Gu-media.com – Anggota DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyambangi warga di daerah pemilihan (dapil) untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka.
Dalam kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat (Reses) di RW 09 Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026) malam, Anggota Komisi B ini menerima banyak keluhan.
Salah satunya terkait suplai air perpipaan. Ketua RT 07 RW 09 Mali mengungkapkan jika air perpipaan di wilayahnya sudah lama mati atau tidak keluar airnya.
Menyikapi keluhan warga tersebut, Wa Ode langsung menghubungi Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin. Arief mengatakan akan segera melakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi persoalan warga Harapan Mulia, Jakarta Pusat.
Hal ini sejalan dengan perintah Gubernur, agar pada 2029 seluruh warga Jakarta terlayani air PAM Jaya. Sehingga tidak ada lagi warga Jakarta yang menggunakan air tanah yang mengakibatkan turunnya muka tanah, sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.
PAM Jaya akan segera menindaklanjuti keluhan dan aspirasi masyarakat. Hal pertama yang akan kita lakukan yakni dengan mengirimkan tim rekayasa air. Agar persoalan matinya air bisa segera terselesaikan,” ujar Arief.
Mendengar jawaban tersebut, Wa Ode optimistis persoalan warga dapat terselesaikan dengan cepat. Ditegaskan anggota legislatif dua periode ini, masyarakat harus memahami jika selama 100 tahun PAM Jaya dikuasai pihak lain.
“PAM Jaya menjadi milik Pemprov DKI 100 persen pada 2023. Kondisi pipa pun sudah 100 tahun dan kondisinya sudah tidak baik, jauh dari harapan. 100 tahun dikuasai asing kita tidak memiliki aset,” sesalnya.
Di era kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, politisi yang akrab disapa Bunda itu mengungkapkan PAM Jaya memiliki target pada 2029 menjangkau semua lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Dia bilang, PAM Jaya kini berubah menjadi Perseroda. Hal ini agar bisa lebih maksimal dalam melayani masyarakat.
“PAM Jaya membutuhkan dana yang sangat besar untuk pipanisasi dan revitalisasi. Agar kedepannya masyarakat tidak lagi mengalami kecilnya air PAM atau bahkan mati. Dan untuk itu dibutuhkan peranan semua pihak,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat itu.





















Discussion about this post