisial BMP (50) ke Polres Batu...

Read more
Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

Sinergi Pemuda dan Aparat, Karang Taruna Bandar Masilam Edukasi Warga Tolak Tindak Pencurian

Juni 11, 2026
Warga Semangkin Resah,Pengedar Sabu Di Kecamatan Bandar Masilam Semangkin Marak ,Kapolres Simalungun Harus Bertindak

Warga Semangkin Resah,Pengedar Sabu Di Kecamatan Bandar Masilam Semangkin Marak ,Kapolres Simalungun Harus Bertindak

Juni 8, 2026
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, MenImipas Hormati Proses Hukum

KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, MenImipas Hormati Proses Hukum

Juni 5, 2026
Tak Punya Lahan Parkir , PT.Kinra Dan Pemerintahan Kecamatan Bandar Kompak Gusur Para Pedagang UMKM

Tak Punya Lahan Parkir , PT.Kinra Dan Pemerintahan Kecamatan Bandar Kompak Gusur Para Pedagang UMKM

Juni 5, 2026
Next Post
Dr. Fahri Bachmid : Tanpa Kemandirian Anggaran, Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Cuma Slogan

Dr. Fahri Bachmid : Tanpa Kemandirian Anggaran, Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Cuma Slogan

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0

Kabar BBM ( Bahan Bakar Minyak) Naik Adalah Hoax

0
Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Juni 23, 2026
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Juni 21, 2026
Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026

Recent News

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Korban Dugaan Penipuan Modus Jual Beli Samurai Antik Laporkan Pemilik Barang ke Polres Batu Bara

Juni 23, 2026
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasaman Barat Temui Para Sesepuh Kepolisian

Juni 21, 2026
Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Sambut 1 Muharram 1448 H,Warga Bukit Hataran Laksanakan Gotong Royong

Juni 16, 2026
Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Gelar Nobar”Kampung Durian Tak Jadi Runtuh” Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Aresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif 

Juni 14, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,406)
  • DPD/DPRD/DPR RI (11)
  • Ekonomi (262)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,140)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (89)
  • Korupsi (49)
  • Kriminal (172)
  • Nasional (601)
  • Olahraga (47)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (110)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,064)
  • TNI/POLRI (58)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara