• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Nada di Ujung Bambu

redaksi by redaksi
Oktober 19, 2025
in Ekonomi
0
Nada di Ujung Bambu
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Gi-media.com Nada di Ujung Bambu: Harapan yang Bernyanyi di Tepi Rembang

ADVERTISEMENT

[Ilustrasi: hasil kerja seorang pengamen di jalan desa, sumber gambar dari Pixabay/)

BeritaTerkait

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

3 minggu ago
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

3 minggu ago
Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

Sekda Kab Malang hadiri Apkasi Otonomi Ekspo 2026, Promosikan Pariwisata dan UMKM Kabupaten Malang

3 minggu ago
BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

BP Tapera Hadir di IRSE 2026, Perkuat Edukasi Pembiayaan Perumahan

3 minggu ago

Di sebuah jalan kecil di pinggiran Kabupaten Rembang, terdengar suara icik-icik lirih dari alat sederhana berbahan tutup botol. Suara itu berpadu dengan lagu lawas yang dinyanyikan serak, tapi hangat.

Di balik suara itu, berdiri seorang lelaki kurus berusia lima puluh tiga tahun — Pak Yanto, pengamen keliling yang menjadikan bambu kecil sebagai sumber hidupnya.

Setiap hari, ia melangkah pelan tapi mantap. Bukan karena malas, melainkan karena tubuhnya sudah tak sekuat dulu.

Ia mengidap ambeien kronis dan memiliki riwayat jantung.

Namun di balik tubuh ringkih itu, ada dua alasan yang membuatnya tetap tegak: dua anak gadisnya yang masih duduk di bangku SD dan SMA.

> “Selama napas saya masih ada, saya harus cari makan buat mereka,” ujarnya pelan sambil menatap alat musiknya yang mulai kusam.

Musik dari Tutup Botol

Pak Yanto bukan pengamen kota dengan gitar atau pengeras suara.

Ia menciptakan sendiri alat musik yang ia sebut icik-icik: tutup botol bekas yang dipipihkan, dijepit di bilah bambu kecil, diikat kawat karatan.

Saat digoyangkan, bunyinya serak tapi khas — seperti hidupnya yang sederhana tapi tulus.

Setiap habis Subuh, ia berjalan ke pasar desa.

Di antara suara pedagang dan pembeli, suaranya menyelip, memecah kebisingan dengan kejujuran.

Kadang ia dapat dua puluh ribu, kadang lima ribu. Kadang, tak ada sama sekali.

Namun setiap kali pulang, senyumnya tetap sama.

> “Kalau nggak saya yang senyum, siapa lagi? Anak-anak nanti ikut sedih,” katanya, menepuk dadanya pelan.

Dulu, sebelum penyakitnya kambuh, ia bekerja sebagai sopir antar kota.

Tapi setelah tubuhnya tak kuat duduk lama, ia berhenti. Kini, icik-icik itu menjadi penyambung hidup, teman setia di tiap langkah.

Rumah Seng dan Tawa Kecil

Rumahnya berdiri di tepi sungai, berdinding papan dan beratap seng. Jika hujan datang, suara deras air seperti musik latar kehidupannya.

Namun di dalam rumah itu, selalu ada tawa kecil dua anaknya — Yahya dan Lala.

Lala yang kecil sering menyiapkan air minum untuk ayahnya sebelum berangkat mengamen.

Yahya, anak sulungnya, membantu ibunya membereskan rumah setelah pulang sekolah.

> “Kadang kalau hujan besar, saya nggak bisa keluar. Tapi anak-anak bilang, nggak apa-apa Yah, besok bisa kerja lagi. Itu yang bikin saya kuat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Air Mata di Jalan Basah

Pernah suatu sore, hujan turun tanpa ampun. Jalan becek, baju basah, tapi ia tetap bernyanyi di bawah emperan toko.

Dari balik hujan, seorang anak kecil datang, menyelipkan uang receh ke dalam kaleng di kakinya.

> “Buat Bapak, ya,” kata anak itu polos.

Pak Yanto menatap uang seribu itu lama sekali, seolah nilainya lebih besar dari emas.
Air matanya jatuh, bukan karena kasihan pada diri sendiri, tapi karena merasa — masih ada hati baik di dunia ini.

Malam itu ia pulang tanpa banyak uang, tapi langkahnya ringan.

Ia tahu, selama masih ada kebaikan sekecil apa pun, hidup tak akan benar-benar gelap.

Harapan di Ujung Doa

Pak Yanto punya mimpi sederhana:
“Kalau nanti anak-anak saya sudah besar,” katanya, “saya pengen buka warung kopi kecil. Biar saya bisa berhenti ngamen, tapi musiknya tetap hidup.”

Ia mulai menabung receh demi receh dari hasil ngamen. Kadang habis untuk obat, kadang untuk listrik.

Tapi sedikit demi sedikit, ia simpan lagi.
Ia tahu, harapan boleh kecil, tapi tak boleh mati.

Ketika Harapan Bertemu Jalan

Hingga suatu hari, ia mendengar kabar dari teman di pasar: ada lembaga keuangan yang datang ke desa, membawa program pembiayaan usaha mikro.

Astra Financial bagian dari Astra Group, yang menghadirkan One Stop Financial Solution,

layanan keuangan terpadu dari pembiayaan, perlindungan, hingga edukasi finansial.

Awalnya, Pak Yanto tak percaya. Tapi ketika ia dijelaskan bahwa program ini membantu masyarakat kecil membangun usaha, membeli kendaraan, bahkan menyediakan perlindungan asuransi keluarga, hatinya mulai hangat.

Ia akhirnya mendaftar melalui program pembiayaan mikro FINATRA dari FIFGROUP, anak perusahaan Astra Financial.

Dari sana, ia memperoleh modal untuk membuka warung kopi kecil di depan rumahnya, dan juga bantuan alat musik sederhana untuk tampil di acara desa.

Kini, warung itu berdiri dengan nama “Nada Bambu.”

Di sana, aroma kopi menyatu dengan suara icik-icik yang kini menjadi lagu bahagia.

Anak-anaknya membantu di warung. Yahya menjaga kasir, Lala menulis menu di papan kecil dari triplek.

Dan Pak Yanto? Ia duduk di sudut, memainkan alat musiknya sambil menyapa pelanggan satu per satu.

> “Dulu saya cuma pengen bisa makan tiap hari,” katanya sambil tersenyum, “sekarang saya pengen bikin orang lain juga bisa tersenyum di sini.”

Astra Financial: Keuangan yang Menyentuh Kemanusiaan

Bagi Astra Financial, kisah seperti Pak Yanto bukanlah cerita kecil.
Inilah wajah nyata dari misi mereka: menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mudah, dan berdaya guna bagi masyarakat Indonesia.

Melalui sinergi 9 unit bisnis — seperti FIFGROUP, ACC, TAF, Asuransi Astra, Astra Life, Maucash, dan lainnya — Astra Financial membangun ekosistem “satu pintu” agar masyarakat kecil dapat mengakses pembiayaan kendaraan, modal usaha, tabungan, hingga proteksi diri.

Seperti disampaikan Chief Executive Astra Financial, Tan Chian Hok, dalam keterangan resmi:

> “Kami percaya bahwa setiap masyarakat, sekecil apa pun usahanya, berhak mendapat kesempatan untuk tumbuh. Karena keuangan seharusnya bukan sekadar angka, tapi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.”

Program literasi keuangan dan pembiayaan mikro dari Astra Financial telah menjangkau ribuan pelaku UMKM di berbagai daerah.

Mereka bukan hanya diberi pinjaman, tetapi juga pendampingan agar usaha mereka berkelanjutan dan mandiri.

Lagu Penutup: Dari Icik-Icik ke Irama Harapan

Sore itu, di bawah langit Rembang yang berwarna oranye lembut, Pak Yanto menatap anak-anaknya tersenyum di depan warung kecilnya.

Suara icik-icik masih terdengar, tapi kini berbeda — bukan lagi lagu perjuangan, melainkan lagu syukur.

> “Selama anak-anak saya masih butuh saya,” katanya sambil menatap langit,
“selama itu juga saya nggak akan berhenti bernyanyi.”

Dan di ujung bambu kecil itu, kini bergetar bukan hanya nada, tapi makna.
Makna tentang hidup yang bertahan. Tentang cinta seorang ayah.

Dan tentang harapan yang akhirnya menemukan rumah — lewat tangan lembut yang peduli, lewat solusi yang menyentuh,

lewat Astra Financial One Stop Financial Solution:

sebuah harmoni antara keuangan dan kemanusiaan.

 

Source: https://astrafinancial.co.id/
Via: Astra
Tags: #astra#fifgroup#keuangan#ekonomi##AstraFinancial #OneStopSolution #KeuanganInklusif #FinansialBerkelanjutan
Previous Post

Manfaat Daun Kelor, Bisa Cegah Diabetes Juga Lho

Next Post

Menyembukan penyakit dengan totok punggung

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen
Daerah

Presiden Prabowo kunjungi hunian baru untuk warga pinggir rel kereta api Senen

by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 29, 2026
0

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menemui masyarakat yang sebelumnya tinggal di pinggir rel kereta api Stasiun Senen di hunian baru...

Read more
Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Komisioner BP Tapera Dampingi Kunjungan Komisi V DPR RI ke Rusun TOD Samesta Mahata Serpong

Agustus 28, 2026
Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas   

Barantin dan Chile Perkuat Kerja Sama SPS, Buka Peluang Perluas Perdagangan Komoditas  

Agustus 28, 2026
Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Agustus 28, 2026
Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Menggelar Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 Yang Berlangsung Pada Tanggal 27–29 Agustus 2026 Di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten

Agustus 27, 2026
Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Hadiri APKASI Otonomi Expo 2026, Plt. Bupati Kuansing Dorong Promosi Potensi Daerah dan Perluasan Kerja Sama Ekonomi

Agustus 27, 2026
Next Post
Menyembukan penyakit dengan totok punggung

Menyembukan penyakit dengan totok punggung

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,451)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,477)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (52)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (104)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara