Simalungun – Peredaran narkoba jenis sabu kian marak di wilkum Polsek Bandar Huluan – Polres Simalungun,Lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian menambah deretan pajang peredaran sabu di tingkat Nagori/Desa.
Seperti dijelasankan oleh warga kecamatan bandar,dirinya menjelaskan bahwa Bas”Sir menguasai peredaran sabu di P.Pagi Perlanaan,Ud”Din menguasai peredaran di Sidotani dua,dan Ulin Menguasai peredaran di Kucingan dan tembaan.
“Infonya ketiga pengedar tersebut mendapatkan narkoba dari pematang bandar berinisial Dan “Nu,dialah diduga pemasok nya.
Penjulan ketiga nama tersebut sangat besar satu minggu bisa 500 gram satu orang,mereka dinilai kebal hukum sebab suda di bekab oleh oknum makanya tak ditangkap tangkap oleh personil Polsek Bandar Huluan maupun Satnarkoba polres simalungun.
Kalau polisi mau tangkap mereka apa susahya,Jarum yang jatu saja polisi pasti tau,apalagi peredaran sabu yang muda dilihat pakai mata telanjang,ucab sumber yang tak mau dirinya disebutkan.
Untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut,Polsek Bandar Huluan maupun Satnarkoba Polres Simalungun diminta turun kelokasi dan memastikan kebenaran informasi yang dimaksut,jika informasi itu benar adanya diminta agar Polsek Bandar Huluan dan Satnarkoba Polres simalungun segera mengamankan ke tiga pengedar yang suda meresahkan masyarakat.
Seperti diberitakan Kapolri kita Bapak Suyudi mengatakan bahwa Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua terutama dalam berbagai kegiatan dan juga kemarin pada saat rapat bersama.
Terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,ucap Suyudi usai menjalani pelantikan jabatan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
Suyudi membeberkan bahwa isu tersebut telah digodok secara khusus beberapa hari sebelum pelantikannya sebagai Kapolri.
Ia dipanggil ke Istana pada Selasa lalu untuk membahas masalah akut peredaran narkoba, khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas),dan setiap desa.
“Kami hadir di kegiatan tersebut tentunya untuk kegiatan rapat ya bersama dengan kementerian terkait, membicarakan terkait dengan rehabilitasi dan juga terkait edukasi.
Terutama fokusnya rehabilitasi untuk menangani para pengguna yang masih terjadi dan kapasitas lapas itu sendiri kelebihan overcapacity, kemudian juga peredaran narkotika di dalam lapas,dan desa desa.
Nah ini menjadi satu hal yang selalu menjadi momok nah ini perlu penanganan khusus dan kemarin kami rapatkan,” jelasnya.
Untuk mengeksekusi instruksi khusus dari Prabowo tersebut, mantan Kepala BNN ini berjanji akan segera tancap gas,”ucapnya.
Sampai berita ini disampaikan pada publik,Pihak yang bersangkutan maupun Kapolsek Bandar Huluan dan Kapolres Simalungun belum dapat ditemui untuk dimintai tanggapan.(*)






Discussion about this post