• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

MengEMASkan Harapan: Bagaimana Pegadaian Membawa Literasi, Inklusi, dan Inovasi ke Seluruh Penjuru Indonesia

redaksi by redaksi
September 19, 2025
in Ekonomi
0
MengEMASkan Harapan: Bagaimana Pegadaian Membawa Literasi, Inklusi, dan Inovasi ke Seluruh Penjuru Indonesia
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gi-media.com Harapan yang Menyala dari Desa ke Kota

Di sebuah desa di Sulawesi Selatan, Suryani, seorang ibu rumah tangga, kini rutin menabung emas meski hanya Rp10.000 per hari melalui aplikasi Pegadaian Digital. Dulu, emas hanya dianggap simpanan “orang berada”, tapi kini ia bisa menyimpannya sedikit demi sedikit. “Kalau dulu menabung uang gampang habis, sekarang emas jadi penyemangat saya untuk masa depan anak,” katanya sambil tersenyum.

Kisah Suryani adalah gambaran nyata bagaimana transformasi Pegadaian membuka peluang bagi jutaan masyarakat untuk mengEMASkan harapan. Melalui inovasi digital, literasi keuangan, dan akses yang makin inklusif, Pegadaian hadir bukan sekadar sebagai lembaga gadai, tetapi sebagai partner keuangan rakyat.

ADVERTISEMENT

 

BeritaTerkait

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

3 minggu ago
Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

3 minggu ago
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

4 minggu ago
BP Tapera Dorong Bank Lampung Jadi Mitra Strategis Penyaluran KPR FLPP

BP Tapera Dorong Bank Lampung Jadi Mitra Strategis Penyaluran KPR FLPP

4 minggu ago

Literasi Keuangan: Mengajarkan Emas sebagai Bahasa Masa Depan

Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (OJK, 2022), tingkat literasi keuangan Indonesia baru mencapai 49,68%, sedangkan inklusi keuangan berada di 85,10%. Artinya, meski akses keuangan cukup tinggi, banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami cara mengelola uang atau investasi dengan bijak.

Di sinilah Pegadaian berperan. Melalui program Tabungan Emas dan kampanye literasi di sekolah, pesantren, hingga komunitas UMKM, Pegadaian menghadirkan pemahaman bahwa emas bukan hanya perhiasan, tapi aset investasi jangka panjang yang lebih tahan terhadap inflasi.

> Data menarik: Menurut World Gold Council (2024), harga emas dunia naik rata-rata 6–7% per tahun dalam 20 tahun terakhir, menjadikannya instrumen yang relatif stabil dibandingkan dengan investasi lain.

 

Bagi pelajar dan ibu rumah tangga, tabungan emas mulai dari Rp10.000 memberi ruang belajar finansial sederhana namun berdampak besar. Edukasi inilah yang membuat emas menjadi “bahasa universal” dalam membangun masa depan.

 

Inklusi Ekonomi: Membawa Layanan Hingga ke Pelosok Negeri

Di Nusa Tenggara Timur, banyak nelayan yang tidak memiliki akses perbankan. Namun, melalui agen Pegadaian dan aplikasi digital, mereka kini bisa menabung emas dan bahkan menggadaikan hasil panennya dengan lebih mudah.

Data BPS (2023) menunjukkan, sekitar 51% masyarakat Indonesia masih tinggal di pedesaan, dan sebagian besar belum sepenuhnya terlayani produk keuangan formal. Dengan lebih dari 4.000 outlet Pegadaian dan ribuan agen di seluruh Indonesia, perusahaan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Kehadiran Pegadaian di daerah bukan hanya soal produk, tapi juga memberdayakan komunitas:

Memberikan pelatihan UMKM

Menghubungkan masyarakat dengan akses permodalan

Menyediakan layanan berbasis syariah yang sesuai kebutuhan lokal

> “Pegadaian itu hadir di desa kami seperti keluarga sendiri. Tidak sekadar soal uang, tapi juga memberi pengetahuan,” ujar Herman, petani kakao di Kolaka Utara.

 

Kewirausahaan Emas: Modal untuk UMKM

Di Yogyakarta, seorang pengrajin batik bernama Rinto memanfaatkan layanan gadai emas untuk mengembangkan usahanya. “Waktu itu butuh modal cepat untuk beli bahan. Saya gadaikan emas keluarga, prosesnya cepat, dan usaha bisa jalan,” tuturnya.

Cerita seperti Rinto adalah contoh nyata bagaimana Pegadaian berperan sebagai katalisator kewirausahaan rakyat. Dengan produk Gadai Emas, Kreasi UMKM, dan Tabungan Emas, banyak pelaku usaha mikro bisa bertahan bahkan berkembang.

Kementerian Koperasi & UKM (2024) mencatat ada 65,1 juta UMKM di Indonesia, menyumbang 61% PDB. Namun, keterbatasan modal kerap jadi hambatan. Pegadaian membantu menutup gap ini, menghadirkan solusi permodalan yang aman, cepat, dan sesuai regulasi.

 

Inovasi Digital: Dari Loket ke Genggaman Tangan

Era digital mengubah segalanya. Kini, cukup dengan smartphone, masyarakat bisa membuka tabungan emas, cek harga, hingga transaksi gadai.

Aplikasi Pegadaian Digital telah diunduh lebih dari 5 juta kali (Google Play, 2025) dengan rating positif karena kemudahan dan keamanan. Transformasi ini tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga mendorong generasi muda untuk lebih melek investasi.

Dengan fitur Tabungan Emas Online, pelajar atau pekerja milenial bisa memulai investasi dengan nominal kecil. Hal ini relevan dengan survei Katadata Insight Center (2024), yang menemukan bahwa 72% generasi milenial lebih memilih instrumen investasi digital karena akses mudah dan transparansi tinggi.

 

Keberlanjutan: Emas dan Masa Depan Hijau

Bicara emas tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan. Pegadaian juga mulai mendorong program keberlanjutan, misalnya “Gadai Sampah” di beberapa daerah, di mana masyarakat bisa menabung emas dari hasil menukar sampah plastik.

Selain itu, Pegadaian menjalankan program CSR yang mendukung pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

> Menurut laporan Sustainability Report Pegadaian 2024, lebih dari Rp120 miliar dialokasikan untuk program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan), mencakup 1.200 desa dan komunitas di seluruh Indonesia.

 

Langkah ini menunjukkan bahwa mengEMASkan Indonesia tidak hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga keberlanjutan sosial dan lingkungan.

 

Ide Infografis

1. Peta Literasi Keuangan Indonesia (sumber: OJK 2022) – literasi 49,68%, inklusi 85,10%.

2. Jumlah UMKM dan Kontribusi PDB (sumber: KemenkopUKM 2024) – 65,1 juta UMKM, kontribusi 61%.

3. Kenaikan Harga Emas 20 Tahun Terakhir (sumber: World Gold Council 2024).

4. Ekosistem Layanan Pegadaian – Gadai, Tabungan Emas, Kreasi UMKM, Pegadaian Digital, CSR.

5. Cerita Human Interest – ilustrasi ibu rumah tangga menabung emas, nelayan bertransaksi, UMKM berkembang.

 

Penutup: MengEMASkan Masa Depan, Menguatkan Bangsa

Di tengah tantangan ekonomi global, emas tetap menjadi simbol ketahanan dan harapan. Melalui Pegadaian, akses terhadap emas bukan lagi milik segelintir orang, tetapi milik semua. Dari desa hingga kota, dari pelajar hingga pengusaha, semua bisa mengEMASkan Indonesia.

 

Source: www.gi-media.com
Via: www.gi-media.com
Tags: #MengEMASkanIndonesia #PegadaianMediaAwards2025 #JurnalismeKonstruktif #LiterasiKeuangan #EmasUntukMasaDepan
Previous Post

MTsN 4 Kabupaten Serang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Angkat Tema Generasi Z dan Era Digital

Next Post

Perluas pengolahan Hutan, FIFGROUP Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang
Daerah

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 6, 2026
0

    Subang, 5 Oktober 2026 – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus mendorong percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas...

Read more
KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

KRIYANUSA 2026 Jadi Etalase Kriya Nusantara, Yane Ardian Dorong Perajin Naik Kelas

September 30, 2026
BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

BP Tapera Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

September 29, 2026
Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

September 28, 2026
Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas   

Ekspor Durian Sulteng Capai Rp871 Miliar, Karding Dorong 1.000 Pelaku Usaha Naik Kelas  

September 28, 2026
Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

Barantin-Pemkot Palu Perkuat Pengawasan, UMKM Didorong Tembus Pasar Ekspor

September 27, 2026
Next Post
Perluas pengolahan Hutan, FIFGROUP Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

Perluas pengolahan Hutan, FIFGROUP Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,494)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (293)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,733)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (618)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (200)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara