Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur Rozani Erawadi menyoroti masalah mentalitas dan kondisi kesehatan masih menjadi penghambat bagi tenaga kerja muda lokal untuk menembus pasar industri.
“Aspek soft skill dan etos kerja menjadi titik lemah yang membuat tenaga kerja muda kita seringkali sulit beradaptasi dengan target tinggi di dunia usaha,” ujar Rozani di Samarinda, Minggu.
Rozani menjelaskan bahwa fenomena pekerja muda yang mudah mengundurkan diri saat merasa tidak nyaman masih kerap terjadi meski peluang kenaikan jabatan terbuka lebar.
Dari perbincangan dengan para Manajer Sumber Daya Manusia (HRD) perusahaan Kaltim, Rozani menemukan bahwa faktor kesehatan juga menjadi rapor merah karena tak sedikit pelamar gagal dalam seleksi akibat menderita penyakit degeneratif di usia dini serta indikasi penyakit menular seperti TBC.
“Padahal, pemerintah telah berupaya masif meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan dan Bontang,” ungkap dia.
Hingga periode 2024-2025, total peserta pelatihan berbasis kompetensi di berbagai wilayah Kaltim telah menjangkau sekitar 2.000 orang.
Terkait peluang kerja internasional, Rozani menyayangkan rendahnya minat warga Kaltim untuk menjadi pekerja migran ke Jepang, Korea, maupun Eropa.
“Meskipun, program magang nasional sendiri mencatatkan kenaikan minat hingga 500 persen, meski beberapa lowongan tetap tersedia tanpa pelamar,” katanya.
Guna menekan angka pengangguran, Disnakertrans Kaltim menyediakan aplikasi Etam Kerja sebagai wadah resmi bagi pencari kerja untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan.
Pencari kerja diingatkan untuk selalu memverifikasi keabsahan lowongan melalui kanal resmi guna menghindari modus penipuan yang meminta pungutan biaya.
Rozani menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental yang tangguh merupakan kunci bagi SDM Kaltim untuk memenangi persaingan bursa kerja tahun 2026.
“Optimalisasi pendidikan formal dan pelatihan vokasi harus berjalan beriringan dengan perbaikan pola hidup sehat bagi para calon pekerja,” demikian Rozani.





















Discussion about this post