• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Fashion

Resensi Buku ISMAIL: DARI KLAN MENJADI SUKU

redaksi by redaksi
Maret 6, 2026
in Fashion
0
Resensi Buku ISMAIL: DARI KLAN MENJADI SUKU
0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Gi-media.com,
Yudhie Haryono | Pengasuh Pesantren Yusufiah

Judul asli: Bani Ismail.
Penulis: Dr. Abdul Hamid Judah as-Sahhar.
Genre: Sejarah.
Penerbit: Alvabet Banten.
Cetakan: I, November 2023.
Ukuran: 13×20 cm.
Tebal: 424 halaman+v.
ISBN: 978-623-220-164-4.
Harga: Rp. 222.000,-

Tentu saja, Ismail yang kumaksud adalah salah satu putra nabi Ibrahim (Hajar) selain Ishaq. Kaum muslim menyebutnya nabi Ismail, kakek moyang nabi Muhammad saw. Jadi, bukan sembarang orang. Alquran menyebutnya 12 kali di beberapa ayatnya.

ADVERTISEMENT

Kata para dai, nama Ismail dari bahasa Ibrani Yishma’el, lalu menjadi bahasa Arab dengan ejaan baru yang bermakna “Allah telah mendengar” atau “Tuhan mengabulkan.” Nama ini merujuk pada dikabulkannya doa Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar untuk mendapatkan keturunan.

BeritaTerkait

Lah Kok Prabowonomics Melawan Soemitronomics?

Lah Kok Prabowonomics Melawan Soemitronomics?

5 bulan ago
Patron DJ School: Tempat Lahirnya DJ Profesional dengan Konsep Edukasi Modern dan Strategi Karier Nyata

Patron DJ School: Tempat Lahirnya DJ Profesional dengan Konsep Edukasi Modern dan Strategi Karier Nyata

5 bulan ago
Aang, Gitaris Kudeta: Merajut Nada Cadas

Aang, Gitaris Kudeta: Merajut Nada Cadas

6 bulan ago
Bemby Noor: Dari Balik Layar Industri Musik Indonesia hingga Melahirkan Lagu-Lagu Ikonik

Bemby Noor: Dari Balik Layar Industri Musik Indonesia hingga Melahirkan Lagu-Lagu Ikonik

6 bulan ago

Buku berisi 29 bab karya Abdul Hamid Judah tentu saja fokus membahas sejarah Bani Ismail dan mengungkap kisah 12 anak dan keturunannya hingga Adnan serta era Muhammad. Ini semacam studi DNA dan klan yang cukup komprehensif.

Secara literal, Hamid membahas peran penting Bani Ismail dalam peradaban Arab dan Islam, serta bagaimana mereka berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat Arab pra-Islam hingga munculnya Islam.

Ya, Ismail menegakkan klan menjadi suku dengan menegakkan monoteisme Ibrahim sambil konflik dengan kerajaan-kerajaan besar seperti Babylonia dan Asyur. Klan adalah modal utamanya, kesukuan adalah jaring aliansinya.

Bagi pembaca, buku ini menarik karena ditulis dengan gaya novel yang runut dan memesona, sehingga membuatnya menarik untuk dibaca. Kita akan menemukan diksi yang sungguh puitik.

Dengan penelitian yang ekstensif dan terpercaya, buku ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah Islam dan Bani Ismail sampai era Muhammad.

Ada satu kenyataan pahit yang hadir dalam sejarah bangsa Arab: kesukuan (klanis) dan konflik. Tradisi kesukuan yang kuat hadir karena beberapa alasan: (1)Bangsa Arab awalnya adalah nomaden, dan suku menjadi cara untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras. Suku memberikan perlindungan, keamanan, dan dukungan;

(2)Bagi bangsa Arab kesukuan menjadi sangat penting karena keturunan dan keluarga merupakan dasar identitas dan loyalitas. Suku juga menjadi unit sosial dan ekonomi, dengan anggota suku berbagi sumber daya dan bekerja sama;

(3)Setelah Islam datang, agama ini juga memperkuat tradisi suku, di mana banyak suku Arab menganggap diri mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad atau sahabat-sahabatnya;

(4)Suku memberikan identitas dan kesetiaan yang kuat, dengan anggota suku seringkali memprioritaskan kepentingan suku di atas kepentingan individu;

Dalam sejarahnya, karena klan dan kesukuan inilah tradisi poligami menjadi tidak terbantahkan. Ia hadir sebagi jawaban atas persatuan, dominasi dan solusi atas konflik yang terus mengemuka.

Suku sendiri berasal dari bahasa Arab: “ashirah” dan Klan juga dari bahasa Arab: “qabil.” Keduanya merupakan konsep yang terkait namun berbeda dalam konteks masyarakat Arab. Keduanya digunakan secara bergantian, namun suku lebih merujuk pada kelompok yang lebih besar dan luas, sedangkan klan lebih merujuk pada kelompok yang lebih kecil dan dekat.

Singkatnya, keluarga ismail tumbuh menjadi klan, lalu menjadi kesukuan adalah “jawaban cerdas dan politis” yang kemudian mentradisi atas sikon jazirah arabiah. Sejarah ismail pada ujungnya adalah sejarah agama (islam) dan kesukuan yang saling memperkuat soliditas dan ekspansi di masanya.(*)

Previous Post

Tahun 2025, FIF Catatkan Laba Bersih Rp4,63 Triliun

Next Post

PPLI Dorong Kolaborasi Lingkungan dan Sosial melalui Ramadan Sustainability Talk

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Puput Carolina Hadir di Gala Premiere Ikatan Darah, Menguatkan Nuansa Elegan Industri Hiburan
Fashion

Puput Carolina Hadir di Gala Premiere Ikatan Darah, Menguatkan Nuansa Elegan Industri Hiburan

by redaksi
April 28, 2026
0

Gi-media.com Jakarta — Suasana hangat dan elegan terasa dalam gelaran gala premiere film Ikatan Darah yang digelar menjelang penayangan resminya...

Read more
Puput Carolina Guncang Pekanbaru Lewat Hyper Best Collective di Andrew’s Party Mart

Puput Carolina Guncang Pekanbaru Lewat Hyper Best Collective di Andrew’s Party Mart

April 21, 2026
Bangun Karier Musik Profesional dari Nol Bersama Patron DJ School

Bangun Karier Musik Profesional dari Nol Bersama Patron DJ School

April 14, 2026
Bemby Noor: Konsistensi di Balik Lagu Hits, Hadirkan Karya Baru yang Relevan dengan Zaman

Bemby Noor: Konsistensi di Balik Lagu Hits, Hadirkan Karya Baru yang Relevan dengan Zaman

April 10, 2026
Lah Kok Prabowonomics Melawan Soemitronomics?

Lah Kok Prabowonomics Melawan Soemitronomics?

April 3, 2026
Patron DJ School: Tempat Lahirnya DJ Profesional dengan Konsep Edukasi Modern dan Strategi Karier Nyata

Patron DJ School: Tempat Lahirnya DJ Profesional dengan Konsep Edukasi Modern dan Strategi Karier Nyata

April 2, 2026
Next Post
PPLI Dorong Kolaborasi Lingkungan dan Sosial melalui Ramadan Sustainability Talk

PPLI Dorong Kolaborasi Lingkungan dan Sosial melalui Ramadan Sustainability Talk

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,449)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,453)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara