Magelang , Gi-media.com,
01/09/2026 ,Dinamika naik tingkat desil warga magelang makin rame baik dimedia sosial hingga perbincangan ditengah-tengah masyarakat. Ungkapan rasa kekecewaan masyarakat makin berkembang,apalagi ditambah dengan beberapa fakta dilapangan banyak penerima manfaat yang masih tidak tepat sasaran. Alih-alih karena dampak terindikasi pinjol, judol dan laen-laen faktor, sehingga menambah daftar panjang makin ramainya perbincangan ditengah masyarakat luas.
Penyusutan jumlah penerima ini terjadi setelah pemerintah melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pada Senin (31/8/2026).
Adapun perubahan data tersebut membuat tingkat status kesejahteraan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ikut berubah secara signifikan sehingga sebagian warga tidak lagi masuk di dalam daftar penerima manfaat yakni bansos.
Di wilayah Kota Magelang, dampaknya cukup dirasakan sekali. Kuota penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) turun hingga hampir lebih dari angka 50 persen,yang dari sebelumnya 6.548 KPM berubah menjadi 2.648 KPM. Kepala Dinas Sosial Kota Magelang, Bambang Nuryanta, menegaskan perubahan tersebut merupakan dampak dari proses pemutakhiran data yang dilakukan oleh pihak pemerintah.
Sementara itu, Dinas Sosial meminta masyarakat memahami bahwa pemutakhiran data dilakukan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi warga secara lebih aktual. Warga juga diminta memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya, bukan sekadar mengejar posisi desil tertentu.
Staf Pelaksana Akun Kementerian Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Catur Edy Gunawan, menegaskan bahwa perubahan desil warga bisa bergerak naik maupun turun.
“Data yang termutakhirkan itu bisa jadi desilnya naik atau turun. Kami tidak menjanjikan kalau desilnya bisa berubah,” tegas Catur.
Pemutakhiran data ini pun menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami perubahan status penerima bansos secara tiba-tiba.Harapan masyarakat luas agar dengan adanya pemutakhiran data tersebut makin tepat lah para penerima bansos bukan justru makin carut marut dan masih ditemukan adanya ketidak tepat sasaran.
Investigasi : tofan




Discussion about this post