• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Hukum

DAULAT RUPIAH ADALAH DAULAT NEGARA

redaksi by redaksi
Januari 29, 2026
in Hukum
0
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:
Yudhie Haryono Presidium Forum Negarawan

Jakarta, Gi-,media com

#Orang miskin adalah mereka yang tak banyak uang walaupun punya banyak barang. Orang jenius adalah mereka yang mencipta uang; orang cerdas mencari uang; sedang orang bodoh mencari pinjaman#

ADVERTISEMENT

Inilah doktrin terbaru neoliberalisme. Jika ini dijadikan acuan maka, negeri ini miskin dan presiden kita “bodoh.”

BeritaTerkait

Perkembangan Penanganan Peristiwa Kematian Sutrimo di Klinik Mordent

Perkembangan Penanganan Peristiwa Kematian Sutrimo di Klinik Mordent

13 jam ago

SEJARAH FASISME DAN KOPERASI

15 jam ago

INDONESIA GAWAT KARHUTLA, PP PMKRI SERUKAN PERTOBATAN EKOLOGIS DAN LAUDATO SI’

15 jam ago

Warga Laporkan Dugaan Transaksi Tak Berizin, Rp273 Juta Berpindah ke MNC Bank

17 jam ago

Setelah lebih dari 10 tahun republik ini digempur narasi “daulat rupiah,” oleh ekonom-ekonom jenius kita, respon BI lumayan waras. Mereka menjawab dengan kegiatan festival rupiah berdaulat yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran pentingnya rupiah dalam sejarah bangsa, sekaligus menumbuhkan optimisme, semangat kebangsaan, dan memperkuat kedaulatan negara melaluinya.

Mestinya, pada uang kita dapati simbol perjuangan, alat tukar, alat perang, identitas diri/negara, alat ukur kekayaan dan representasi persatuan bangsa dari keberagaman budaya nusantara. Tetapi, yang terjadi kini sebaliknya. Sungguh kita dibuat malu karena rupiah kita justru menjajah warganegara.

Walau setidaknya, depresiasi rupiah (kehancuran uang kita) yang dahsyat dijawab dengan program ini. Harapannya ada tiga: Pertama, menimbulkan rasa memiliki dan mencintai bangsa dengan mengingat para pahlawan. Kedua, bangga bahwa rupiah pernah mendapat penghargaan sebagai uang terbaik di dunia sisi fiturnya yang aman. Ketiga adalah memahami rupiah yang memiliki cita-cita, alat menabung, dan belanja dengan cermat.

Di antara negara-negara Asean, mata uang rupiah termasuk yang lemah. Ia terus mengalami pelemahan secara terstruktur, masif dan sistematis. Sayangnya, proses depresiasi ini tidak tak dicarikan solusinya. Dalam konteks ekonometrik, “currency depreciation” atau depresiasi mata uang adalah hancurnya nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau terhadap standar tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Depresiasi mata uang tentu saja merupakan penjajahan baru bagi negara postkolonial dan negara dengan ekonomi yang miskin karena kepemimpinannya lemah dan bodoh; defisit transaksi berjalan yang terus-menerus; serta tingginya tingkat inflasi; juga “patronase lokal” yang diimani para oligark serakah yang ganas.

Tetapi, proses ini jika dicek akan terlihat sangat terstruktur: memiliki motif, tujuan dan pola yang disusun, dirangkai, direkayasa, diatur, atau diciptakan secara rapi: tak mudah dibaca awam. Dalam artian suatu desain (rancangan) disebut terstruktur ketika punya pola jelas sehingga dapat diruntut atau ditelusuri oleh para jenius.

Proses itu juga sangat sistematis karena langgamnya punya pasukan, barisan dan keteraturan yang solid, utuh, terpadu, saling terkait (menguatkan-melindungi) dari gabungan sejumlah komponen, pola, atau unsur yang saling mendukung dalam membentuk keutuhan sempurna sehingga sangat kuat dan tertradisi menjadi “kebenaran.”

Proses itu disempurnakan dengan sebesar dan sekuatnya menjadi masif. Di sini artinya gerakan yang kokoh, berjumlah banyak/besar, dan super padat sehingga seluruh komponen atau unsur di dalamnya tidak keropos, berongga, rapuh dan tidak tak terbunuh.

Akibatnya tak banyak yang tahu bahwa perang dagang pasti ujung tombaknya adalah perang mata uang. Bahkan perang kedaulatan itu sesungguhnya perang mata uang. Jika mata uang suatu negara kuat, maka kuatlah kedaulatan negara tersebut dan bahkan bisa menjajah negara lain. Demikian pula sebaliknya.

Sesungguhnya, perang mata uang adalah perang ekonomi sekaligus perang dagang dunia. Fakta bahwa ini adalah perang terlihat dari persaingan negara imperial (penjajah-perampok) melemahkan nilai mata uangnya ke level terendah lalu menaikkannya pada top level. Hal ini dilakukan agar produk-produk yang mereka hasilkan bisa laku dan terjual di negara lain. Dalam sejarah dunia, perang mata uang ini sudah sering terjadi sejak 100 tahun lalu.

Tentu saja, negara dengan ekonomi-industri yang kuat akan kuat uangnya sehingga mampu menegaskan kedaulatannya dan memiliki kekuatan untuk memaksakan hegemoni dan pengaruhnya. Negara kuat pasti dinahkodai oleh pemimpin yang kuat, ekonom yang jenius dan elite yang paham geo-ekopolitik dunia.

Sebaliknya, saat negara diisi oleh pemimpin lemah dan bodoh, semua masa depannya diserahkan ke pasar. Lalu, nilai tukar uangnya dibuat mengambang karena ditentukan oleh pasar. Padahal, bank sentral dan kementrian keuangan bisa kolaboratif merekayasa mata uangnya menjadi alat yang “mengkayakan” sekaligus “mendaulatkan” negaranya.

Dus, untuk melihat kedaulatan sebuah negara, bisa dilihat pada kemampuan elitenya meletakkan uangnya sebagai apa: sekedar alat tukar atau alat pendaulat. Cermati, jika ekspornya menjadi lebih mahal, dan impornya menjadi lebih murah, berarti mereka kalah. Cepat ganti dengan yang lebih jenius dan patriotis. Itu saja.(*)

Previous Post

78 Foundation Dukung Pernyataan Kapolri dan Penguatan Independensi Polri

Next Post

Implementasi ESG, IPC TPK Dorong Keselamatan Kerja TKBM Melalui Pelatihan K3

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Hukum

Kekhususan Aceh Dievaluasi, Tata Kelola Wali Nanggroe Jadi Sorotan

by Muhammad Dimas Aditya
September 30, 2026
0

  ACEH BARAT, Gi-media.com, - Masa depan kekhususan Aceh kembali menjadi bahan perbincangan publik. Sekitar 120 peserta dari berbagai unsur...

Read more

Beware BoiΓΊna 2026 HDCAM 7𝟸0πš™ MP4 Clean Audio π…πšžπ₯π₯ 𝐌𝐨𝚟𝐒𝐞 M𝐚gn𝐞t L𝐒nk

September 30, 2026

Wild Horse Nine 2026 BRRip 7𝟸0πš™ High Speed T𝐨𝐫𝐫ent

September 30, 2026
Irjen Imipas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di Lapas Cibinong, Tim Gabungan Periksa Temuan Ombudsman

Irjen Imipas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di Lapas Cibinong, Tim Gabungan Periksa Temuan Ombudsman

September 30, 2026
Perkembangan Penanganan Peristiwa Kematian Sutrimo di Klinik Mordent

Perkembangan Penanganan Peristiwa Kematian Sutrimo di Klinik Mordent

September 30, 2026

SEJARAH FASISME DAN KOPERASI

September 30, 2026
Next Post
Implementasi ESG, IPC TPK Dorong Keselamatan Kerja TKBM Melalui Pelatihan K3

Implementasi ESG, IPC TPK Dorong Keselamatan Kerja TKBM Melalui Pelatihan K3

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,479)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (292)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,603)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (614)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (120)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,070)
  • TNI/POLRI (190)

Hak Cipta Β© 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta Β© 2021 Gerbang Informasi Nusantara