Gi-Media.com Tebing Tinggi, Sirkuit Antar dojo pengcab Tako Tebing tinggi yang dilaksanakan pada 26-27 September di gedung Hj.Sawiyah Tebing tinggi, 2026 telah selesai.
Dojo Garuda keluar sebagai Juara Umum 1 setelah unggul perolehan medali atas tim lainnya.
Dojo Garuda meraih 8 Emas, 8 Perak , dan 8 Perunggu, di peringkat kedua dojo Rambung emas dengan 7 Emas, 7 perak, dan 2 Perunggu, serta di peringkat ketiga dojo RSKP dengan 7 emas, 4 Perak, 6 Perunggu.

Sirkuit ini di ikuti 7 Dojo dengan total peserta 109 atlet yang mana dojo maupun peserta adalah dojo yang berada dalam naungan Pengurus Cabang Kota Tebing tinggi.
Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Ketua pengcab Tako tebing tinggi Saptha nugraha Isa S.H. M.H. di dampingi wakil ketua Peter munthe, S.H. dan Sekretaris Maradhona Ritonga S.E.

Pelatih dojo Garuda, Jamin Mandela Nainggolan S.E. Penyandang DAN III (Tiga) Tako Indonesia merasa Puas dan bangga atas raihan yg di capai para atlitnya yang ikut bertanding, karena sang pelatih tidak ada memasang target untuk menjadi juara umum di kejuaraan sirkuit ini.
“Saya hanya mendorong anak anak murid yg berlatih di Dojo Garuda untuk ikut serta, pada kejuaraan ini karena ini menjadi kesempatan bagi setiap murid untuk dapat merasakan pengalaman bertanding, yang mana dengan biaya yang terbilang murah dapat merasakan pengalaman bertanding . Biasanya kalau bertanding di luar kota, tentunya biayanya menjadi mahal karena adanya biaya pendaftaran, penginapan, akomodasi dan transportasi dan lain sebagainya. Sedangkan sirkuit ini diadakan di dalam kota sendiri sehingga biaya yang timbul sangat minim”
Pada kesempatan ini Jamin juga berharap agar Forki tebing tinggi segera terbentuk, mengingat tahun depan tentunya akan ada Kejurda Forki Sumut. Sehingga atlit yang sudah ada di dalam internal perguruan bisa meneruskan pembinaan secara berjenjang bila kepengurusan Forki Tebing tinggi sudah ada. Kalau tidak ada ini akan menjadi persoalan . Karena atlit yang sudah berlatih tidak dapat mengikuti kejuaraan kejurda FORKI SUMUT yang merupakan ajang seleksi untuk mengikuti Kejurnas PB.FORKI .
Saya juga berharap Koni Tebing tinggi sebagai induk olahraga dapat menjadi pihak yang menfasilitasi, mendorong, agar tercipta nya kepengurusan Forki Tebing tinggi, karena sudah lama sekali pengurus Forki Tebing tinggi ini tidak ada. Salah satu kerugian tidak adanya Forki adalah absennya cabor karate dalam ajang PORPROVSU mendatang, hal ini dikarenakan tidak adanya pembinaan atlit di dalam Forki Tebing tinggi. Sehingga tidak ada yang mengurusi atlit karate dari berbagai perguruan yang ada di kota tebing tinggi ini”
Secara keseluruhan dari hasil sirkuit ini saya bangga, beberapa dojo dojo lain pelatih pelatihnya masih muda muda dan dulunya pernah saya latih dan saya yang membawa mereka bertanding, namun di sirkuit ini kami yang sekarang sudah sama sama menjadi pelatih, menjadi sama sama peserta dan kami bertanding mengadu strategi mendampingi atlit kami yang bertanding di atas matras, sepertinya untuk menjadi pelatih, estafet kepelatihan itu sudah dapat diserahkan kepada mereka. Dan bila mana saya tidak menjadi pelatih lagi sudah ada mereka untuk melahirkan atlit atlit dari Tako Tebing tinggi.
Pungkasnya.
Jamin yang merupakan Petugas di Lapas kelas IIB Tebing tinggi ini merupakan mantan atlet Tebing tinggi dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.
Dan pernah menjadi Pelatih FORKI Tebing tinggi, usai PON tersebut.
Sekarang sepulang dari bekerja jamin tetap menyempatkan waktunya untuk melatih dan membina murid muridnya di Dojo Garuda yang beralamat di jl.Namad damanik/Jl.darat Kecamatan Padang hilir, kelurahan Tebing tinggi, kota Tebing tinggi.
Red













Discussion about this post