• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home TNI/POLRI

TIM PREVENTIVE STRIKE PMJ SEBAGAI BENTENG DEMOKRASI DAN PERWUJUDAN POLRI PRESISI

Muhammad Dimas Aditya by Muhammad Dimas Aditya
Agustus 3, 2026
in TNI/POLRI
0
TIM PREVENTIVE STRIKE PMJ SEBAGAI BENTENG DEMOKRASI DAN PERWUJUDAN POLRI PRESISI
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

*Jakarta, 3 Agustus 2026 –* Pembentukan Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya merupakan langkah strategis untuk menjaga demokrasi dari pembajakan, kekerasan, penyusup dan provokator, serta memastikan masyarakat tidak menjadi korban.

 

ADVERTISEMENT

Tim tersebut tidak boleh dipelintir sebagai alat untuk membungkam kritik atau menyerang kebebasan menyampaikan pendapat.

BeritaTerkait

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

1 minggu ago
HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru

HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru

2 minggu ago
Prabowo Panggil 800 Pati TNI-Polri, Ini yang Disampaikan di Istana

Prabowo Panggil 800 Pati TNI-Polri, Ini yang Disampaikan di Istana

2 minggu ago
Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026

Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026

2 minggu ago

 

Sasaran utama Preventive Strike bukan orasi, poster, tuntutan politik, maupun demonstrasi damai, tetapi tindakan konkret yang mengarah pada penyerangan, pembakaran, penjarahan, perusakan fasilitas publik, penggunaan senjata berbahaya, dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat.

 

Demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga keamanan agar kebebasan tersebut dapat dijalankan tanpa rasa takut, tanpa intimidasi, dan tanpa ancaman dari kelompok yang sengaja menjadikan kerumunan sebagai kamuflase tindak pidana.

 

Karena itu, Tim Preventive Strike harus dilihat sebagai benteng yang berdiri di antara demonstran damai dan kelompok perusuh.

 

Ketika polisi mampu memisahkan keduanya secara cepat dan akurat, aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan, sementara pelaku kekerasan kehilangan ruang untuk bersembunyi di balik massa.

 

Polri tidak boleh dipaksa menunggu batu pertama dilemparkan, kendaraan pertama dibakar, toko pertama dijarah, atau korban pertama berjatuhan sebelum diperbolehkan bertindak. Negara yang bertanggung jawab tidak menunggu tragedi untuk memperoleh alasan melindungi rakyat.

 

Jika indikator ancaman telah terdeteksi secara objektif, Polda Metro Jaya mempunyai kewajiban untuk melakukan mitigasi, patroli, pengamanan objek vital, komunikasi dengan koordinator aksi, pengaturan lalu lintas, pemetaan kelompok berisiko, serta penindakan hukum secara terukur terhadap individu yang terbukti merencanakan atau melakukan kekerasan.

 

Membiarkan ancaman berkembang hanya karena khawatir dituduh represif merupakan bentuk kelalaian. Ketika kerusuhan benar-benar terjadi, pihak yang paling cepat menanggung kerugian bukan elite politik, tetapi rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas harian.

 

Pedagang kehilangan pembeli. Pengemudi kehilangan penumpang. Karyawan tidak dapat bekerja. Pelajar terhambat pulang. Ambulans terjebak. Transportasi publik terganggu. Fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat dapat rusak hanya dalam hitungan menit.

 

Melindungi pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, jalan utama, kawasan perkantoran, objek vital, dan fasilitas publik bukan bentuk keberpihakan kepada pemilik modal.

 

Di dalam ruang-ruang tersebut terdapat jutaan warga biasa yang mempunyai hak untuk bekerja, bergerak, memperoleh pelayanan, dan pulang dengan selamat.

 

Tim Preventive Strike juga menjadi jawaban atas standar ganda yang selama ini diarahkan kepada Polri.

 

Ketika polisi bersiap sebelum terjadi kerusuhan, polisi dituduh berlebihan. Ketika kerusuhan pecah, polisi dituduh gagal mengantisipasi. Ketika personel dikerahkan, polisi dianggap mengintimidasi. Ketika pengamanan lemah dan fasilitas dibakar, polisi kembali dipersalahkan.

 

Standar ganda semacam itu harus dihentikan. Polri tidak dapat terus ditempatkan dalam posisi di mana setiap tindakan dianggap salah, sementara kelompok yang menyiapkan kekerasan terbebas dari sorotan dan tanggung jawab.

 

Ukuran tertinggi keberhasilan polisi adalah tragedi yang berhasil dicegah, korban yang tidak pernah jatuh, fasilitas yang tidak pernah terbakar, dan masyarakat yang tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.

 

Tidak terjadinya kerusuhan bukan bukti bahwa kesiapsiagaan polisi berlebihan, melainkan menjadi bukti bahwa deteksi dini, patroli, komunikasi, pengamanan, dan pencegahan bekerja sebagaimana mestinya.

 

Preventive Strike juga mencerminkan pendekatan Polri Presisi yang prediktif. Polisi tidak hanya bereaksi terhadap kejahatan yang telah selesai dilakukan, tetapi membaca pola, mendeteksi potensi ancaman, mengendalikan eskalasi, dan memutus rangkaian kekerasan sebelum menghasilkan kerugian yang lebih besar.

 

Pendekatan prediktif tersebut harus dijalankan dengan disiplin hukum. Kritik tidak boleh dikategorikan sebagai ancaman. Ajakan demonstrasi damai tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana. Penindakan harus didasarkan pada perbuatan konkret, bukti yang sah, dan indikator kekerasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Polda Metro Jaya juga perlu memastikan bahwa setiap operasi Preventive Strike berada dalam satu komando yang jelas, dilengkapi dokumentasi, pengawasan internal, penggunaan kamera lapangan, pencatatan penggunaan kekuatan, serta evaluasi pascaoperasi.

 

Langkah tersebut penting untuk melindungi dua pihak sekaligus: masyarakat dari kemungkinan penyalahgunaan kewenangan dan anggota kepolisian dari tuduhan yang tidak sesuai fakta.

 

Ketegasan dan akuntabilitas bukan dua prinsip yang saling meniadakan. Ketegasan diperlukan agar negara tidak kalah oleh perusuh. Akuntabilitas diperlukan agar kekuatan negara tetap berada dalam batas hukum.

 

Massa damai harus diberi ruang, dilindungi, dan difasilitasi. Koordinator aksi harus diajak berkomunikasi. Jalur darurat harus dijaga. Jurnalis, tenaga medis, pendamping hukum, dan masyarakat sekitar harus memperoleh perlindungan.

 

Namun terhadap pelaku yang membawa bom molotov, senjata tajam, alat perusak, atau secara nyata menyerang masyarakat dan petugas, negara tidak boleh ragu.

 

Kebebasan menyampaikan pendapat tidak pernah mencakup kebebasan membakar, menjarah, menyerang, dan menghancurkan.

 

Mereka yang menolak pembentukan Tim Preventive Strike harus menjelaskan alternatif yang mereka tawarkan. Apakah polisi harus menunggu Jakarta terbakar terlebih dahulu? Apakah rakyat harus menjadi korban sebelum pencegahan dianggap sah? Apakah pelaku kekerasan harus diberi waktu untuk menyelesaikan aksinya agar polisi tidak dituduh represif?

 

Demokrasi tidak akan terlindungi dengan membiarkan perusuh menguasai jalan. Demokrasi akan terlindungi ketika demonstran damai dapat menyampaikan aspirasi tanpa dibajak oleh kelompok yang mengejar kekacauan.

 

Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya karena itu harus ditempatkan sebagai benteng demokrasi: melindungi kritik, menjaga keselamatan rakyat, memisahkan massa damai dari pelaku kekerasan, dan memastikan kebebasan tidak berubah menjadi kedok kriminalitas.

 

Demonstrasi harus dilindungi. Kritik harus dijamin. Kekerasan harus dipatahkan.

 

Tim Preventive Strike adalah pesan tegas bahwa demokrasi akan dijaga, rakyat akan dilindungi, dan tidak seorang pun boleh menggunakan kebebasan sebagai lisensi untuk menciptakan kehancuran.

 

*Terimakasih*

Tags: Gi-Media.com
Previous Post

KEPALA KSP JENDERAL DUDUNG MEMIMPIN PELUNCURAN BUKU DAN DISKUSI UNDANG-UNDANG PEREKONOMIAN NASIONAL

Next Post

ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel

Muhammad Dimas Aditya

Muhammad Dimas Aditya

TerkaitBerita

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana
Daerah

Mayjen TNI Putra Widiastawa, Putra Buleleng yang Kini Jabat Pangdam IX/Udayana

by Muhammad Dimas Aditya
Oktober 19, 2026
0

Kodam IX/Udayana kini dijabat putra daerah. Adalah Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi dipercaya menjabat Pangdam IX/Udayana, menggantikan Mayjen TNI Piek...

Read more
Kapolres Pagar Alam Berikan Arahan kepada Siswa SMAN 1, Tekankan Adab, Disiplin, dan Raih cita-cita

Kapolres Pagar Alam Berikan Arahan kepada Siswa SMAN 1, Tekankan Adab, Disiplin, dan Raih cita-cita

Oktober 19, 2026
Hadiri Tali Ka Asih Grab Sukabumi, Kapolres: Jaket Boleh Beda, Semangat Tetap Satu

Hadiri Tali Ka Asih Grab Sukabumi, Kapolres: Jaket Boleh Beda, Semangat Tetap Satu

Oktober 17, 2026
Suasana Kebersamaan Warnai Pisah Sambut Pimpinan Polda Metro Jaya

Suasana Kebersamaan Warnai Pisah Sambut Pimpinan Polda Metro Jaya

Oktober 10, 2026
Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Oktober 10, 2026
HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru

HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru

Oktober 7, 2026
Next Post

ASICS Community Slam 2026 Kembali Hadir Ajak Masyarakat untuk Lebih Aktif Bergerak melalui Tenis dan Padel

Discussion about this post

PT Gerbang Informasi Media

Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (76)
  • Daerah (2,494)
  • DPD/DPRD/DPR RI (13)
  • Ekonomi (293)
  • Fashion (25)
  • Hiburan (52)
  • Hukum (1,727)
  • Internasional (93)
  • Kesehatan (91)
  • Korupsi (54)
  • Kriminal (179)
  • Nasional (617)
  • Olahraga (53)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (107)
  • Politik (121)
  • REDAKSI (307)
  • Sumut (1,072)
  • TNI/POLRI (200)

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara