• Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
Gi Media
ADVERTISEMENT
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
No Result
View All Result
Gi Media
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Kriminal
  • Kesehatan
  • Politik
  • Internasional
  • Korupsi
  • Agama
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Ekonomi
ads ads ads
Home Ekonomi

Prediksi Sri Mulyani, penurunan belanja akan sangat terasa di bidang jasa transportasi dan jasa yang terkait |

redaksi by redaksi
Mei 9, 2020
in Ekonomi, Nasional
0
Prediksi Sri Mulyani, penurunan belanja akan sangat terasa di bidang jasa transportasi dan jasa yang terkait |
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

GI-Media.com, Jakarta – Dampak pandemi virus Corona telah membuat konsumsi turun derastis. jika keadaan ini terus berlangsung, Pemerintah prediksi kinerja konsumsi rumah tangga tahun ini mendekati nol persen .

Dilansir dari Detik.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan, jika dilihat dari data kuartal I-2020 konsumsi hanya 2,8%. Angka itu jauh lebih rendah dari biasanya yakni 5%.

ADVERTISEMENT

“Untuk kuartal II-2020 kita prediksi memang akan lebih buruk. Karena seperti kita lihat kuartal II mulai April dan Mei ini PSBB sudah dilakukan secara lebih masif ke berbagai daerah. Sehingga berbagai belanja di berbagai household mungkin akan alami penurunan yang cukup signifikan,” tuturnya saat konferensi pers virtual, Jumat (8/5/2020).

BeritaTerkait

Harga BBM Subsidi Tetap,Pemerintah Komitmen Lindungi Rakyat dan Perkuat Solidaritas Sosial

Harga BBM Subsidi Tetap,Pemerintah Komitmen Lindungi Rakyat dan Perkuat Solidaritas Sosial

6 hari ago
Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

1 minggu ago
FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

1 minggu ago
Komnas Anak Perkuat Kolaborasi Strategis, Audiensi Bersama Menhan

Komnas Anak Perkuat Kolaborasi Strategis, Audiensi Bersama Menhan

2 minggu ago

Sri Mulyani memprediksi penurunan belanja akan sangat terasa di bidang jasa transportasi dan jasa yang terkait. Begitu juga untuk barang kondumsi seperti pakaian dan alas kaki juga akan menurun.

Namun untuk konsumsi produk makanan dan di bidang kesehatan diyakini masih tumbuh positif. Pemerintah akan melihat apakah konsumsi yang masih kuat di produk makanan dan bidang kesehatan bisa menutupi penurunan konsumsi bidang lainnya.

Pemerintah sendiri, kata Sri Mulyani sudah berusaha menahan kelesuan konsumsi di tengah pandemi dengan memberikan berbagai bantuan sosial. Meskipun dia menyadari pemberian bansos belum tentu bisa menggantikan konsumsi masyarakat yang perannya cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah sendiri sudah menyiapkan skenario kondisi ekonomi tahun ini. Ada 2 skenario pertumbuhan yakni 2,3% dan skenario terburuknya kontraksi atau -0,5%. Jika ekonomi RI di 2020 berada di skenario terburuk maka konsumsi tahun ini bisa mendekati 0%.

“Kalau di 2,3% itu artinya konsumsi masih tumbuh positif. Kalau sampai di -0,5% barangkali konsumsi sebagian mengalami pertumbuhan nyaris 0% secara over all. Kita masih punya 3 kuartal. Jadi kalau kuartal kedua memang kondisi PSBB meluas mungkin akan merosot. Kita berharap di kuartal ketiga dan keempat bisa agak sedikit pulih,” terangnya.

 

 

 

Penulis : Ari kibo

 

Tags: Covid-19Dampak EkonomiMentri KeuanganRepoblik IndonesiaSri MulyaniVirus Corona
Previous Post

Meskipun Pemimpin Ummat, Rasullulah Juga Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga |

Next Post

MBC; Anak Buah Kapal WNI Di Kapal Cina Layaknya Perbudakan |

redaksi

redaksi

TerkaitBerita

Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik  Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat dan dorongan menuju sumber yang lebih ramah lingkungan, nama Bobibos mulai mencuri perhatian.   Dikenal sebagai gagasan bahan bakar berbasis jerami, Bobibos menghadirkan narasi baru: bahwa limbah pertanian pun berpotensi menjadi energi masa depan.  Lebih dari sekadar inovasi teknis,   Bobibos membawa pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—tentang efisiensi, keberlanjutan, dan peran keluarga dalam memilih sumber energi yang lebih bijak. Dari Jerami Menjadi Energi  Bobibos dikembangkan dari pemanfaatan jerami, limbah pertanian yang selama ini kerap terbuang.   Dengan pendekatan teknologi tertentu, bahan ini diolah menjadi bahan bakar alternatif yang diklaim memiliki kualitas tinggi. Gagasan ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis sumber daya lokal.   Di sisi lain, konsep ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih memahami bahwa solusi energi bisa lahir dari lingkungan terdekat.  Menyentuh Kehidupan Keluarga  Dalam perspektif yang lebih luas, energi bukan hanya soal industri besar, tetapi juga tentang rumah tangga.   Perempuan, sebagai pengelola kebutuhan sehari-hari, memiliki peran penting dalam menentukan pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.  Bobibos hadir dengan pendekatan yang membumi—mengajak masyarakat melihat energi bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan bagian dari keputusan sehari-hari yang berdampak jangka panjang.  Antusiasme Publik dan Tantangan Informasi  Seiring meningkatnya perhatian publik, muncul pula berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk klaim distribusi dan kerja sama yang belum tentu terverifikasi.  Sejumlah konten bahkan telah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Bobibos.   Hal ini menjadi pengingat bahwa di balik peluang inovasi, selalu ada risiko misinformasi yang perlu disikapi secara kritis.  Edukasi dan Transparansi   Jadi Kunci Hingga saat ini, Bobibos masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan secara luas. Karena itu, masyarakat diimbau untuk: Mengakses informasi dari sumber resmi Tidak mudah tergiur tawaran investasi atau distribusi instan  Memastikan kejelasan legalitas sebelum melakukan transaksi Langkah ini penting agar antusiasme terhadap inovasi tidak berujung pada kerugian . Menjaga Harapan Tetap Rasional  Bobibos adalah simbol dari semangat inovasi lokal—tentang bagaimana ide sederhana bisa berkembang menjadi solusi besar.   Namun, seperti halnya semua teknologi baru, proses menuju implementasi membutuhkan waktu, pengujian, dan validasi.  Dengan pendekatan yang jernih dan edukatif, masyarakat dapat tetap membuka diri terhadap perkembangan ini tanpa kehilangan kewaspadaan.  Pada akhirnya, masa depan energi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh cara kita menyikapi informasi. Bobibos menawarkan harapan—dan harapan itu akan tetap hidup jika dibangun di atas kesadaran, bukan sekadar euforia.
Ekonomi

Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik

by redaksi
April 26, 2026
0

Gi- media.com Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat...

Read more
KUD Rantau Pasaman dan Poktan Elang Laut Bersinergi Amankan Aset dan Kesejahteraan Anggota

KUD Rantau Pasaman dan Poktan Elang Laut Bersinergi Amankan Aset dan Kesejahteraan Anggota

April 26, 2026
FIFGROUP Rayakan Hari Kartini dengan Aktivasi Interaktif di MRT Blok M, Ajak Perempuan Kenali Potensi Diri

FIFGROUP Rayakan Hari Kartini dengan Aktivasi Interaktif di MRT Blok M, Ajak Perempuan Kenali Potensi Diri

April 23, 2026
Wali Kota Hadiri Raker Komwil I Apeksi DI Banda Aceh

Wali Kota Hadiri Raker Komwil I Apeksi DI Banda Aceh

April 22, 2026
Harga BBM Subsidi Tetap,Pemerintah Komitmen Lindungi Rakyat dan Perkuat Solidaritas Sosial

Harga BBM Subsidi Tetap,Pemerintah Komitmen Lindungi Rakyat dan Perkuat Solidaritas Sosial

April 21, 2026
Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

April 18, 2026
Next Post
MBC;  Anak Buah Kapal WNI Di Kapal Cina Layaknya Perbudakan |

MBC; Anak Buah Kapal WNI Di Kapal Cina Layaknya Perbudakan |

Discussion about this post

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

Februari 13, 2025

Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

November 6, 2023

Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

November 21, 2023
Peredaran Sabu Dipematang Bandar Semangkin Marak,Diduga Ada Oknum APH Trima Stabil Dari Para Bandar

Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

Januari 29, 2025
12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

12 Bulan Belum Cukup Bagi Polda-Su Tetapkan Tersangka Atas Perusakan Lahan Di Kualatanjung

0

Terkait Penampungan CPO Tanpa Ijin Dibatu 10,Ini Kata Kapolres Tebingtinggi

0
Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

Presiden PKS Ingatkan DPR Jangan jadi Tukang Stempel

0

Uji Ketangkasan Giur Pengunjung Pasar Malam Tebingtinggi

0
Berhasil meraih predikat,SMKN 1 Sidenreng jadi sekolah pusat keunggulan

Berhasil meraih predikat,SMKN 1 Sidenreng jadi sekolah pusat keunggulan

April 27, 2026
Meriah di TMII, Festival Walet Emas Satukan Ribuan Warga Kebumen se-Jabodetabek

Meriah di TMII, Festival Walet Emas Satukan Ribuan Warga Kebumen se-Jabodetabek

April 27, 2026
Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik  Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat dan dorongan menuju sumber yang lebih ramah lingkungan, nama Bobibos mulai mencuri perhatian.   Dikenal sebagai gagasan bahan bakar berbasis jerami, Bobibos menghadirkan narasi baru: bahwa limbah pertanian pun berpotensi menjadi energi masa depan.  Lebih dari sekadar inovasi teknis,   Bobibos membawa pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—tentang efisiensi, keberlanjutan, dan peran keluarga dalam memilih sumber energi yang lebih bijak. Dari Jerami Menjadi Energi  Bobibos dikembangkan dari pemanfaatan jerami, limbah pertanian yang selama ini kerap terbuang.   Dengan pendekatan teknologi tertentu, bahan ini diolah menjadi bahan bakar alternatif yang diklaim memiliki kualitas tinggi. Gagasan ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis sumber daya lokal.   Di sisi lain, konsep ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih memahami bahwa solusi energi bisa lahir dari lingkungan terdekat.  Menyentuh Kehidupan Keluarga  Dalam perspektif yang lebih luas, energi bukan hanya soal industri besar, tetapi juga tentang rumah tangga.   Perempuan, sebagai pengelola kebutuhan sehari-hari, memiliki peran penting dalam menentukan pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.  Bobibos hadir dengan pendekatan yang membumi—mengajak masyarakat melihat energi bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan bagian dari keputusan sehari-hari yang berdampak jangka panjang.  Antusiasme Publik dan Tantangan Informasi  Seiring meningkatnya perhatian publik, muncul pula berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk klaim distribusi dan kerja sama yang belum tentu terverifikasi.  Sejumlah konten bahkan telah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Bobibos.   Hal ini menjadi pengingat bahwa di balik peluang inovasi, selalu ada risiko misinformasi yang perlu disikapi secara kritis.  Edukasi dan Transparansi   Jadi Kunci Hingga saat ini, Bobibos masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan secara luas. Karena itu, masyarakat diimbau untuk: Mengakses informasi dari sumber resmi Tidak mudah tergiur tawaran investasi atau distribusi instan  Memastikan kejelasan legalitas sebelum melakukan transaksi Langkah ini penting agar antusiasme terhadap inovasi tidak berujung pada kerugian . Menjaga Harapan Tetap Rasional  Bobibos adalah simbol dari semangat inovasi lokal—tentang bagaimana ide sederhana bisa berkembang menjadi solusi besar.   Namun, seperti halnya semua teknologi baru, proses menuju implementasi membutuhkan waktu, pengujian, dan validasi.  Dengan pendekatan yang jernih dan edukatif, masyarakat dapat tetap membuka diri terhadap perkembangan ini tanpa kehilangan kewaspadaan.  Pada akhirnya, masa depan energi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh cara kita menyikapi informasi. Bobibos menawarkan harapan—dan harapan itu akan tetap hidup jika dibangun di atas kesadaran, bukan sekadar euforia.

Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik

April 26, 2026
Sesepuh yang Tetap Relevan di Tengah Krisis Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Sesepuh yang Tetap Relevan di Tengah Krisis Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

April 26, 2026

Recent News

Berhasil meraih predikat,SMKN 1 Sidenreng jadi sekolah pusat keunggulan

Berhasil meraih predikat,SMKN 1 Sidenreng jadi sekolah pusat keunggulan

April 27, 2026
Meriah di TMII, Festival Walet Emas Satukan Ribuan Warga Kebumen se-Jabodetabek

Meriah di TMII, Festival Walet Emas Satukan Ribuan Warga Kebumen se-Jabodetabek

April 27, 2026
Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik  Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat dan dorongan menuju sumber yang lebih ramah lingkungan, nama Bobibos mulai mencuri perhatian.   Dikenal sebagai gagasan bahan bakar berbasis jerami, Bobibos menghadirkan narasi baru: bahwa limbah pertanian pun berpotensi menjadi energi masa depan.  Lebih dari sekadar inovasi teknis,   Bobibos membawa pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—tentang efisiensi, keberlanjutan, dan peran keluarga dalam memilih sumber energi yang lebih bijak. Dari Jerami Menjadi Energi  Bobibos dikembangkan dari pemanfaatan jerami, limbah pertanian yang selama ini kerap terbuang.   Dengan pendekatan teknologi tertentu, bahan ini diolah menjadi bahan bakar alternatif yang diklaim memiliki kualitas tinggi. Gagasan ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis sumber daya lokal.   Di sisi lain, konsep ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih memahami bahwa solusi energi bisa lahir dari lingkungan terdekat.  Menyentuh Kehidupan Keluarga  Dalam perspektif yang lebih luas, energi bukan hanya soal industri besar, tetapi juga tentang rumah tangga.   Perempuan, sebagai pengelola kebutuhan sehari-hari, memiliki peran penting dalam menentukan pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.  Bobibos hadir dengan pendekatan yang membumi—mengajak masyarakat melihat energi bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan bagian dari keputusan sehari-hari yang berdampak jangka panjang.  Antusiasme Publik dan Tantangan Informasi  Seiring meningkatnya perhatian publik, muncul pula berbagai informasi yang beredar di media sosial, termasuk klaim distribusi dan kerja sama yang belum tentu terverifikasi.  Sejumlah konten bahkan telah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Bobibos.   Hal ini menjadi pengingat bahwa di balik peluang inovasi, selalu ada risiko misinformasi yang perlu disikapi secara kritis.  Edukasi dan Transparansi   Jadi Kunci Hingga saat ini, Bobibos masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan secara luas. Karena itu, masyarakat diimbau untuk: Mengakses informasi dari sumber resmi Tidak mudah tergiur tawaran investasi atau distribusi instan  Memastikan kejelasan legalitas sebelum melakukan transaksi Langkah ini penting agar antusiasme terhadap inovasi tidak berujung pada kerugian . Menjaga Harapan Tetap Rasional  Bobibos adalah simbol dari semangat inovasi lokal—tentang bagaimana ide sederhana bisa berkembang menjadi solusi besar.   Namun, seperti halnya semua teknologi baru, proses menuju implementasi membutuhkan waktu, pengujian, dan validasi.  Dengan pendekatan yang jernih dan edukatif, masyarakat dapat tetap membuka diri terhadap perkembangan ini tanpa kehilangan kewaspadaan.  Pada akhirnya, masa depan energi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh cara kita menyikapi informasi. Bobibos menawarkan harapan—dan harapan itu akan tetap hidup jika dibangun di atas kesadaran, bukan sekadar euforia.

Bobibos Inovasi Energi Lokal, Antara Harapan Kemandirian dan Pentingnya Kewaspadaan Publik

April 26, 2026
Sesepuh yang Tetap Relevan di Tengah Krisis Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Sesepuh yang Tetap Relevan di Tengah Krisis Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

April 26, 2026
Facebook Twitter Google+ Youtube RSS

PT Gerbang Informasi Media

Follow Us

Cari Berdasarkan Kategori

  • Agama (74)
  • Daerah (2,376)
  • DPD/DPRD/DPR RI (9)
  • Ekonomi (249)
  • Fashion (24)
  • Hiburan (48)
  • Hukum (1,109)
  • Internasional (92)
  • Kesehatan (88)
  • Korupsi (46)
  • Kriminal (169)
  • Nasional (590)
  • Olahraga (45)
  • Otomotif (3)
  • Pendidikan (95)
  • Politik (108)
  • REDAKSI (306)
  • Sumut (1,062)
  • TNI/POLRI (51)
  • IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    IGN-CS Jualan Shabu,Perlanaan Jadi Kampung Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua PNS Kominfo Kabupaten Batu Bara Diduga Selingkuh,Pak Kadis Diminta Segera Beri Sangsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pegawai Kominfo Batu Bara Jalin Hubungan Terlarang ,Pak Kadis Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Info Buat Kasnob Polres Simalungun,IGUN CS Masi Jualan Shabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengawas Proyek SLB Negeri 25 Sintang Inisial DM Abaikan Konfirmasi Awak Media

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara

No Result
View All Result
  • Redaksi gi-media.com
  • Lowongan Kerja
  • Undang Undang Pers
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber

Hak Cipta © 2021 Gerbang Informasi Nusantara