MANADO, SULAWESI UTARA , Gi-media.com,
Persoalan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat di Sulawesi Utara. Sejumlah laporan media pada September 2026 menyebut adanya antrean panjang dan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Sulut, termasuk Manado, Bolaang Mongondow Raya dan wilayah kepulauan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena BBM memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi, mulai dari transportasi, perdagangan, nelayan, usaha kecil hingga distribusi barang.
Di tengah persoalan tersebut, muncul dorongan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan agar pemerintah bersama pihak terkait mencari solusi yang konkret, terutama dalam memastikan ketersediaan BBM dan distribusi yang lancar serta terjangkau bagi masyarakat.
Permesta 57 Sulut menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui agenda BBM yang lebih terjangkau, dengan tetap mengedepankan jalur yang sah, dialog, koordinasi dan kepentingan perekonomian daerah.
Panglima Teterusan Permesta 57 Sulut, Tevri Ngantung, menegaskan bahwa persoalan BBM tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan bahan bakar, tetapi juga sebagai persoalan yang berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
“BBM adalah salah satu urat nadi perekonomian. Karena itu, kami ingin ikut menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dengan memperjuangkan ketersediaan BBM yang lancar, harga yang terjangkau, serta distribusi yang tepat sasaran.”
Permesta 57 Sulut juga membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan berbagai organisasi masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara nyata dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Elemen Ormas BGN, G-BRANI, ASWIN, Lsm LIN, Gabungan Tani, Komunitas Sopir Truk dan Masyarakat, LP KPK RI Gorontalo nyataka. Mendukung Program BBM Murah dari Permesta 57 Sulut.
Sebelumnya, Anggota DPRD Sulut Amir Liputo juga menyoroti laporan kelangkaan Pertalite dan Solar serta antrean panjang di sejumlah wilayah Sulut. Ia mendorong adanya evaluasi dan perbaikan bersama dengan pihak Pertamina.
Sementara itu, laporan mengenai gangguan pasokan di sejumlah wilayah sebelumnya juga mengaitkan antrean dengan keterlambatan distribusi BBM ke Depot Pertamina Bitung akibat kondisi cuaca laut.
Dengan kondisi tersebut, aspirasi mengenai BBM murah dan distribusi yang lebih stabil diharapkan dapat menjadi agenda bersama yang dibahas secara terbuka dan konstruktif.
Permesta 57 Sulut menyatakan siap mengambil bagian dalam perjuangan tersebut dengan satu tujuan: memastikan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan perekonomian Sulawesi Utara menjadi perhatian bersama.





Discussion about this post