• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Dari Puncak Tampomas Kami Bersuara: Gunung Itu Bukan Lahan, Gunung Itu Leluhur

Muhammad Dimas Aditya by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 29, 2026
in Hukum
0
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SUMEDANG , Gi-media.com, – Penolakan terhadap rencana Wilayah Panas Bumi di Gunung Tampomas datang dari para penjaga gunung itu sendiri.

Paguyuban Kuncen se-Kabupaten Sumedang menyatakan menolak rencana 22.514 hektare kawasan geotermal yang mencakup Gunung Tampomas, yang tertuang dalam Kepmen ESDM No.309/2025 berdasarkan surat usulan Bupati Sumedang tahun 2023 dan 2024.

ADVERTISEMENT

Pernyataan sikap itu disampaikan oleh Uyut Anom dan Itang Rohaendi selaku Kuncen Tampomas. Mereka menegaskan tugas kuncen turun temurun hanya satu, ngajaga gunung supaya gunung ngajaga manusa.

BeritaTerkait

Afroshop Makeba: Ein Stück Heimatliebe aus dem Netz

10 jam ago

Kakanwil Ditjenpas Sumut Tinjau Program Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura

10 jam ago

Staxino: Der komplette Spielerleitfaden für Registrierung, Boni, Spiele und Sicherheit

10 jam ago

Mitgliedschaft im National Casino Treueprogramm verstehen

12 jam ago

Para kuncen mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pengajuan. Padahal gunung tersebut merupakan ruang hidup yang mereka jaga ratusan tahun sebagai penjaga makam, penjaga situs, penjaga petilasan dan penjaga cai kahuripan.

Kekecewaan itu memuncak pada rapat di DPRD Sumedang tanggal 21 Oktober 2026. Saat itu para kuncen datang bersama Majelis Adat Sumedanglarang dan koalisi lainnya memenuhi undangan dewan. Namun pihak yang mengusulkan justru tidak hadir.

“Kami melihat sendiri yang mengusulkan tidak datang. Bupati tidak hadir, Sekda tidak hadir, padahal merekalah yang mengajukan gunung kami. Yang mengusulkan tidak datang, yang menjaga gunung datang. Punten, ieu kumaha logikana,” tulis para kuncen dalam rilisnya. Kamis, (29/10/2026).

Bagi para kuncen, Tampomas bukan sekadar gunung.

Pertama, Tampomas adalah leluhur. Di sana ada makam karuhun, petilasan, tempat mujasmedi dan mata air yang memiliki nilai sejarah. Kedua, Tampomas adalah Ibu Cai, sumber air yang menghidupi Sumedang. Ketiga, Tampomas adalah Tumpeng Bumi yang tidak boleh dilukai perutnya.

Mereka mengingatkan, jika perut gunung dilubangi 2-3 kilometer untuk mengambil uap panas, yang keluar bukan hanya uap tapi murka alam. Terlebih di bawah kaki gunung terdapat Sesar Baribis Tampomas yang belum pernah dikaji dampaknya.

“Kami tidak anti pembangunan. Tapi pembangunan tanpa izin dari karuhun itu namanya ngaruksak,” tegasnya.

Pada momentum Hari Sumpah Pemuda, para kuncen menyatakan tiga sikap. Pertama, menolak WPSPE 22.514 hektare termasuk Gunung Tampomas dalam bentuk apapun karena tidak ada restu dari karuhun.

Kedua, meminta Bupati Sumedang untuk naik ke Tampomas dan menjelaskan di depan makam leluhur alasan gunung itu diajukan. Para kuncen mengutip pesan leluhur, pamali ngaruksak Tampomas, lamun Tampomas diganggu, cai bakal beak, taneuh bakal gerak, lembur bakal sangsara, karuhun moal ngijinan.

Ketiga, mendukung penuh Sumpah Jaga Tampomas oleh Pemuda Penjaga Tampomas dengan semboyan Insun Medal, Insun Madangan.

“Kami sudah tua. Kami tidak punya kuasa. Yang kami punya hanya doa. Tapi ingat, kalau gunung sudah menangis, air mata pertama yang jatuh adalah banjir dan gempa. Jangan jual Tampomas, kami tidak merestui,” tutup mereka. (*)

Previous Post

Bizzo Casino: RNG-Spiele und Live-Dealer-Mechaniken im Überblick

Next Post

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Muhammad Dimas Aditya

Muhammad Dimas Aditya

TerkaitBerita

Hukum

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 29, 2026
0

JAKARTA , Gi-media.com,- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) untuk mengajak Orang Muda Katolik...

Read more

Bizzo Casino: RNG-Spiele und Live-Dealer-Mechaniken im Überblick

Oktober 29, 2026

staxino : que protège vraiment une alerte de connexion non reconnue ?

Oktober 29, 2026

Betify en France : quel statut vérifier avant de relancer un dépôt arrondi par le prestataire ?

Oktober 29, 2026

Afroshop Makeba: Ein Stück Heimatliebe aus dem Netz

Oktober 29, 2026

Kakanwil Ditjenpas Sumut Tinjau Program Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura

Oktober 29, 2026
Next Post

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,505)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (294)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,824)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (180)
  • Nasional (620)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,073)
  • TNI/POLRI (213)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara